Kesempurnaan Potensi

1
200
mengenal potensi

Oleh : Riska Kencana Putri

Setiap manusia diciptakan oleh Allah sepaket dengan akal dan nafsu. Akal ini yang nantinya menjadi cikal bakal potensi yang ada dalam diri kita. Nah, sebelum membahas lebih jauh, apa sih potensi itu?
Potensi menurut KBBI berarti kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. Kemampuan ini bisa berasal dari hobi, cita-cita maupun talenta. Jika kita telah berhasil menemukan potensi yang ada dalam diri kita dan berhasil untuk mengembangkannya, maka bersiaplah untuk menjadi seseorang yang sukses.

Sebagai contoh, ajang pencarian bakat akan melahirkan seseorang ‘baru’ dengan potensi yang ada pada dirinya untuk menjadi sukses dan terkenal. Begitu pula dengan pemenang olimpiade, mereka mengembangkan potensinya dan bersaing. Para atlet pun demikian, menjadi sukses dengan potensi yang mereka miliki.

Tak terkecuali kita, umat muslim. Jika di luar sana banyak sekali potensi mengagumkan, yakinlah bahwa Allah juga memberi kita potensi yang sama. Jika orang barat berhasil membuat kota di bawah permukaan air laut, bukan tidak mungkin umat muslim bisa membuat kota di atas air. Karena umat muslim adalah umat terbaik, ini adalah firman Allah (lihat Q.S. Ali Imran : 110) yang tidak mungkin meleset. Oleh karenaya, kita sebagai muslim harus mengenali potensi apa yang ada dalam diri kita. Apa yang kita bisa dan kita sukai. Bagaimana cara mengembangkannya, asah dan bercita-citalah.

Misalkan potensi kita adalah menulis, tulislah ilmu yang bermafaat. Kelak di hari akhir nanti setiap kata yang tertoreh akan menjadi pemberat timbangan kebaikan. Jika potensi kita ada di musik, ciptakan nyanyian yang bisa menjadi dzikir kita kepada Allah dan Rasul-Nya, mungkin dari sanalah akan terkumpul poin-poin pahala. Jika potensi kita ada pada memasak masakan yang lezat, ciptakan resep atau rumah makan dengan menu halal dan thoyyib, berkelas bintang lima dengan harga kaki lima, mungkin dari sanalah terdapat amalan sedekah.

Apalagi jika ghirah kita adalah mengajar, maka jadilah guru yang tidak hanya menyampaikan ilmu, namun bisa mengawal para siswa menuju pribadi yang tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlak baik. Ah, tak bisa dibayangkan betapa banyak pahala yang mengalir untuk kita dari setiap kebaikan yang kita ajarkan. Dan masih banyak lagi potensi-potensi lain yang bisa digali.

Sesungguhnya kesempurnaan potensi seseorang tidak diukur dari seberapa banyak uang yang bisa ia hasilkan, atau seberapa terkenal ia di masyarakat. Akan tetapi potensi yang sempurna adalah potensi yang di dalamnya didedikasikan untuk Allah, untuk agama-Nya dan kemashlahatan saudaranya.

Bukankah Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain?!