Sakit Yang Menghapuskan Dosa-Dosa

0
436
sakit

Oleh : Aannisah Fauzaania*

Seorang akhwat pernah bertanya dalam keluhnya padaku, “Mengapa Allah begitu tega, ty? Kenapa harus aku yang ditimpakan sakit ini?”

“Sabar ukh.. Allah pasti punya hikmah terbaik di balik semua skenario yang terjadi di dunia ini.”

“Tapi aku sudah lelah setiap hari harus berjuang meredam nyeri, aku nggak mau seperti ini terus ty. Apa Allah ndak sayang sama aku ya ty?”

Kemudian bulir dari sudut matanya mengalir deras, ia masih terus merasa kesulitan menghadapi rasa sakitnya seorang diri. Jiwanya terasa begitu kosong, padahal jika ia mau menyadari, ada Allah yang tak akan pernah pergi.

Seringkali kita menemukan sahabat atau orang-orang di sekitar kita berkata demikian. Mengapa harus aku yang ditimpakan sakit? Mengapa rasanya harus sedemikian perih? Apakah Allah memang tak sayang pada kita?

Astaghgirullahaladzim.. husnudzonlah sahabat, Allah lebih mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Allah yang memberikan kita sakit, ia pula yang akan memberi kesembuhan. Maka tak patut bagi hati kita untuk mengeluh bahwa Allah tak sayang kita, Allah tak adil, sesungguhnya Allah begitu cinta pada tiap hambanya, bahkan pada hamba-hamba yang telah jauh melupakan, Allah pun tetap berusaha mendekat.

Banyak dari kita yang tidak mengetahui, bahwa sakit merupakan salah satu nikmat dari Allah. Mengapa saya sebutkan nikmat? Karena di dalamnya terdapat banyak hikmah dan keuntungan bagi si sakit. Mungkin saat kita tengah merasa sakit, Allah tengah rindu pada kita yang terlalu sibuk akan urusan dunia, maka Allah berikan sakit agar kita bisa kembali beristighfar mengingat-Nya. Atau mungkin Allah ingin menguji seberapa besar tingkat kesabaran kita untuk dinaikkan derajat kemuliannya, atau bisa pula Allah ingin membantu menggugurkan dosa-dosa kita jika kita ikhlas menjalani sakit yang diberikan. Wallahualam, namun sebaiknya senantiasa menanamkan prasangka baik akan lebih mendamaikan hati.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.” (Riwayat Abu Imamah al Bahili)

Dalam hadist lain, Rasullullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”

Allah memerintahkan :

Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.

Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.

Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.

Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya, maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Ketika Allah akan memberikan kesembuhan untuk seorang mukmin itu, Allah memerintahkan kembali malaikat pertama, kedua, dan ketiga untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat makanan di mulutnya, dan kecerahan pada wajahnya.
Namun untuk malaikat keempat, Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

MasyaaAllah, begitu besar kuasa Allah bagi hamba-hambanya yang mau bersabar menghadapi sakit.

Jadi sahabat, berhentilah mengeluh ketika sakit mulai sekarang.
Perbanyak membaca istighfar, jalani dengan sabar dan ikhlas, kemudian banyak berdoa semoga sakit yang ditimpakan pada kita akan menjadi penggugur dosa-dosa yang lampau. Siapa yang tak ingin kembali putih dan suci? Semuanya tentu ingin bisa menghapuskan dosa-dosa kan.

Begitu besarnya kasih sayang Allah pada kita, hingga dalam suatu kesulitan pun Allah masih menyelipkan kenikmatan yang begitu besarnya. Kita yang setiap hari masih saja belum sempurna ibadahnya, namun Allah selalu memberi kemudahan untuk bisa mendapat kenikmatan.

MasyaaAllah, semoga kita akan selalu menjadi hamba-hamba yang diridhoi olehNya, aamiin.


*Aannisah Fauzaania, seorang pegiat aksara dari tanah ampera.