Sering Dicap Negatif, Ternyata BMI Hong Kong Punya Banyak Karya

1
181
bmi hongkong

WahidNews, Banyak media mengabarkan tentang hal-hal yang buruk tentang para BMI (Buruh Migran Indonesia) yang bekerja di Hong Kong. Padahal berita itu tidak sepenuhnya benar. Tidak seluruh isi Negeri Beton dihuni oleh para L**b*a* yang berwarganegaraan Indonesia.

Adanya fenomena kemaksiatan seperti itu, sebaiknya tidak kita pandang dengan penuh sinisme.  Kita bisa mengingatkan, ya mari kita ingatkan mereka dan ajak menuju jalan yang lebih terang dalam Ridho Alah Subhanahu wa Ta’ala.

Dengan memeluk mereka, menggandeng dan mengarahkan perlahan secara halus. Bukan dengan cara menjahui ataupun justru menghina dan menjatuhkan. Dalam hal ini justru kita kadang malah membuat mereka semakin jatuh dengan membeda-bedakan kalangan. Ada yang memang sejak kecil mempunyai kelainan, namun ada pula yang hanya melampiaskan hawa nafsunya terhadap sesama.

Dan itulah manusia yang memang tidak sempurna.  Bukan hanya dari segi itu keburukan yang di cap kepada BMI HONG KONG, dengan beberapa dari mereka yang menjalin hubungan dengan orang-orang Bangla yang berkulit hitam. Hal ini juga menjadi tamparan pedas, karena dampak negatifnya juga kena kepada kami yang tidak tahu apa-apa dan tentunya tidak pernah melakukan hal itu.   Allahuakbar!  “Apa kalian tahu? Bahwa para BMI HK juga punya prestasi?” tentu hanya sedikit masyarakat yang bukan BMI mengetahui hal ini. Bagi pandangan mereka sudah pasti identik dengan hal negatif. Dari seorang BMI yang dipandang rendah, banyak yang mampu menyandang Sarjana, Desayner, Penulis bahkan Sutradara.

Ada salah satu organisasi yang di dalamnya adalah para wanita-wanita yang mempunyai multitalenta, dan akupun bergabung di dalamnya yaitu Forum Lingkar Pena Hong Kong. Di dalam organisasi yang di ketuai oleh Anna Ilham ini ada beberapa yang sukses menjadi jurnalistik dan kontributor berita berbahasa Indonesia yang terbit di Hong kong. Bahkan ada yang mempunyai kemampuan memainkan alat musik, dan mempunyai grup band. Diapun bukan sosok yang metal, glamour, gadis sederhana yang juga Mahasiswi UT Hong Kong ini berhijab. Hijab bukanlah halangan baginya untuk berprestasi, bahkan tulisan-tulisannya sering dimuat di berbagai media. Sebut saja gadis itu Riana Dewi. Sosoknya sudah lumayan banyak dikenal dalam kalangan BMI.

Adapula yang sudah mampu menerbitkan karyanya dalam bentuk buku. Inilah fakta dari beberapa secuil prestasi yang tidak dipandang oleh masyarakat di luar sana. Bukan hanya Flp Hk saja, masih banyak organisasi-organisasi yang ada di Negeri Beton ini, yang positive dan mampu melahirkan orang-orang yang berprestasi dan berpendidikan. Seperti halnya majlis-majlis ta’lim yang isinya wanita-wanita muslimah. Bahkan sekarang ini lagi maraknya belajar tentang ilmu pengobatan metode Nabi yaitu Bekam. Tidak hanya itu, beberapa dari BMI HK juga pandai berkreasi menghasilkan kerajinan tangan dari bahan bekas seperti sisa-sisa kaleng minuman.

KJRI HK sendiripun, sering mengfasilitasi kursus-kursus gratis di sana. Bahkan beberapa Bank-bank Indo yang ada di Hong Kong menyediakan tempat belajar atau sekolah untuk berwirausaha.

So, jangan pandang BMI sebelah mata! Kamipun mampu berkarya. Tanpa menggadaikan iman dan tetap dalam lingkup kewajaran syareat islam.

Salam Damai.

Putri Hawa, Hong Kong