Keistimewaaan Islam Dalam Mengatur Makan dan Minum

0
219
bakso

Oleh : Rina Perangin-Angin

Agama lain mungkin tidak memiliki aturan atau batasan dalam hal makan dan minum sejelas aturan Islam. Apapun asal menurut enak, boleh dimakan. Tak peduli apakah baik atau buruk untuk kesehatan. Tak peduli apakah suci atau justru najis. Lihat saja, mereka memakan babi, bangkai dan darah. Mereka tetap memakan walau cara penyembelihannya tak benar. Segala minuman yang memabukkan pun ludes seperti minuman anggur, bir, dan sejenisnya.

Adapun Islam meyakini bahwa alam semesta diciptakan oleh Zat yang abadi, yakni Allah SWT. Oleh karenanya, Allah berhak memberi seperangkat aturan untuk mengendalikan alam semesta tersebut, termasuk kita manusia yang berada di dalamnya. Seluruh segi kehidupan kita telah diatur oleh Allah. HP saja di ciptakan lengkap dengan aturan pemakaiannya. Apalagi kita manusia, pasti pakai aturan juga. Logikanya kan begitu.

Allah SWT juga punya hak untuk melarang manusia memanfaaatkan sebagian sumber daya alam dengan makssud menguji ketaatan kepada-Nya seperti mengharamkan memakan daging babi, darah, bangkai, hewan bertaring, dan berbentuk menjijikkan. Selain itu, dalam menyembelih hewanpun ada aturan, yang jika tak terpenuhi semua aturan itu, maka hewan yang disembelih menjadi haram hukumnya. Yakni pertama, menyembelih dengan menyebut asma Allah. Tujuannya sebagia smnbol bahwa ketika ruh hewan terlepas dari tubuhnya hanya dapat terjadi atas izin Allah. Kedua, kecuali dalam kondisi berburu, hewan yang dipotong harus dari leher, kerongkongan dan saluran makanannya. Tujuannya tidak lain untuk mengalirkan darah dan najis dari leher hingga hewannya menjadi aman dikonsumsi.

Dari segi minuman pun tak semuanya dapat dikonsumsi. Ada minuman tertentu yang mendapat label haram dari Allah SWT. Contohnya seperti minuman keras (miras). Salah satu hikmah pengharaman miras karena miras dapat membuat manusia tidak sadar dan fungsi otak terganggu. Di samping itu, kita tentu tahu bahwa dalam keadaan tidak sadar, kejahatan lebih rentan terjadi. Dan selama ini, ketika pelaku kejahatan dalam kondisi mabuk, maka belum ada hukuman yang tegas baginya. Jadi wajarlah bila akhirnya status minuman terbut menjadi haram.

Begitu juga hikmah di balik keharaman daging babi yang ternyata mengandung begitu banyak penyakit. Bahkan setelah dimasak berjam-jam pun penyakit tersebut tak kunjung mati. Astaghfirullah. Beruntunglah kaum muslim yang sejak awal sudah di atur, hingga memastikan seluruh makanan yang masuk ke dalam tubuh hanya makanan yang halal wa toyyib.

Tetapi ingatlah, sebagai muslim, kita  harus tetap meyakini bahwa segala yang dihalal dan diharamkan adalah karena Allah yang menentukannya, bukan semata karena akibatnya.  Berbagai dampak negatif yang belakangan mulai tampak, cukup dijadikan sebagai bonus dari Allah. Ada tidaknya maslahat di dalamnya, ketika Allah menyatakan “tidak” maka kita harus mentaatinya. Cukup meyakini bahwa setiap aturan Allah pasti mengandung maslahat dan Allah-lah yang mengetahui hikmah di balik ketentuan-Nya.

Lihatlah, betapa Allah menyayangi kita! Hingga dalam urusan makan pun di atur. Mengapa? Sebab Allah tidak menginginkan kita celaka bila sampai memakan makanan yang tidak toyyib. Perkembangan tubuh dan jiwa manusia sedikit banyaknya dipengaruhi oleh makanan. Apabila makanan yang di konsumsi sehat, insya Allah sehatlah tubuhnya. Apabila makanan yang dikonsumsi mengandung banyak penyakit, tubuh yang dihasilkan pun tak terlepas dari penyakit itu. Maka, kita harus super hati-hati.

Sebenarnya, bila kita dapat konsisten dan disiplin dalam mengatur makanan, mengikuti semua aturan Allah dan sunnah-sunnah Rasulullah, in sya allah kita akan tetap sehat. Lihatlah Rasulullah SAW, Bbeliau tetap bugar sepanjang hidupnya.

Yuk, mulai pola hidup sehat, ikuti aturan Allah dan sunnah Rasulullah SAW!

^_^