Pendapat Anda, Anak Adalah Aset, Yang Perlu Diluruskan!

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

WahidNews, Anak adalah aset yang tak terhingga bagi orangtua. Merekalah generasi penerus yang akan mewarisi dan meneruskan perjuangan orangtuanya. Mengapa anak bisa dikatakan asset bagi kedua orangtuanya? Dalam hadits shahih Nabi SAW bersabda
عن ابى هريرة (ر) أنّ رسول اللّه (ص) قال: إذا مات الإنسان انقطع عمله الاّ من ثلاثة صدقة جارية وعلم ينتنفع به وولد صالح يدعوله
“Jika seorang meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu: shodaqoh jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak sholeh yang mendoakannya (HR. Muslim)”
Selama ini banyak dari kalangan orangtua yang salah dalam hal memahami posisi anak, anak yang sejatinya memiliki hak untuk belajar, diberikan pendidikan layak demi kehidupan yang baik, terkadang dituntut untuk harus menjadi orang besar, berjabatan tinggi, berpenghasilan yang banyak.

Yang lebih memilukan adalah ada sebagian orangtua yang menuntut balas budi si anak dari apa yang telah dikorbankan selama membesarkannya dengan cara meminta balasan berupa materi, hal ini tak ubahnya anak dianggap hanya sebagai robot yang ia gunakan sebagai alat pemasukan, pekerja yang dapat dimanfaatkan.

Permasalahan di atas biasa muncul karena niat awal di faktor pendidikan, banyak orangtua yang lebih senang memasukkan anak di dunia pendidikan umum daripada dunia pesantren. Sehingga setelah lulus dari jenjang sekolah tinggi seakan anak harus menjadi seseorang yang berprofesi sesuai dengan pendidikan yang ditempuhnya. Inilah niat pendidikan karena faktor komersil, bukan karena niat tulus mencari Ridha Allah Swt. Bayangkan yang terjadi disekitar kita, orangtua yang anaknya lulus dari pendidikan tinggi umum (misal wisuda sarjana) akan lebih bangga dibanding anaknya lulus dari dunia pesanteren.

Anak adalah aset bagi orangtuanya mempunyai dua sisi positif dan negatif, jika orangtua mampu membentuk anaknya menjadi walaadun shoolihun maka akan menjadi aset positif bagi kedua orangtuanya, namun jika anak tersebut menjadi anak durhaka, suka melanggar larangan-larangan agama maka bisa dipastikan akan menjadikan aset negatif bagi kedua orangtuanya, yang akan membawa kerugian baik di dunia maupun akherat. Anak akan menjadi sholeh apabila ia didekatkan oleh ajaran agamanya, dan itu bisa terwujud apabila dimasukkan ke pesantren-pesantren atau madrasah diniyyah. Dengan demikian, harusnya orangtua yang anaknya belajar di Pesantren harus lebih bangga dengan yang belajar di sekolah umum karena akan menjadi aset positif baginya.
Dalam sebuah hadits dikatakan
الجنّة تحت أقدام الأمّهت …. (روه احمد و النّساء و ابن ماجه و الحاكم)
“Surga itu di bawah telapak kaki ibu” (HR. Ahmad, An nasa’i, Ibnu Majah, dan Hakim)

Dalam pandangan penulis, jika hadits itu ditujukan kepada anak, maka ia wajib taat dan patuh terhadap perintah orangtua selama itu tidak melanggar syariat agama. Namun, jika hadits ini ditunjukkan untuk orangtua, maka hendaknya orangtua harus melakukan hal-hal yang dapat menciptakan dan menghantarkan surga pada anaknya. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkenalkan agama secera baik kepada anak, sehingga pendidikan agama terhadap anak menjadi prioritas bukan hanya selingan atau diberikan padawaktu lengang. Kebanggaan pun harusnya muncul dari orantua yang anaknya lulus dari dunia pesantren bukan hanya pendidikan umum, karena peluang orangtua yang mempunyai anak lulusan pesantren akan lebih mempunyai aset positif dikehidupannya yang akan datang. Anak tidak hanya dieksploitasi secara materi namun juga akan menyelamatkan kehidupannya baik dunia maupun akhirat. Wallahu a’lam

Ditulis Oleh : Sarah Ufaira

1 COMMENT

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com