Rayuan Dunia Di Negeri Hong Kong

1
276
hongkong

WahidNews, Ketika datang pertama kali di Negara Hong Kong dan berjalan-jalan di Victory Coswebe Hong Kong, maka di situ akan kita dapati banyak warga Indonesia sedang duduk di pinggiran trotoar untuk berlibur. Mereka bukan pengemis atau gembel jalanan yang tidak punya tempat tinggal, namun mereka adalah BMI (Buruh Migran Indonesia) yang sedang menghabiskan waktunya selama sehari setelah seminggu berada dalam rumah majikan untuk bekerja. Memang benar bahwa di Hong Kong terkenal dengan Negara bebas dan paling cocok bagi mereka yang ingin bekerja sambil berhura-hura.

Banyak macam orang akan kita jumpai di sini. Dari berbagai model dandanan yang menor seperti artis ataupun yang biasa saja. Ketika datang pertama kali ke tanah Victory mata kita akan di suguhi dengan pemandangan yang sangat glamour dan akan membuat anda terheran-heran. Seperti pengalaman pertama ku 3 tahun yang lalu. Ketika masih 2 bulan di Hong Kong, ada seseorang teman mengajak ku untuk berlibur bersama di Victory. Setibanya di sana sungguh membuatku terkejut dengan adanya para manusia-manusia penghuni bawah jembatan. Mereka semua adalah perempuan namun dandanannya persis menyerupai laki-laki. Kala itu, akupun sebenarnya masih tomboy, namun tidak seperti mereka yang ada di sana.

Setelah aku telusuri mereka kebanyakan berubah setelah menginjakkan kaki di Negeri Beton ini.   Ada yang karena faktor sakit hati dan ada pula yang hanya ikut-ikan Trendy. Miris bila melihatnya, hubungan sesama jenis yang jelas-jelas ditentang oleh Agama Islam menjadi halal dan kenikmatan tersendiri bagi mereka. Maksiatpun ada di sepanjang pinggir jalan dan pojok-pojok Victory. Islam hanya agama dalam identitas, namun kelakuan tersebut mencerminkan bahwa mereka seakan tidak mengenal Agama. Namun ada beberapa gerombolan wanita-wanita muslim di sana. Bila iman tidak kuat maka lebih baik jangan datang ke Hong Kong. Wanita baik dan lugu bisa berubah menjadi wanita yang sangat tidak bermoral dengan mengumbar aurat dimana-mana.

Ketika melihat wanita berhijab dan bercadar maka pendapat sebagian dari mereka adalah sok alim. Hanya karena bekerja dengan orang China banyak yang menggadaikan iman. Bahkan ada yang bilang ‘Sok suci’ sedangkan setiap hari memegang daging babi. Entah virus apa yang membuat mereka semua berubah. Pengaruh buruk sangat kuat disini. Ini hanya sebagian kecil saja dan masih banyak lagi bila di bahas.  Rizki Allah yang mengatur, jadi ketika kita memilih mempertahankan kewajiban sebagai Muslimah yaitu hijab, maka percayalah bahwa Allah akan memberikan pertolongan dan jalan. Jangan karena rayuan agency bila memakai hijab sulit mendapatkan job, lantas imanpun digadaikan hanya demi mencari pekerjaan.

Wahai sahabat, ketahuilah bahwa banyak orang-orang China yang faham akan agama kita. Jadi pokok intinya adalah dari diri sendiri. Jika kalian keukeuh dengan iman di hati, maka tidak akan ada kata ”Majikan ku tidak mengijinkan ku berhijab” sesungguhnya semua tergantung pada diri sendiri. Serahkan semua pada yang menciptakan kita, karena sekeras apapun hati tetaplah Allah peluluhnya.  Seandainya anda para ibu ataupun wanita yang berada di Indonesia, jika kiranya di tanah air sudahlah cukup jangan pernah tinggalkan keluarga hanya demi mengejar harta lebih.

Manusia tidak akan pernah merasa cukup bila tidak bersyukur. Syukur tetaplah kunci dalam menjalani hidup agar kita tidak kufur ni’mat. Sekali lagi pesan saya, bila iman tidaklah kuat, jangan coba-coba datang ke Negeri yang mempunyai sejuta pesona ini. Seorang guru ngajipun bisa berubah seperti primadona. Kembali pada sang Ilahi yang mampu membolak balikkan hati. Semua ada pada-Nya.  Wallahu’alam bissowab  

Salam Para Sahabat

Hong Kong 19-01-2016
 
Putri Hawa