Bekerjalah, Karena Para Nabi pun Bekerja

0
441
kerja

Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman

Bekerja adalah sebuah kegiatan yang sangat Islam anjurkan untuk memenuhi kebutuhan seorang muslim setiap harinya. Bahkan dijelaskan dalam banyak riwayat, bahwasanya para nabi juga bekerja. Maka, bagaimana dengan kita?

Dikisahkan, bahwa Nabi Muhammad SAW ketika kecilnya adalah seorang penggembala kambing. Saat masih kecil dan berada dalam tanggungan Pamannya, Abu Thalib, Rasulullah SAW menggembalakan kambing milik penduduk Makkah untuk meringankan beban pamannya tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah diutus seorang Nabi, kecuali dia adalah penggembala kambing.” Maka, para sahabat bertanya, “Engkau juga wahai Rasulullah?” Maka Rasulullah SAW menjawab, “Ya. Aku menggembalakan kambing dengan upah beberapa qirath dari penduduk Makkah.” (Hadits Riwayat Bukhari dalam Fathul Baari tulisan Ibnu Hajar 4/441. Dan Riwayat Baihaqi, dalam Dalaailun Nubuwwah 2/65)

Itulah masa kecil Rasulullah SAW, yang beliau gunakan untuk bekerja. Itu juga yang bisa kita ambil pelajaran bahwa pekerjaan apa pun yang dilakukan adalah baik. Begitu juga dengan menggembalakan kambing yang merupakan kebiasaan para nabi.

Ya, begitulah sebuah pekerjaan. Tak ada seorang pun yang berpangkat tinggi maupun rendah, kecuali akan bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Bahkan Nabi Daud yang merupakan seorang Nabi dan raja juga bekerja.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan yang ia makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Karena, Nabi Daud ‘alaihis salam dahulu bekerja pula dengan hasil kerja keras tangannya. ” (HR. Bukhari no. 2072).

Bahkan, disebutkan dalam hadits ini, mencari kerja dengan tangan sendiri sudah dicontohkan oleh para nabi seperti Nabi Daud ‘alaihis salam . Itulah mengapa, hasil dari jerih payah yang dilakukan oleh diri sendiri lebih baik daripada apa yang didapatkan dari orang lain.

Marilah kita belajar dari kisah seorang sahabat yang mulia; Salman Al Farisi sebagaimana dikisahkan oleh Khalid Muhammad Khalid dalam kitabnya “Arrijaal Haularrasuul”

Lihatlah laki-laki tua berwibawa yang sedang duduk di bawah pohon. Lihatlah bagaimana ia Asyik menganyam daun kurma untuk dijadikan keranjang. Laki-laki itu adalah Salman Al Farisi yang sedang kita bicarakan.

Perhatilkanlah lagi. Lihatlah gamisnya yang pendek, hanya sampai bawah lutut. Padahal, saat itu ia adalah orang yang disegani dan dihormati. Gaji yang diterimanya juga tidak sedikit; 4000-6000 dinar setahun. Namun, semuanya ia bagikan. Tidak sedikitpun ia ambil untuk kepentingan dirinya.

Dengarkanlah kembali perkataannya, “Aku membeli daun kurma seharga satu dirham. Daun itu kubuat keranjang. Kemudian kujual dengan harga tiga dirham. Satu dirham kugunakan untuk modal usaha, satu dirham untuk nafkah keluargaku, dan satu dirham lagi untuk sedekah. Meskipun Khalifah Umar melarangku melakukan hal yang demikian, aku tak mau menghentikannya.”

Itulah kisah salah seorang sahabat yang langsung dididik oleh Rasulullah SAW. Salah seorang dari generasi terbaik umat ini. Meskipun jabatannya adalah seorang gubernur yang mendapatkan gaji besar setiap bulannya, dirinya tidaklah mempergunakan gaji yang diberikan kepadanya itu. Bahkan, ia membuat keranjang dari dedaunan kurma dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan hasil dari membuat keranjang tersebut.

Itulah mengapa pekerjaan yang baik sangatlah dibutuhkan oleh seorang muslim. Bahkan seorang muslim harus bekerja dengan kemampuan apapun yang dia miliki. Ini lebih baik baginya, daripada harus meminta-minta kepada orang lain. Bahkan Rasulullah SAW tak suka dengan orang yang meminta-minta dan lebih menyukai orang yang giat bekerja.

Dari Zubair bin Awwam Rhadiyallahu Anhu, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Seseorang mengambil tali yang dimiliki olehnya, kemudian dia datang dengan membawa seikat kayu di atas punggungnya lalu ia menjualnya, maka Allah cukupkan dengannya wajahnya, lebih baik baginya daripada dia meminta-minta pada orang diberi ataupun tidak.” (Hadits Riwayat Bukhari, Ibnu majah. Dan ini adalah lafal Bukhari)

Ya, begitulah Islam. Islam adalah agama yang menyukai semangat dan perjuangan dalam menghadapi apa pun yang ada dalam kehidupan ini. Tak hanya berpangku tangan serta menerima dari apa yang orang lain berikan. Semangat dalam bekerja serta menebar kebaikan pada semua manusia terutama orang-orang muslim adalah yang Rasulullah perintahkan pada umat ini.

Rasulullah SAW bersabda, “Bersemangatlah melakukan hal yang bermanfaat untukmu dan meminta tolonglah pada Allah, serta janganlah engkau malas ” (HR. Muslim no. 2664).

Lalu, apakah pekerjaan yang terbaik? Pekerjaan terbaik adalah yang banyak memberikan kemanfaatan untuk orang lain. Maka, apa pun pekerjaan yang kita lakukan saat ini, bersemangatlah menjalaninya. Semoga Allah memberkahi setiap pekerjaan yang kita lakukan.

Jakarta, 22 Februari 2016