Tak Kenal Maka Ta’aruf, Beneran Apa Modus??

1
719
pink

Oleh : Newisha Alifa

Assalaammu ‘alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Teruntuk jomblowan dan jomblowati,

Udah pernah ngajuin ta’aruf? Atau diajakin buat ta’arufan?

Sebelumnya, kita harus tahu dulu pengertian ta’aruf yang sebenarnya. Ta’aruf itu artinya PERKENALAN. Jadi, yang namanya ta’aruf itu nggak melulu soal perkenalan sama lawan jenis. Bisa ke sesama teman perempuan, atau ke sesama teman laki-laki.

Tapi baiklah, di Indonesia sendiri, sepertinya istilah ta’aruf sudah mengalami penyempitan makna. Ta’aruf cenderung dikenal sebagai proses perkenalan seorang perempuan dan laki-laki untuk menuju pernikahan. Jadi jika kedua belah pihak merasa cocok usai bertukar biodata dan saling mengenal, maka akan dilanjutkan ke proses khitbah atau pinangan. Baru deh, kalau udah khitbah, lanjut ke akad nikah. Jarak dari proses ta’aruf sampai akad juga nggak bisa lama-lama. Idealnya 3-6 bulan. Kalo ta’aruf, tapi baru mau nikah dua tahun kemudian sih, mending dari awal nggak usah pake nama ta’aruf MasBro, MbaSis. Modus itu namanya!

Eitsssss … tapi ini nih yang sering terlewat. Dalam ta’aruf seharusnya ada PE-RAN-TA-RA. Idealnya yang jadi perantara adalah murobbi (guru ngaji), atau dari pihak keluarga kita. Jadi, bukan ta’aruf namanya kalo nggak ada perantara!

#

Beberapa teman wanita saya, sempat ‘kecele’ dengan cowok-cowok yang mendekati mereka dengan alasan ta’aruf. Ta’aruf kok yaa, ke puncak boncengan berdua. Ta’aruf kok yaa, nonton ke bioskop berdua. Ta’aruf apaan tuh?

Especially dedicated for all single ladies… Lebih berhati-hatilah kalau ada lelaki yang tiba-tiba mendekatimu tanpa perantara dan ngajakin ta’aruf. Harus waspada kita. Jangan gegara udah pingin banget nikah, sembarang orang nawarin calon atau ada yang nawarin dirinya langsung, kita sontak berlonjak kegirangan dan manggut-manggut. Aduh!

#

ATM >> Amati Ta’aruf Menikah.

Adalah tema yang diusung oleh Ust. Felix Siauw bersama timnya tahun lalu, dalam penyelenggaraan satu seminar pranikah. Waktu itu narasumbernya ada Yulia Rahman, Oki Setiana Dewi beserta suami dan Teuku Wisnu. Iya, ngaku. Saya salah satu pesertanya.

Amati, ta’aruf, menikah… Ini konsepnya logis banget. Bukan tiba-tiba kirim message via inbox dan ngajakin ta’arufan. Lah, aneh banget. Saya rasa beberapa akhwat di sini mungkin pernah mengalaminya.

Bukannya mau su’udzan nih. Tapi kalo buat kaum hawa, yang namanya WASPADA itu perlu banget. Sudah bukan sekali dua kali kejadian, kasus penipuan oknum lelaki bandel yang nyamar jadi ikhwan mempesona, terus sukses menipu akhwat yang tulus dan nggak biasa berhubungan sama laki-laki. Dari cerita teman saya, oknum kaya gini nggak cuma ngincer wanita single, tapi juga yang SUDAH BERSUAMI!

#

Ini sih sekadar usulan aja dari saya buat pihak yang mau mengajukan proposal ta’aruf, pun bagi yang sekiranya akan menerima tawaran tersebut. INGAT, KALIAN BUTUH PERANTARA!

Coba perhatikan, si ‘target’ ini biasa akrabnya dengan siapa? Usahakan cari perantara yang selain amanah, juga sudah berumah tangga, untuk menghindari adanya fitnah. Nah, coba dah tuh tanya-tanya sama teman akrabnya. Kira-kira target kita orangnya gimana? Kualifikasi pasangan yang diharapkannya seperti apa? Jika dari informasi yang diberikan semakin mantap, bisa kita minta tolong temannya ini untuk jadi perantara. Bahasa gaulnya : Mak/Pak Comblang!

Tugas si perantara ini juga nggak bisa dikatakan mudah. Dulu pas jadi Mbak Comblang, biasanya saya pelajari dulu kedua karakter yang mau saya comblangin. Kira-kira bisa berpotensi jadi nggak nih? Kira-kira keduanya sama-sama orang baik nggak nih?

Jika dia benar teman, bahkan sahabatmu, dia pasti ikut menyeleksi orang yang hendak menjadi pasanganmu. Bukan asal ngomporin cepet nikah. Asal nawarin calon tanpa pertimbangan. Parah! Kalau sampe gagal pernikahannya kan kasihan!

#

Ketika tawaran ta’aruf itu datang dari temanmu, pelajarilah profil si pria/wanita ini. Bisa saja proposal ta’aruf datang dari pihak wanita duluan. Siapa tahu, pria yang dituju begitu pantas untuk diperjuangkan? Makanya wanita ini memilih untuk maju duluan seperti kisah cintanya Ibunda Khadijah bersama Nabi Muhammad SAW.

Yaa, terus diistikharahin tuh. Mau coba dengan niatan ikhtiar, atau langsung merasa cocok atau nggak sama si dia? Istikharah dengan khusyu’. Minta Allah berikan petunjuk, supaya kita nggak salah ambil keputusan. Libatkan Allah dalam usaha kita. Jangan sombong! Merasa sudah yakin dengan keputusan kita tanpa bertanya Allah ridha atau tidak?

Semoga bermanfaat bagi para pembaca yang hendak menjalankan proses ta’aruf. Aamiin.

Terima kasih sudah berkenan membaca.

Wabillahi taufiq wal hidayah.

Wassalaammu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

01 Jan 2016