Awas, HOAX!

0
199
hoax

Oleh : Riska Kencana Putri

Berkembang pesatnya teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses sumber berita. Saking cepatnya, peristiwa yang terjadi saat ini bisa langsung tersebar beberapa menit kemudian melalui situs media online. Padahal dulu, untuk mendapatkan satu berita, masyarakat paling tidak harus menunggu beberapa jam sampai disiarkan di media elektronik seperti televisi atau radio.

Kecepatan penyebaran informasi yang demikian ternyata memberikan efek domino. Apa itu efek domino? Seperti sebuah mata uang yang memiliki dua sisi, keuntungan dan kerugian. Di satu sisi, kecepatan penyajian informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, di sisi lain bisa menjadi bumerang. Mengapa? Karena kita akan mudah terjebak situs abal-abal, yang memberikan informasi dari data yang tidak valid dan terkesan asal-asalan dalam memberitakan. Terlalu banyak spekulasi yang bisa menjerumuskan kita kepada fitnah.

Hati-Hati Hoax!

Hoax (pemberitaan palsu) seperti yang  dilansir dari Wikipedia, merupakan suatu usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengar untuk mempercayai sesuatu, padahal si pencipta berita palsu tersebut tahu kalau berita tersebut adalah palsu.
Ada banyak sekali contohnya. Salah satunya adalah foto ibu dan anak yang diklaim sebagai korban pembantaian kaum Budha di Rohingya ternyata adalah sebuah scene dalam film.

Jadi Pembaca Cerdas

Begitu banyaknya informasi yang tersebar di media sosial menuntut kita untuk lebih selektif dalam memilih berita. Alih-alih mendapatkan informasi bermanfaat, yang ada kita mendapatkan hoax.

Sebagai pembaca kita harus cerdas dalam melihat isi sebuah berita, jangan lantas latah dalam menyebarkannya. Memang meng-klik tombol share sangat mudah, tetapi pertanggungjawabannya yang tidak mudah.

Sebagai seorang muslim tentunya kita percaya akan adanya hari akhir, di mana setiap tingkah laku, hati, prasangka dan segala hal yang berkaitan dengan perbuatan kita akan ditunjukkan Allah di sana dan akan dimintai pertanggung jawaban. Demikian pula dengan aktivitas menyebarkan berita abal-abal yang belum tentu benar, apalagi ternyata itu hoax.

Allah SWT telah berfirman, “Pada hari ini, tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.” (QS. Al Mukmin : 17)

Menyebarkan pemberitaan yang belum kita ketahui kebenarannya bukanlah perkara kecil. Bukan saja mendekati fitnah, tetapi bisa berakibat yang lain. Pernahkah sekali kita berfikir, jika kita share atau broadcast berita hoax, maka yang mungkin timbul adalah kecurigaan, ketakutan, bahkan teror. Bukan hanya pemberitaan saja, bahkan masalah hadits dhaif dan hadits palsu pun sering kali ikut di-share puluhan ribu orang. Bayangkan saja, jika kita salah satunya, berarti kita turut mempertanggungjawabkan penyebaran hadits tersebut.

Firman Allah SWT, “Kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga, dan kamu menganggapnya sesuatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (QS. An Nur : 15)

Allah telah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa memeriksa dan mencari tahu kebenaran dari berita yang didapatkan. Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S Al Hujurat ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui kadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu.” 

Allah menciptakan manusia dengan dilengkapi akal, bukan sebagai pelengkap semata. Akal Allah berikan kepada hamba-Nya untuk berfikir. Dalam kasus ini, sudah jelas perintah Allah untuk memeriksa informasi yang didapat, apakah benar atau hanya sekedar hoax. Jika ragu dan tidak mampu mencari kebenarannya, maka tinggalkan, jangan latah untuk ikut menyebarkan.

 “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf : 18).

Wallahu a’lam bishawab.