Jarang Baca Qur’an Pemicu Rasa Galau

0
447
baca quran

Oleh : Nida Usanah

Sering kali, kita menjumpai pemuda-pemuda islam zaman sekarang menuliskan kata galau di sosial media. Galau itu apa sih? Galau adalah perasaan tidak senang atas realita yang ada dan ketidak sesuaian dengan harapan. Galau adalah keadaan dimana seseorang menjadi murung secara mendadak bisa dibilang “Manyun Sindrom”, yakni dimana secara otomatis gerak bibir menjadi manyun secara tidak wajar dan emosional akan turun  drastis menuju titik kesedihan paling dasar.

Penyebab galau sendiri memang bermacam-macam, entah itu perasaan sedih yang secara tiba-tiba, kekesalan, ataupun kebingungan dalam pengambilan keputusan. Lantas apakah benar, orang yang sering galau karena jarang membaca Al quran?

Membaca Al quran bukan hanya sekadar membaca saja tetapi, mengetahui dengan memperlajari isi kandungan dalam al quran tersebut. Sama dengan galau yang dirasakan manusia, selalu berpikir bahwa tidak ada solusi atas permasalahannya. Padahal, dalam Alquran banyak solusi untuk mengatasi berbagai permasalahn hidup yang menyebabkan galau.

Perasaan galau jangan kita posting dalam media sosial, janganlah keresahan kita umbar pada semua orang yang belum tentu kita mendapatkan solusinya. Adukanlah semua pada Allah, atas semua masalah yang kita hadapi, seperti dalam Qs Al Fatihah “Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan.”  Dan dalam QS Ar-Ra’d 28 , “orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Galaupun akibat dari diri sendiri yang pusing tidak bisa menemukan jalan atas permasalahan yang diderita. Bersabarlah, pasti Allah akan memberikan jalan setelah kita berusaha. Seperti dalam Al quran surat Albaqoroh:45, “Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan Sabar dan Sholat dan sesungguhnya Sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” dan ditegaskan kembali pada ayat 153 “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”

Karena galau adalah rasa kita sendiri, selain Allah siapa lagi yang menguatkan kalau bukan kita sendiri. Untuk itu, berpikirlah postif pasti ada jalan, ada pertolongan yang Allah berikan pada kita. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Insyiroh ayat 5-6 , “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami” (QS. At Taubah: 40) Allah selalu berada di dekat kita, pertolongan Allah pun demikian.
Jika kita sudah melakukan seperti yang diatas maka kuatkan dan pertahankan kebiasaan demikian dengan berkumpul dan berteman dengan orang-orang shalih. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.(QS. at-Taubah [9]: 119)

Nabi Muhammad SAW pun bersabda: “Permisalan teman yang shalih dan teman yang jelek, bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi, bisa jadi dia akan memberikan minyak wanginya, atau engkau membeli darinya atau engkau mendapatkan wanginya. Adapun pandai besi, dia bisa membakar bajumu atau engkau mendapati baunya yang tidak enak.”(HR al-Bukhari: 2101, Muslim: 2628).

Apakah pada saat rasa galau, sudah diatasi dengan demikian? Jika belum, mari kita lakukan agar hidup kita menjadi bermakna.