Behind The Scene ; Orang-orang Hebat Yang Tidak Terlihat

4
356
film islami

Oleh : Alya Adzkya

Apa yang membekas di benakmu saat menonton sebuah pertunjukan yang luar biasa? Apa yang paling membekas dalam ingatan kita? Tokohnya, jalan cerita, atau karakter yang ditampilkan?

Kebanyakan dari kita pasti akan dengan mudah mengingat orang-orang yang tampil hebat saat itu. Penampilan luar biasa yang bahkan tidak sempat membuat kita berkedip saking kagumnya.

Tahukah kita? Ternyata kesuksesan sebuah acara tidak lepas dari kiprah orang-orang di balik layar. Panitia, perancang acara, koordinator lapangan dan lainnya yang tidak terlihat. Disebut pun hanya sekedarnya. Selebihnya, mereka lebih banyak tidak disorot. Bagi mereka, cukup melihat senyuman merekah dari para audiens dan itu sudah membuat mereka bangga.

Nah, seperti itulah kehidupan ini berlangsung. Kita bisa saja memilih untuk menjadi penonton, tidak memedulikan orang lain. Egois dan mementingkan diri sendiri. Namun, tidakkah kita ingin hidup kita berarti? Menjadi pelaku dan ikut berpartisipasi dalam organisasi di masyarakat. Sedikit mementingkan urusan orang banyak, tidak ada salahnya, kan? Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita,

خَيْرُ النَّاسِ اَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.”  (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Jangan mau menjalani hidup biasa-biasa saja. Seolah ada dan tiadanya kita tidak berarti apa-apa. Berusahalah menjadi pribadi yang dibutuhkan. Di manapun dan kapanpun kita berada. Kehidupan dunia ini singkat, Kawan. Jangan kita siakan. Jika kita bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi oang lain, kebaikan kita membekas dalam ingatan, pahala kebaikan kita tetap mengalir meski kita tidak lagi ada di muka bumi ini. Orang-orang yang merasa terbantu dengan hadirnya kita, akan mendoakan kebaikan untuk kita yang sudah berada di alam yang berbeda dengan mereka.

Pilihan ada di tanganmu, Kawan. Ingin menjadi pribadi yang dinantikan hadirnya? Atau ada dan tiadamu tidak berarti apa-apa?