Tataplah Masa Depanmu, Kawan!

1
204
masa depan

Tataplah Masa Depanmu, Kawan!
Oleh : Alya Adzkya

“Kehidupan ini bagai memilih pintu-pintu. Adakalanya saat kita berada di satu pintu, kita melihat pintu lain jauh lebih asyik untuk dimasuki. Saat kita memasuki pintu tersebut, ternyata pintu itu tak seasyik yang kita kira. Dan pintu yang tadi kita tinggalkan, jadi terlihat lebih asyik. Padahal, siapa yang bisa menjamin sebuah keasyikan?” (Dikutip dari Salah Masuk! karya Radinal Mukhtar Harahap)

Pasti kita pernah mengalami hal serupa gambaran di atas. Hidup ini seperti memilih sebuah pintu dari pintu-pintu kehidupan. Pintu yang kita tinggalkan, itulah masa lalu. Pintu yang terlihat menarik, itulah jalan kehidupan orang lain yang kita anggap lebih asyik. Sedangkan kita sendiri justru banyak tak bersyukur pada apa yang telah kita dapatkan dalam pintu kita saat ini.

Come on, Guys! Hidup itu apa yang kita jalani saat ini. Bukan apa yang telah kita lalui di masa lalu, atau apa yang dinikmati orang lain saat ini. Atau jangan-jangan kita masih saja menyesali apa yang tidak kita ambil di masa lalu?

Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah. Dan dalam setiap kejadian, pasti ada kebaikan. Berusahalah untuk hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan pada Allah. Jangan lemah! Jika sesuatu menimpamu janganlah berkata ‘Seandainya aku melakukan hal ini, pasti aku akan mendapat hal ini dan ini’. Tapi katakanlah; Sesungguhnya Allah telah menetapkan segala sesuatu. Karena sesungguhnya kata-kata pengandaian itu membuka pekerjaan syaitan (untuk menggoda manusia).” (H.R. Muslim, dalam kitab Bulughul Maram. Bab Targhib Fi Makarimil Akhlaq)

Nah, mari kita perhatikan kalimat awal pada sabda Nabi SAW di atas. “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” Allah lebih menyukai mukmin yang kuat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Tidak cengeng, lemah atau menyerah begitu saja. Dalam setiap kejadian pasti ada kebaikan. Ada hikmah yang bisa kita ambil. Ada pelajaran yang bisa mendewasakan kita di masa yang akan datang. Maka kita harus berusaha sembari terus meminta pertolongan Allah dalam setiap usaha kita.

Jangan lemah! Jangan mudah putus asa. Jangan biarkan dirimu terpinggirkan hanya sebuah masalah. Seorang muslim itu harus kuat. Harus mampu mennghadapi setiap masalah yang menerjang.

Allah melarang kita meratapi apa yang telah terjadi. Segala peristiwa yang terjadi merupakan kehendak Allah, bukan? Lantas, pantaskah kita menyesali apa yang telah terjadi? Saat kita mulai mengenang dan menyesali apa yang tidak kita lakukan di masa lalu. Saat itu pula syaithan beraksi. Membuat kita semakin terpuruk. Hingga mungkin mengkufuri nikmat yang telah Allah beri. Naudzubillah min dzalik…

Wake up, guys! Bangun! Hidup yang akan kita jalani ini mengharuskan kita untuk terus melangkah! Bukan terus melihat ke belakang. Biarlah masa lalu kita jadikan pelajaran agar lebih baik menjalani kehidupan di masa depan.

Berdirilah tegak, dan tatap masa depanmu Kawan!