Rezeki yang Sering Tak Kita Syukuri

0
248
pasar

Oleh: Aannisah Fauzaania

Sahabat, dalam kehidupan sehari-hari kita tentu sangat sering mendengar kata rezeki. Rezeki yang halal, rezeki yang baik, rezeki yang banyak. Selama ini, rezeki selalu diidentikkan dengan uang. Padahal jika kita mau menelaah lebih dalam dari substansinya, rezeki ternyata tak hanya selalu tentang uang.

Dilansir dari KBBI, pengertian rezeki sendiri yaitu segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah. Makna berikutnya adalah penghidupan; pendapatan (uang dan sebagainya untuk memelihara kehidupan); keuntungan; kesempatan mendapat makan.

Ada satu kalimat yang memiliki makna luas, “Segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh tuhan).” Yang dipakai untuk memelihara kehidupan tentu saja bukan hanya uang, kan! Ternyata jika kita selami maknanya, rezeki pun bisa berbentuk banyak nikmat lain.

Apa sajakah itu? Nikmat lain tersebut diantaranya adalah rezeki kesehatan. Siapa yang ingin sakit berlama-lama? Semua orang tentu ingin sehat agar bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. Bisa pergi bekerja, bisa pergi ke sekolah dan dapat merasakan lezatnya makanan. Bayangkan jika Allah tak memberikan rezeki sehat, kita tentu akan kesulitan karena harus merasakan sakit, harus pergi ke dokter yang biayanya pun tak sedikit, harus istirahat yang berarti bagi pekerja tak lagi bisa mencari uang. Begitu pentingnya rezeki kesehatan bagi kita sehingga dalam setiap harinya memang harus disyukuri lebih banyak lagi. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah.

Rezeki kedua yang patut disyukuri pun yaitu kehidupan keluarga yang tentram dan bahagia. Semua orang menginginkan kehidupan keluarga yang tentram. Bisa setiap hari bercengkrama dengan kedua orang tua. Rumah yang dipenuhi kasih sayang, pembentukan nilai karakter yang baik. Bayangkan jika Allah tak memberikan rezeki ini, kita harus berkeluh kesah setiap hari karena tak bisa seutuhnya mendapat kasih sayang orangtua, atau melihat orang tua bertengkar, atau kita merasa tak nyaman untuk pulang ke rumah sendiri. Padahal sebuah pepatah mengatakan, “Rumahku adalah surgaku”. Keluarga harusnya bisa menjadi sebaik-baiknya tempat berpulang setelah Allah SWT.

Rezeki ketiga yaitu nikmat iman dalam Islam dan jiwa yang bersih. Kita terlahir sebagai seorang muslim/muslimah juga suatu rezeki besar lho! Sedari dini kita telah diajarkan orang tua untuk mencintai Allah, diajarkan untuk menjadi ahli syurganya. Bayangkan, jika Allah tidak memberi rezeki ini, kita harus melewati proses panjang untuk dapat memperoleh hidayah menjadi mualaf, harus ekstra belajar sejak dini untuk mencintai Allah, belajar membaca Al-qur’an, belajar menyesuaikan diri. Terlahir sebagai seorang muslim menjadi hal yang patut kita syukuri sepenuh hati.

Kemudian rezeki anak yang shalih. Setiap orang tua tentu menginginkan putra-putrinya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Pertumbuhan anak dipengaruh paling besar selain dari keluarga, juga dari lingkungan. Ketika seorang anak mulai belajar bersosialisasi, mereka akan dapat memilih bagaimana mereka ingin membentuk diri. Dan ketika Allah telah memilih untuk melembutkan hati anak tersebut agar bisa taat, bertaqwa dengan menjalankan apa yang diperintahkan agama dan menjauhi apa yang dilarang, insya Allah ia akan tumbuh menjadi seorang yang shalih/shalihah. Menjadi seorang anak yang tak pernah putus mendoakan orangtua, memohon agar kelak ayah ibunya bisa terpilih masuk ke surga.

Rezeki berikutnya yaitu memiliki sahabat yang baik. Ketika kita tengah berada dalam kesulitan, ada seseorang yang selalu mau membantu. Dalam suka maupun duka ia yang selalu berada di samping jiwa. Allah mengirimkan pertolongannya melalui perantara seorang manusia, itulah sahabatmu yang senantiasa setia. Allah memberikan rezeki ini agar kita tak merasa sendiri di dunia fana ini. Alhamdulillah.

Ternyata rezeki bisa berwujud dalam berbagai bentuk. Masya Allah, begitu besarnya kuasa Allah. Sebagai hamba yang mencintainya kita pun harus lebih banyak lagi mensyukuri diri, atas begitu banyaknya rezeki yang telah Allah beri. Lebih banyak lagi memuji Sang Illahi.

Semoga kita semua senantiasa menjadi hamba yang diridhai-Nya. Aamiin.