Kujual Sepertiga Malamku untuk membeli Kekuatan dari-Mu

1
503
sholat tahajud
Oleh : Sri Bandiyah

‘Sungguh bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa), dan (bacaan di waktu itu)lebih berkesan.’ (Al-Muzammil : 6)

Lama aku memikirkan ayat yang baru saja aku baca beserta artinya. Akhirnya kutanyakan maksud dari ayat tadi pada Nia sahabatku, gadis cantik dengan kerudung menjuntai.

“Tahajud itu, bikin kita merasa mempunyai energi luar biasa untuk berkarya di hari berikutnya,” Dengan semangat Nia menyampaikan pengalamannya. “Awal aku  tahajud juga hanya coba-coba karena saat itu aku dilanda galau dan tidak bisa tidur. Setelah beberapa kali bangun malam dan tahajud, aku merasakan ketenangan. Tidak lagi galau dan uring-uringan.” Senyum Nia mengembang.

Bahkan ketika dakwah Nabi memasuki fase dakwah terang-terangan, ayat yang Allah turunkan adalah surat Al-Mudatsir 1-7. Dalam ayat itu, Allah memerintahkan kepada Nabinya untuk bangun. “Wahai orang-orang yang berselimut, bangunlah, lalu beri peringatan.” Ayat ini menegaskan bahwa bagi seseorang yang akan memikul tanggung jawab besar berupa dakwah, maka baginya tidak ada lagi ranjang hangat. Tidak ada lagi kata santai. Karena sejak dakwah diserukan bagi seluruh manusia, maka tugas dakwah menuntut kita untuk terus terjaga dan berjuang. Tidak ada kata berhenti hingga kaki ini menginjak syurga.

Beratnya tugas dakwah itu, menuntut seseorang untuk mendapatkan kekuatan maha dasyat. Kekuatan yang tidak redup meskipun banyak orang mencemooh. Semangat yang terus menyala walaupun kita dianggap sok alim, sok perduli urusan orang. Nah kekuatan dasyat itu, salah satunya bisa kita peroleh dengan sholat malam atau sering disebut tahajud.

“Tapi kan aku bukan mau dakwah Nia.” Belum selesai aku bicara, Nia dengan semangatnya yang menyala-nyala meneruskan penjelasannya.

Ukhti solihah….

kita semua yang diciptakan Allah dan mengaku sebagai hamba-Nya, adalah para pendakwah. Nggak percaya? Nih, dengar baik-baik ya….dakwah itu kan artinya menyeru. Menyeru kepada siapa? Menyeru kepada jalan yang lurus yaitu jalan Islam. Dakwah itu ada tingkatannya.

1.Dakwah yang paling pertama kali adalah dakwah pada diri kita sendiri. Bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa perang yang paling berat adalah perang melawan hawa nafsu. So, kamu butuh energi besar untuk mendakwahi dirimu sendiri agar menang melawan hawa nafsu.

2.Dakwah yang kedua dan ini kamu juga pasti ambil bagian di dalamnya, yaitu dakwah kepada keluarga. Dalam surat At-Tahrim : 6, Allah memerintahkan kita untuk menjaga diri dan keluarga kita dari api neraka. Tahu bagaimana menjaganya? Ya dengan dakwah. Ajak keluarga kita mengenal Allah, menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Taat dan selalu taat.

3.Dakwah masyarakat. Mungkin kamu akan bilang, loh aku kan bukan ustadzah yang suka ngisi pengajian di masyarakat. Okelah kamu tidak pernah isi pengajian atau apalah, tapi apa kamu sadar perilakumu di masyarakat juga merupakan bagian dari dakwah. Coba deh pikirkan, saat ini banyaknya anak usia sekolah yang pacaran, para remaja meniru gaya artis korea, dan ibu-ibu yang mulai suka gossip itu awalnya dari mana? Pasti kamu akan jawab dari TV. Jawabanmu betul, tapi ada yang lebih dasyat dari pada pengaruh TV yaitu perilaku orang-orang di sekitar kita. Saya yakin jika ada sosok sholih di masyarakat dan ia menawarkan trend busana dan perilaku yang islami juga memberikan contoh bagaimana bertetangga yang baik, masyarakat akan dengan senang hati menjadikan kita sosok teladan. Mereka akan datang untuk bertanya, atau bahkan mungkin meminta masukan dan saran tentang kondisi keagamaan mereka. Dan lagi-lagi kamu butuh kekuatan untuk melayani masyarakat. Butuh kekuatan supaya kesholihanmu tidak hanya kamu nikmati sendiri.

4.Yang terakhir, dakwah Negara. Kalau yang ini mah asal nomer 1, 2, dan 3 jalan insya Allah…Negara gampang deh.

“Begitukah?” Akhirnya hanya pertanyaan itu yang bisa aku ucapkan.

*******

Satu bulan dari penjelasan Nia, akhirnya aku mencoba melakukan sholat tahajud. Memang saat itu, niat awalnya hanya ingin membuktikan perkataan Nia. Ternyata oh, ternyata….
Tahajud itu….

Bikin pikiran fres, karena di saat tahajud, kita punya waktu untuk curhat sejujur-jujurnya sama Allah. Dzat yang tidak akan membocorkan rahasia kita. Bahkan Ia akan memberi solusi dari masalah kita. Kalau belum percaya, coba dulu ya. Habis itu yakin deh ketagihan.

Bikin badan sehat dan tambah cantik. Udara pagi sebelum subuh, memberi pengaruh pada produksi sel darah merah. Akibatnya wajah kita menjadi lebih merona alami. Peredaran darah lancar karena saat sholat kita melakukan gerakan-gerakan yang sudah teruji secara ilmiah membuat badan jarang sakit. Dengan catatan, sebelum tahajud kita tidak bergadang.

Tentu saja yang paling penting, khualitas spiritual kita menjadi meningkat. Kita menjadi pribadi yang kuat dan siap bertarung mengalahkan hawa nafsu, menyebar kebaikan di masyarakat dan tentu saja mengharap kasih sayang dan rahmat Allah SWT.

So, tunggu apa lagi?

“Aku ikrarkan janji ini ya Allah…aku jual sepertiga malamku untuk membeli kekuatan dari-Mu.”

Save