Aku Mencintaimu Karena Allah

0
2519
aku cinta kamu

Oleh : Riska Kencana Putri

Cinta, satu kata yang tidak akan pernah habis untuk dibicarakan, bahkan meski sudah berulang kali dibahas. Bukan begitu?

Mencintai dan dicintai adalah fitrah yang Allah berikan kepada manusia. Dengannya kita bisa mengasihi dan menyayangi. Sebuah fitrah yang bahkan Rasulullah SAW sendiri bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. Tidakkah (kalian suka) aku tunjukkan pada satu perkara, jika kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!” (HR. Muslim).

Cinta Mulia, Mengantarkan ke Surga

Seperti apakah wujud cinta mulia, hingga iman tidak sempurna tanpanya? Apakah cinta sebatang coklat, yang diberikan oleh seorang pria kepada wanitanya (pacar) di tanggal 14 Febuari? Sungguh, cinta ini lebih besar daripada cinta Romeo dan Juliet, lebih hebat dari kisah Laila Majnun, lebih terkenal dari kisah Jack and Rose.

Sebuah cinta yang mengantarkan kita kepada surga. Cinta itu adalah cinta karena Allah.
“Ada tujuh golongang yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil; Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya; Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut denga masjid; Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah; Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, “Aku takut kepada Allah.”; Seseorang yang member sedekah tetapi ia merahasiakannya seolah tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kirinya; dan seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

doa dan cinta

Bagaimana Mencintai Karena Allah?

Mencintai karena Allah maksudnya mencintai seseorang karena ketaatan dan keimanannya kepada Allah. Semakin taat, semakin bertambahlah cinta kepadanya. Semakin ia bermaksiat, berkuranglah cinta kepadanya.

Lalu, bagaimana dengan yang terjadi sekarang ini? Ketika dua orang pemuda dan pemudi memiliki rasa cinta. Bagaimana membedakan cinta ini karena Allah atau bisikan setan semata?

Sungguh, di dalam hati hanyalah kita dan Allah saja yang tau. Sejenak merenunglah, berfikir lagi, apa ini cinta karena Allah atau hanya nafsu semata? Cinta karena-Nya tidak akan mengenal yang namanya patah hati, gundah gulana atau cemburu buta. Cinta karena-Nya tidak akan mampu menduakan perhatian kita terhadap Allah. Sesungguhnya, mencintai karena-Nya akan menambah kedekatan kita kepada Allah, bukan sebaliknya.

Apakah cinta jenis ini hanya diperuntukkan kepada dua orang insan saja? Pasti tidak. Ada banyak jenis cinta. Cinta kasih orang tua kepada anaknya, guru kepada muridnya, kakak kepada adiknya, bahkan mencintai tetangga bisa dikatakan sebagai cinta. Cinta itu luas, jangan dipersempit.

Ingatkah kisah cinta para pejuang Allah? Saat Bilal berucap “Ahad!” di tengah terik gurun pasir, dengan batu besar menindih tubuhnya. Imannya tak goyah oleh siksaan. Ketaqwaan ini mengantarkan Abu Bakar untuk membebaskannya. Ingatkah Ali ra, saat cintanya mampu menghadang maut demi melindungi Rasulullah SAW? Bagaimana dengan kecintaan kaum Anshar kepada kaum Muhajirin, mereka rela membagikan rumah, uang, perkebunan bahkan bisnis mereka dengan cuma-cuma. Apalagi kalau bukan cinta karena Allah?