Karena Mati Tak Pernah Permisi

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...
Karena Mati Tak Pernah Permisi

Oleh : Pipit Era Martina

“Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan, sebagai satu fitnah (ujian) dan hanya kepada kamilah kalian akan dikembalikan.” (Al-Anbiya : 35)

Kematian adalah waktu yang tak bisa terelakkan, datang tanpa permisi dan tak pasti kapan ia akan menghampiri. Hari inikah, esok atau lusa? Wallahu a’lam.

Kematian tidak selamanya menjadi suatu hal yang menakutkan, namun bisa saja suatu hal yang menggembirakan untuk menyongsong bahagia yang lebih indah di alam yang berbeda.

Apakah kalian tahu?

Kematian merupakan batas terakhir bagi setan untuk menyesatkan manusia dan kematian pula adalah kesempatan terakhir bagi kita untuk bertaubat. Tiada lagi daya upaya yang mampu kita perbuat dikala daun sudah jatuh berguguran. Allah sudah memerintahkan para malaikat untuk menjemput dan membawa kembali manusia ke alam yang kedua.

Kesempatan terakhir, mendengarnya saja membuat merinding bulu roma. Entah bagaimana sesungguhnya rasa ketika jumpa dengan kesempatan terakhir. Akankah menangis? Atau bahkan air matapun tak lagi miliki kesempatan untuk mengalir meski hanya sekedar menetes?

Ketika mati menghampiri, maka tidak ada satupun hal yang mampu kita lakukan, kecuali kerabat dan orang-orang terkasih yang masih mampu memberi kita sedikit guyuran doa, membimbing lidah ini mengucapkan kalimat syahadat, membaca istighfar dan kalimat thayyibah lainnya. Semoga kita diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk sekedar mengucap kalimat syahadat di akhir hayat, di kala bibir mulai kelu, mata mulai meraba dan tubuh tak lagi berdaya, pertolongan Allah masih ada di ujung senja.

Jangan biarkan setan mempengaruhi dan ikut campur ketika kematian sudah berada di depan mata. Ingatlah, setan akan terus memburu kita meski malaikat telah datang menghampiri, karena bagaimanapun juga, visi misi setan adalah mencari teman untuk menghuni neraka sebagai tempat abadinya.

Rasulullah SAW bersabda, “Talkin (tuntun)-lah orang yang hendak meninggal dengan laa ilaaha illallaah, dan berilah kabar gembira dengan surga. Sesungguhnya orang yang mulia, dari kaum laki-laki dan wanita kebingungan dalam menghadapi kematian dan diuji. Sesungguhnya setan paling dekat dengan manusia pada saat kematian. Sedangkan melihat malaikat maut lebih berat daripada seribu kali tebasan pedang.” (HR. Abu Nu’aim)

Berdasarkan hadits tersebut, jelas sekali bahwa setan tidak akan berhenti menggoda manusia sebelum nyawa benar-benar berpisah dengan raga. Apa yang mampu kita perbuat, wahai umat? Beristighfarlah sebanyak kita mampu, di manapun dan kapanpun kala teringat sepintas khilaf dan dosa yang terlupa. Semoga usaha kecil mampu sedikit demi sedikit mengikis dosa yang kian hari kian meninggi.

Bayangkan! Melihat malaikat maut dengan sosok yang sungguh menakjubkan atau mungkin begitu mengerikan, sehingga ia disamakan dengan beratnya tebasan pedang yang beribu kali. Jangankan ribuan, satu kalipun tak pernah kita merasakan tajamnya sebuah pedang mendarat ke tubuh. Kalaupun iya, mungkin nyawa takkan lagi sanggup bersarang diam di dalam raga.

Allahu Akbar. Kami berlindung kepada-Mu dari segala hal yang memicu timbulnya dosa yang menghantarkan kami kepada api neraka. Sungguh tiada mampu kami membayangkan panasnya api neraka beserta siksaan yang bertubi-tubi mengarah ke diri ini.

Sungguh, di penghujung kematian tiada kata yang mampu terucap. Hanya satu pinta yang terus menggema, semoga Allah SWT meridhai kematian ini benar-benar berada dalam keadaan husnul khatimah, karena itulah sebaik-baik kematian.

Imam Ghazali berkata, “Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri!”

Terkadang, ketika sanak saudara atau kerabat berpulang, bukan doa yang kita semaikan, melainkan tangisan berderu-deru. Satu dua orang yang datang, menyaksikan kesedihan tersebut turut larut dan ikut dalam buaian tangisan. Mungkinkah itu suatu budaya? Sering kali ketika melihat ada yang meninggal, justru tangisan yang menjadi pusat perhatian. Tangisan mengalahkan semangatnya berdoa.

Sejenak merenung, siapapun yang meninggal tidak harus dihantar dengan tangisan, tetapi iringilah perjalanan mereka dengan sejuta untaian doa, agar Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan ampunan kepadanya. Juga renungilah diri ini, sudahkan kita memperbaiki diri? Sudahkan kita memeriksa dosa yang pernah kita torehkan?

Ingat! Mati datang tak pernah permisi. Kapanpun dan di manapun ia akan menghampiri tanpa peduli siap atau tidak siap. Kematian tak pernah memperdulikan kehidupan duniawi. Oleh karena itu, mari segerakan segala urusan apapun itu, siapkan diri untuk menyongsong kematian yang entah kapan akan datang.

Semoga bermanfaat.

Lampung, 15 Rabiulakhir / 26 Januari 2016

1 COMMENT

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com