Ketika Pengetahuan Dikalahkan Oleh Perasaan

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...
Oleh : Muhammad Fajar Riyadi

WahidNews, Kalangan pelajar di negeri ini dapat dibilang semuanya sudah mengenal teknologi. Hanya beberapa saja yang mungkin masih bertahan dalam keterbatasan. Atau mamiliki tujuan lain, seperti menjaga diri atau karena masalah keuangan, sehingga tidak mengakses fasilitas. Perkembangan teknologi meroket kencang. Banyak sekali pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat, cepat dan akurat. Tapi bukan ini yang fokus kita bahas.

Teknologi yang demikian mengagumkan semakin membuat akses sosial media menjadi mudah. Anak-anak, remaja, dewasa, bahkan mungkin kakek-nenek sekarang ini sudah tidak mau ketinggalan menggunakan sosial media. Mulai dari facebook, twitter, instagram, BBM, dan seterusnya.

Beranekaragamnya sosial media itu, kadang membuat satu orang bisa memiliki lima akun sekaligus dan semuanya aktif digunakan olehnya. Menakjubkan sekali. Jika mereka tidak pandai-pandai mengatur waktu, tentu sosial media tersebut akan banyak menguras waktu. Bayangkan saja jika mereka memainkan sosial medianya ditotal katakanlah tiga jam dalam sehari, maka satu bulan mereka sudah membuang waktu 90 jam dengan sia-sia. Kecuali jika itu mereka gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti bisnis, dakwah dan lain-lain. Hal itu menjadi sia-sia ketika mereka hanya membuat status-status galau, atau upload foto-foto selfi. Nah, masalah inilah yang akan kita bahas.

Kesalahan yang saat ini merebak begitu luasnya di sosial media adalah beraneka status para pengguna yang secara terang-terangan mengungkapkan isi hatinya. Menumpahkan segala beban yang ada dihatinya. Rasa kesal, marah, kecewa, putus asa, patah hati, semuanya dituangkan begitu saja pada status mereka. Padahal, status itu akan dibaca oleh ribuan bahkan jutaan orang yang juga aktif di sosial media. Dan secara tidak sadar (atau mungkin sadar) mereka telah menyebarluaskan masalah pribadinya kepada orang lain yang sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan status itu.

Ada status yang berniat memberikan sindiran atau kritikan kepada orang yang memiliki masalah dengannya. Merasa dengan statusnya masalah segera selesai, tidak menimbulkan masalah lain. Ya ampun, di satu sisi tidak mau aibnya dibicarakan, tapi disisi lain justru membiarkan aibnya diketahui banyak orang. Bukankah membuka aib sendiri kepada khalayak umum tidak diperbolehkan?

Kesalahan ini dimulai dari perkembangan antara pengetahuan dan perasaan yang tidak seimbang. Dulu saat kita kecil, sama sekali tidak ada reaksi ketika ada orang yang mencium pipi. Setelah usia bertambah, pengetahuan dan perasaan mulai ikut berkembang. Seorang anak mulai bisa mengenal ayah ibunya, mengerti nama-nama benda, juga banyak hal lainnya. Lalu perasaan tumbuh mengiringi perkembangan pengetahuan. Normalnya, pengetahuan dan perasaan berkembang seimbang.

Sekarang? Bukan main! Anak-anak Sekolah Dasar saja sudah merasa paham tentang perasaan. Apalagi anak SMP, mereka bahkan sudah berani bermain fisik dengan lawan jenis. Dengan pengetahuan yang masih sangat minim, mereka dengan gagah berani melangkah, bermain-main dengan atas nama perasaan. Inilah sebabnya banyak sekali orang-orang yang menumpahkan isi hatinya yang tidak karuan ke sosial media. Logika dan pengetahuan kalah jauh berkembangnya dibandingkan dengan perasaan, sehingga yang lebih dikedepankan justru perasaannya. Tidak peduli nantinya apa yang akan terjadi setelah pelampiasannya itu.

Kapasitas pengetahuan dan permainan logika yang seimbang dengan perasaan, sudah tentu akan menjadikan setiap orang menimbang-nimbang segala hal yang akan dilakukan. Apa baik dan buruknya, serta apa kelebihan dan kekurangannaya. Semua dipertimbangkan. Jadi, tidak akan ada tindakan-tindakan yang dilakukan sembarangan dengan tanpa dasar yang jelas. Seharusnya anak-anak sekarang seperti ini.

Sebagai generasi Islam, mari kita benahi kesalahan-kesalahan itu sedikit demi sedikit. Pasti bisa. Yakin!

1 COMMENT

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com