Tentang Kualitas Tidur, Sudahkah Dijalankan?

0
177
kamar tidur

Oleh : Nida Usanah

WahidNews, Setelah satu hari penuh menjalankan aktivitas, tubuh atau raga kita pun perlu istirahat agar dapat segar kembali. Tidur merupakan cara terbaik untuk mengistirahatkan tubuh kita. Dengan tidur, tubuh dapat diremajakan kembali setelah penggunaan otot dan urat-urat untuk aktivitas setiap harinya.

Rasulullah SAW mengajarkan pada kita untuk melakukan tidur yang berkualitas. Bagaimana tidur berkualitas ala Rasulullah SAW dan yang ternyata terbukti baik untuk kesehatan?

1. Rasulullah SAW tidur lebih awal dan bangun lebih awal pula
Masih mengingat saran dari orang tua untuk bangun lebih awal agar rezeki kita tidak dipatok oleh ayam? Memang benar kiasan tersebut, karena ketika kita bangun lebih awal, maka kerja untuk mendapatkan rezeki bisa didapatkan dengan cepat. Berbeda dengan mereka yang malas-malasan. Menurut ilmu kesehatan, sangat baik ketika bangun lebih pagi, dimana udara masih segar dan baik untuk kesehatan. Sedangkan untuk tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang dapat menyebabkan kerusakan hati. Untuk itu, hindarilah agar tubuh kita tetap sehat.

2. Rasulullah SAW tidur dengan posisi miring ke arah kanan
“Rasulullah SAW apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
Posisi demikian memiliki manfaat yaitu mengurangi beban jantung. Hal ini karena posisi ini memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan (bawah) sehingga menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar akan lebih rendah. Dan denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah akan menurun. Jadi, posisi ini akan menjadikan tidur lebih berkualitas.

Selain itu, tidur posisi miring kemiring ke kanan dapat mengistirahatkan otak sebelah kiri. Banyak manusia menggunakan anggota tubuh kanan untuk melakukan segala hal aktivitas. Dengan posisi ini, maka otak kiri akan mempersarafi segala aktivitas tubuh bagian kanan agar terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur seperti pengendapan bekuan darah, lemak dan asam sisa oksidasi. Jadi, jika seorang terkena stroke yang berisiko adalah bagian kanan akibat kelumpuhan sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).

3. Rasulullah SAW tidur di ruangan gelap
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kalian tidur, maka padamkanlah lampu-lampu kalian. Sebab, setan-setan berkeliaran seperti tikus dan menabrak (lampu-lampu kalian) sehingga kalian terbakar.” [HR Ibnu Hibban]

Memang cahaya lampu (layar dari televisi)  dapat menyebabkan penurunan kadar hormon melatonin di dalam tubuh yang akan mempengaruhi penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit sehingga tubuh menjadi lemah. Ketika tidur dengan lampu hidup akan meningkatkan resiko kanker payudara dan prostat. Hormon melatonimlah yang mampu melindungi DNA kita dari oksidasi yang bisa menyebabkan kanker.

Untuk itu, mari jaga kesehatan kita dimulai dari cara tidur menurut tuntunan Rasulullah SAW.