Jeritan Orang Kafir

0
387
jeritan di neraka

Jeritan Orang Kafir
Oleh : Pipit Era Martina

Dalam sebuah riwayat, Imam Ghazali pernah menceritakan tentang keinginan Nabi Ibrahim AS, yang penasaran akan wajah malaikat maut ketika mencabut nyawa orang yang kafir. Dia memohon kepada Allah SWT untuk diperkenankan melihat bagaimana paras malaikat pencabut nyawa. Keinginan beliaupun dikabulkan oleh Allah SWT.

Diperlihatkanlah sosok pria dengan tubuh yang sangat besar, berkulit hitam legam. Sosok yang sangat menakutkan, rambutnya berdiri seperti lidi dan tajam, berbau busuk, memiliki dua mata, satu di depan dan yang satu di belakang. Ia mengenakan pakaian serba hitam, dari mulutnya keluar jilatan api yang berkobar-kobar.

Seketika Nabi Ibrahim AS jatuh pingsan, setelah kembali sadar beliau merenung, betapa Allah SWT menunjukkan kuasanya untuk memberi pelajaran bagi setiap manusia untuk tunduk pada-Nya.

Nabi Ibrahim AS ialah umat yang dimuliakan oleh Allah SWT, beliau saja pingsan dan sadar dalam keadaan lesu ketakutan karena melihat sosok malaikat pencabut nyawa yang begitu menyeramkan. Bagaimana dengan kita? Yang hanya sosok manusia biasa. Akankah kita mati seketika di saat menatap bola mata malaikat pencabut nyawa? Astaghfirullah.

Jelas, bukan itu yang kita harapkan sebagai umat. Tak ingin bertemu dengan malaikat dengan paras wajah yang dengan melihatnya saja mampu melunakkan tulang. Yang umat inginkan ialah sesosok malaikat dengan paras teduhnya, senyum indahnya dan wajah yang miliki sejuta pesona.
Sanggupkah kita? Insya Allah.

Bagaimana orang kafir ketika bertemu dengan malaikat maut?

Jeritan mereka mungkin akan membuat telinga umat manusia lainnya kehilangan indera pendengaran. Sakit yang mereka rasakan sungguh tak pernah bisa dibayangkan. Pada saat itu, ketika orang-orang kafir menhadapi kematian, ruhnya keluar dengan susah payah. Mereka benar-benar tersiksa dengan keadaan itu, mereka menolak untuk ikut bersama malaikat pencabut nyawa, tetap kokoh untuk tinggal di dunia. Terus dan terus mereka menolak seraya berteriak, memohon kepada Allah SWT agar berkenan memberikan satu kali lagi kesempatan untuk dia memperbaiki segala tingkah laku.

Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa para malaikat akan memaksa ruh orang kafir keluar dari raganya serta memberi kabar buruk kepadanya perihal siksaan yang akan ia terima di akhirat nanti.

Allah SWT berfirman : “Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang  (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tanganya, (sambil berkata): ‘keluarkan nyawamu.’ Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am: 93)

Orang kafir, tidak pernah mau merelakan nyawanya diambil secara paksa, mereka benar-benar tidak menginginkan akhirat, mereka masih ingin berada dalam gelimangan harta di dunia.

Rasulullah SAW menceritakan tentang kondisi orang kafir ketika menghadapi sakaratul maut dengan sabdanya : “Sesungguhnya hamba yang kafir, dalam riwayat lain yang jahat, jika akan berpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat-malaikat yang kasar akan turun dari langit dengan wajah buruk. Mereka duduk sepanjang mata memandang. Kemudian malaikat maut hadir dan duduk di atas kepalanya dan berkata: ‘Wahai jiwa yang keji keluarlah engkau menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya.’ Maka ia mencabut (ruhnya) layaknya mencabut saffud (penggerek yang) banyak mata besinya dari bulu wol yang basah.” (HR. Ahmad)

Allahu Akbar, inikah balasan yang di dapatkan oleh orang kafir? Dalam proses pencabutan nyawa saja sudah sedemikian rupa bentuk kesakitan dan siksaan yang harus ia terima, maka akan berapa banyak lagi siksaan yang diterima oleh orang kafir setelah ia benar-benar terputus dari raga. Di alam kubur, menantikan hari kiamat yang tak kunjung tiba. Merasakan waktu yang serasa berhenti dan tak berjalan, detik demi detik ia rasakan begitu beratnya hingga ia lupa bagaimana cara menyebut Asma Allah.

Siksaan demi siksaan terus menghujani orang kafir. Pun malang nasibnya ketika nyawanya dibawa ke langit oleh para malaikat. Setiap ia melewati segerombolan malaikat, selalu di ajukan pertanyaan, ‘Nyawa siapakah yang amat hina ini?”. “Ini adalah nyawa fulan bin fulan” jawab para malaikat yang mengantarkan nyawa orang kafir. Mereka menyebutkan nama yang paling buruk selama ia berada di dunia. Dan sesampainya di langit, mereka meminta ijin kepada para malaikat untuk membukakan pintu langit tersebut, dengan tegas serta mimic muka yang begitu menyeramkan, para malaikat itu menolak untuk membukakan pintu.

Rasulullah SAW lalu membaca firman Allah SWT: “Tidak akan dibukakan bagi mereka (orang-orang kafir) pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga, sampai seandainya unta bisa memasuki lobang jarum sekalipun.” (QS. Al-A’raf)

Saat itu Allah berfirman, “Tulislah namanya di dalam Sijjin di bawah bumi!” Dan kemudian nyawa tersebut dicampakkan dengan sangat hina.

Lalu Rasulullah SAW membaca firman Allah SWT: “Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu di sambar oleh burung, atau di terbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 31)

Tibalah saat para malikat mendudukkannya dan memberi beberapa pertanyaan. ‘Siapakah Rabbmu?’, ‘Hah, aku tidak tahu’ jawabnya. ‘Apakah agamamu?’, ‘Hah, aku tidak tahu’ sahutnya. Hanya itu yang mampu ia jawab, sama sekali tak sedikitpun terfkir oleh dia tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para malaikat tersebut.

Dan seketika itu terdengarlah suara yang tegas dan keras dari langit, ‘Hamba-Ku telah berdusta! Hamparkan neraka kepadanya dan bukakan pintu ke arahnya.

Maka hawa panas serta bau busuk yang sangat menyengat itu menyeruak ke dalam kuburannya. Kemudian Allah pun menge’press’ kuburan orang kafir tersebut hingga pecah tulang beulang orang tersebut.

Sungguh naas siksaan yang dialami oleh orang-orang kafir selama di alam kubur. Belum juga usai sampai di sini karena masih ada sosok mengerikan yang kembali menghampirinya. Ia mengaku sebagai dosa-dosanya selama di dunia.

Allah berfirman: “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:’Ya Rabbi kembalikan aku ke dunia. Agar aku berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun: 99-100)

Karena mati tak pernah pasti dan permisi, kapan ia akan datang dan dalam keadaan seperti apa kita dijemput. Oleh karena itu sahabat umat semua, ingatlah mati dimanapun dan dalam kondisi apapun. Karena hanya dengan cara seperti inilah kita siap siaga jika sewaktu-waktu Allah SWT memanggil kita untuk kembali.

”Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).” (HR. Al-Tirmidzi).