Kisah Pintu Yang Harus Diganti

0
382
pintu yang diganti

Oleh : Riska Kencana Putri

Alkisah, ada seorang lelaki tua datang berkunjung ke rumah putranya yang telah menikah. Sampai di sana ternyata sang anak.sedang tidak ada di rumah, hanya ada istrinya saja.

Sang ayah kemudian bertanya perihal rumah tangga mereka, “Bagaimana kabarmu, menantuku?”

Si menantu menjawab dengan wajah masam, bercerita ini dan itu perihal suaminya. Tanpa dia sadari, tak ada satupun kebaikan suaminya yang ia ceritakan.

Mendengar hal tersebut, si ayah tersenyum dan berkata, “Bila suamimu pulang, katakan aku datang, dan berpesan untuk mengganti pintunya.”

Keesokan harinya, saat sang suami pulang, ia menceritakan kedatangan ayah mertuanya dan menyampaikan pesan.

“Baiklah, aku ceraikan engkau atas perintah ayahku,” kata suaminya kemudian.

Ternyata, perkataan ayahnya untuk mengganti pintu bermakna ia harus menceraikan istrinya. Kenapa? Ternyata hanya karena si istri tidak dapat menjaga kehormatan suami dan tidak dapat bersyukur atasnya.

(Kisah di atas terinspirasi dari kisah Ibrahim dan Ismail, Kisah Muslim)

***

Kisah di atas memberikan kita beberapa pelajaran beharga mengenai kehidupan rumah tangga. Salah satunya adalah tentang kewajiban istri kepada suaminya.

Menjaga Kehormatan

Di dalam alqur’an jelas dikatakan bahwa suami adalah pakaian bagi istrinya dan istri adalah pakaian untuk suaminya. Artinya, salah satu tugas suami istri adalah untuk menutupi aib satu sama lain.

Saat ini banyak sekali para istri yang dengan terang-terangan membeberkan aib atau keburukan suaminya, secara sadar ataupun tidak sadar.

Misalkan saja ketika sedang mengobrol dengan tetangga, eh, keceplosan, “Iya, Bu, sama. Suami saya juga begitu, nggak pernah bantuin kerjaan rumah. Saya capek, Bu. Pulang kerja langsung main hape. Capek hati, Bu…”

Eits, hati-hati, ini sudah menjadi sebuah dosa bagi kita. Dosa yang sangat halus, sampai tidak bisa kita sadari bahwa ini adalah sebuah kemaksiatan.

Pantaslah kalau sahabat dalam cerita di atas menyuruh anaknya untuk menceraikan sang istri. Dengan ayahnya saja dia tidak menjaga kehormatan suami apalagi dengan oranglain.

Qanaah, Jalan Menuju Ridha-Nya

Seorang istri yang sholihah haruslah sosok yang qanaah. Apa itu qanaah? Qanaah adalah menerima dan merasa cukup. Seberapapun nafkah yang diberikan oleh suami kepada istrinya harus diterima dengan rasa syukur. Karena ada janji Allah disana, barangsiapa bersyukur maka Allah akan menambah nikmat-Nya. Qanaah dan syukurnya seorang istri akan menghadirkan keridhaan suami , dan ridhanya adalah ridha Allah.

Demikian pula dengan rasa terimakasih. Sifat qanaah akan melahirkan rasa terimakasih kepada suami dan juga kepada Allah sebagai pemberi rizki. Karena keqanaahan ini akan mengntarkan dia kepada keimanan yang tinggi akan qadha qadar Allah.

Diriwayatkan oleh sahabat, bahwa saat Rasulullah melakukan isra’ mi’raj beliau melihat neraka yang dihuni oleh banyak wanita, salah satunya adalah dari golongan istri yang selalu mengingkari kebaikan suami.

Rasulullah saw bersabda, “… Aku juga melihat neraka, dan aku belum pernah melihat pemandangan seperti saat itu ; aku perhatikan, mayoritas penghuni neraka adalah kaum wanita. Para sahabat berkata, ‘Mengap bisa demikian, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Karena mereka kafir (ingkar).’ Mereka berkata, ‘Apakah mereka kafir kepada Allah?’ Beliau bersabda, ‘Tidak. Mereka ingkar kepada suaminya, dan mereka mengingkari kebaikan suaminya. Jika kamu berbuat baik kepada mereka selama satu tahun, kemudian suatu ketika dia melihat kejelekanmu, maka ia berkata, ‘Aku belum pernah melihat kebaikanmu’  ” (H.R Bukhari dan Muslim)

Semoga kita bisa terus bermuhasabah dan memperbaiki diri, menjadi sebaik-baiknya perhiasan, yaitu wanita sholihah.