Wanita Tercipta Untuk Dikasihi, Bukan Disakiti

0
8253
wanita bercadar

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah SWT dan Hari Akhir, hendaklah ia tidak mengganggu tetangganya. Jagalah pesanku tentang kaum perempuan agar mereka diperlakukan dengan baik. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika engkau berusaha untuk meluruskannya, tulang itu akan patah. Jika engkau membiarkannya, tulang itu tetap bengkok. Oleh karena itu, jagalah pesanku tentang kaum perempuan agar mereka diperlakukan dengan baik.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas menjelaskan bahwa Rasulullah SAW berpesan untuk tidak menyakiti kaum perempuan. Kaum perempuan tercipta dari tulang rusuk lelaki, bukan dari kaki untuk dialasi. Hargai dia, jika ia melakukan kesalahan tegurlah dengan kelembutan, bukan dengan amarah ataupun kekerasan. Sesungguhnya hati seorang perempuan itu sangatlah sensitif.

Terciptanya wanita ialah untuk melengkapi, menemani, juga untuk menyempurnakan kebahagiaan, bukan untuk disakiti. Dalam kehidupan rumah tangga, tidak jarang wanita menjadi pelampiasan kemarahan seorang suami. Namun, bukankah segala permasalahan bisa diselesaikan tanpa harus adanya kekerasan?

Duhai lelaki, sayangilah wanita jangan sia-siakan. 
Tanpanya tiadalah berarti hidup dan perjalanan ceritamu. 
Tercipta wanita dari rusuk lelaki
Bukan dari kaki untuk dialasi
Bukan dari kepala untuk dijunjung
Tapi dekat dibahu untuk dilindung
Dekat jua di hati untuk dikasihi
Engkaulah wanita hiasan duniawi

Lirik nasyid milik De Hearty ini menggambarkan betapa wanita memiliki peran tersendiri dalam kehidupan laki-laki. Ia bukan tercipta dari kepala untuk dijunjung, karena pada hakikatnya derajat wanita selalu berada di bawah naungan lelakinya. Melainkan ia tercipta dari tulang rusuk yang dekat dengan bahu, patut dilindungi, dijaga, dan jangan sampai terluka. Pun dekat di hati untuk dikasihi, bukan disakiti.

Karena apa? 

Karena wanitalah yang akan memberi kado terindah dalam perjalanan cerita di dunia. Wanitalah yang menghiasi kehidupan lelaki. Jangankan manusia, Nabi Adam pun sunyi bila tanpa Hawa.

Sayangnya, kebanyakan dari kaum lelaki tak menyadari akan keberadaan wanita yang sesungguhnya. Buktinya masih saja banyak lelaki yang melakukan kekerasan sesuka hati terhadap wanitanya dengan berbagai alasan dengan alasan dia banyak menuntut, banyak menentang kemauan suami, atau banyak bicara.

Para lelaki ketahuilah, makmurnya seorang istri itu bergantung dengan kewibawaanmu dalam membimbingnya, kesabaranmu dalam mendidiknya menjadi istri shalihah, dan juga menjadi tanggung jawab lelaki untuk menjadikan istrinya bidadari surga. Dengan menyakiti ataupun bertindak kekerasan sesuka hati tidak akan merubah wanitamu menjadi lebih lembut dan memenuhi segala apa yang kamu mau. Justru mereka akan lebih berani atau bahkan akan semakin terpuruk, hingga akhirnya keputusan dan tindakan fatal diambil oleh wanita.

Pada hakekatnya hati wanita itu lembut bagaikan sutera, ia mudah luluh juga mudah rapuh. Jadi, jangan heran jika wanita mudah meneteskan air mata. Bukan karena mereka berlebihan air mata, melainkan karena kelembutan hatinya yang menjadikan ia sebagai wanita perasa. Nah, disaat seperti itu wanita benar-benar rapuh dan peran lelakilah yang mampu memulihkan kembali kerapuhannya, dengan siraman kasih sayang dan untaian kata terindah, bukan malah mengeluarkan kata-kata buruk yang semakin membuat hatinya terluka.

Ketahuilah para lelaki, orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, terutama bersikap baik kepada istrinya. Seperti sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah r.a. Beliau SAW bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik perlakuannya kepada perempuan.” (HR. At-Tirmidzi, dan dia menilainya hasan shahih).

Jika kalian mengaku orang mukmin, mulailah untuk memperbaiki perlakuan kepada wanitamu. Sadarilah, peran ia sebagai wanita, ingatlah alasan kenapa dan untuk apa wanita diciptakan. Jangan samakan ia dengan seorang tawanan.

Penulis : Pipit Era Martina