Tabungan Dosa

0
322
dosa

“Tabungan Dosa”
Oleh : Nasyiatul Laili

Sahabat …
Cobalah kita berpikir sejenak.
Kita lihat apa yang ada pada diri kita, dan apa yang tubuh kita lakukan dalam memenuhi nafsunya.

Mulut dan lidah.
Tidakkah kau sadari?
Berapakah insan yang kau lebur kisahnya dalam sehari?
Berapakah insan yang kau sakiti hatinya dalam sehari?
Berapakah insan yang kau perlakukan kejam dalam sehari?
Andai dosa dapat kau hitung, sudah berapakah tabungan dosa yang kau miliki?

Mata.
Sudah berapa kali kau melirik lawan jenis yang menawan hati?
Sudah berapa kali kau perangi nafsu dalam sehari?
Sudah berapa kali kau merekam yang baik dalam sehari?
Sahabat … jika kau dapat menghitung dosa, berapakah tabungan dosa yang kau miliki?

Telinga.
Apa saja yang kau dengarkan dalam sehari? Sudahkah kau dengarkan Firman-Nya dalam sehari?
Sudahkah kau gunakan ia untuk mendengarkan nasehat untuk perbaiki diri?
Apakah hanya hal buruk yang kau dapatkan dalam sehari?
Sahabat … jika kau dapat menghitung dosa, berapakah tabungan dosa yang kau miliki?

Tangan.
Sudah berapa kali kah kau berbuat baik dalam sehari?
Sudah berapa kali kah kesalahan yang kau perbuat dalam sehari?
Sahabat cobalah jika kau dapat menghitung dosamu, berapakah tabungan yang kau miliki?

Kaki.
Dimana saja kah kau pijakkan kaki mungil yang kau miliki?
Sudahkah kau datangi Mimbar yang penuh ilmu Illahi?
Adakah kau jejakkan kaki untuk berbuat hal yang keji?
Sahabat … jika kau dapat menghitung dosa, berapakah tabungan dosa yang kau miliki?

Sahabat …
Andaikan dosa benar-benar diperlihatkan oleh Allah, coba kau jumlahkan semua tabungan dosa yang kau miliki dalam sehari.
Sanggupkah kau untuk menampakkan diri?

Sudahkah kau sadari dosa yang tak terlihat kini menguasai jiwa dan diri?
Hingga tak terasa hati menjadi dangkal dan suka dengki.
Sudah kah kau tahu bahaya penyakit hati?

Sahabat …
Marilah introspeksi diri agar kita dapat menjadi pribadi yang baik dari hari-hari yang telah terlewati.
Jika tak mampu mengurangi dosa setiap hari, setidaknya kita dapat menjaga diri.
Jaga lisan dan juga hati.
Semakin banyak mulut berkomentar sana-sini, tentu banyak pula tabungan yang membebani diri.