Kebohongan Yang Dianggap Biasa

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

Oleh: Anna Jameela

“Teh, baju ini berapa harganya?”
“Tiga ratus sepuluh ribu, Mbak.”
“Kalau yang ini?”
“Dua ratus tujuh puluh.”
“Ya, udah. Saya mau ambil yang ini ya, Teh. Tapi jangan sampai suami saya tahu kalau saya ambil baju sama Teteh.”

Deg!
Perasaan itu yang pertama kali hadir dalam hati.

Mungkin, kasus di atas sudah tidak asing lagi di telinga kita.
Istri membeli tanpa seijin suami. Takut ketahuan, diam-diam lalu mengajak si penjual merahasiakan kebohongannya.

Ada beberapa faktor penyebab mengapa istri berbuat demikian. Bisa jadi karena suaminya pelit atau memang si istri gengsinya tinggi maka tak mau ketinggalan mode.

Pernah satu kejadian.
Seorang istri yang hampir saja diceraikan suaminya akibat datang dua orang penagih hutang, lalu meminta sang suami membayar. Merasa tidak dihargai dan dipermalukan, sang suami bukannya sadar diri malah mau menceraikan sang istri.

Usut demi usut, usai rembuk dan dihadapkan masing-masing kedua pihak. Dari jawaban sang istri diketahui bahwa ternyata suami wanita ini pelit. Sehingga sang istri membeli barang yang dia inginkan secara diam-diam.

Padahal kewajiban suami adalah memberi nafkah, pakaian serta kebutuhan lainnya. Apabila seorang istri melakukan kebohongan, pasti ada sebab. Ada baiknya seorang suami sadar akan hal tersebut demi langgengnya rumah tangga. Bukan malah sebaliknya.

Pun istri.
Jangan pula melakukan sesuatu tanpa seijin suami. Biar bagaimapun, suami adalah pemimpin yang patut dihargai dan dipatuhi. Bersabarlah dan lakukan pendekatan kepada suami agar membeli sesuatu yang memang dibutuhkan, bukan sebatas keinginan.

Namun, ada pula istri yang benar-benar boros tidak mau peduli pada kondisi suaminya. Tapi gengsinya terlampau tinggi. Demi menjaga image ke tetangga, teman atau biar di cap modis serta kekinian.

Istri jenis inilah yang seharusnya diberi peringatan tegas. Bahwa apa yang dilakukannya salah besar.

Dalam hidup berumah tangga tentunya ada hak dan kewajiban. Suami punya hak di hargai, dihormati serta dipatuhi, tapi juga punya kewajiban dalam pemberian nafkah. Baik lahir maupun batin.

Istri pun demikian. Punya kewajiban mengerjakan apa yang sudah menjadi kewajibannya. Serta memberikan hak suami, serta haknya sebagai istri tetap terpenuhi.

Hak dan kewajiban antara keduanya harus balance. Kalau tidak, maka salah satu pihak akan merasa sangat dirugikan. Lalu bagaimana jika keduanya merasa haknya sama-sama tidak terpenuhi?

Komunikasi adalah jembatan pertama yang wajib dilalui oleh kedua pasangan suami istri. Tanpa komunikasi, maka apa yang menjadi tujuan pernikahan keduanya pasti sulit tercapai. Mengapa?
Karena tidak sinkron antara maksud dan tujuan.

Bicaralah pada pasangan dari hati ke hati. Sampaikan apa yang mengganjal. Karena pasangan kita bukan paranormal yang serba tahu apa yang kita inginkan.

Saling pengertian.
Jangan selalu merasa diri yang paling benar. Menyadari kesalahan masing-masing itu lebih baik daripada mengkambinghitamkan pasangan kita.

Saling menghargailah satu sama lain, bukan tidak mungkin keharmonisan bisa  terwujud andai kedua pasangan mampu saling menghargai.

Tidak merasa selalu benar, tidak menuding kesalahan pada pasangan serta intropeksi diri masing-masing diri sendiri, itu lebih baik.

Berjalan bergandengan demi mewujudkan keluarga harmonis adalah sesuatu yang tidak mudah apabila tidak diiringi pula dengan kedekatan serta keimanan keduanya pada Allah SWT.

Selalu ingat pada kewajiban dan ingat pada tanggung jawab kelak yang akan dipikul tatkala menghadap Allah SWT. Bukan tidak mungkin keluarga sholeh mampu terwujud apabila suatu rumah tangga ‘ittiba Rasul, mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang mengatur ta ta cara bagaimana semestinya duduk dan hidup berdampingan.

Maka, tidak ada kata impossible ketika suami menjalankan perannya dengan baik, istri melakukan tugasnya sesuai kodratnya.
Jika sudah demikian, layaklah keduanya diapresiasi dengan ucapan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Rumah tangga kita kah itu?
Semoga.

Aamiin ya Rabbal ‘alaamin.

1 COMMENT

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com