Jangan Jadi Jomblo Yang Sia-sia

0
361
jomblo

Jangan jadi jomblo sia-sia ..
Oleh : Afrina Effendi

Assalamu’alaikum  ….

Kata ‘jomblo’ yang disematkan untuk para wanita atau lelaki yang tidak memiliki kekasih seakan menjadi hal yang menyedihkan,  apalagi  saat malam minggu.
Padahal jomblo itu mulia loh, mencegah dari hubungan ‘pacaran’ yang tidak dibenarkan oleh agama Islam. Tapi, ada juga jomblo yang niatnya lain, seperti temen aku, niihh … Ceritanya ….

Reuni SMA beberapa waktu lalu, ketemu sama temen lama pastinya seneng dong … ya kan? Tapi pasti juga ada ‘pertanyaan horor’ saat kita sudah kumpul sama mereka.

“Eh … kapan nikah?”

Nah yang udah nikah sih enak gak dapet pertanyaan itu, kalo jomblo? Nyesek!
Waktu itu aku duduk diapit kedua temen baik saat SMA dulu.  Di antara kami memang berjilbab semua, tapi teman yang duduk di sebelah kanan, cantiiikk … pakaiannya syar’i dan sudah menikah (pengantin baru), katanya sih suaminya seorang dosen dalam bidang agama.  Temanku yang duduk di sebelah kiri juga tidak kalah cantik. Tapi … sayangnya pakai celana jeans yang ketat.

Naahh … aku??? Waktu itu aku kerja dulu setengah hari, jadi berpakaian seragam rapi, rok hitam dan batik. Kami berdua sama-sama ‘MULYATI’ (muslimah yang masih menanti).
Obrolan kami terus berlanjut hingga temanku yang sudah menikah bertanya, “Oh iya …. Apa sih alasan kalian masih menunda untuk menikah?”

Hmm ‘pertanyaan horor’ lagi, kali ini lebih seram. Kami terdiam dan sesaat saling berpandangan sebelum aku memberi kode pada teman lain untuk menjawab duluan, karena aku juga penasaran sih, sempet dengar berita kalau dia sudah ada yang melamar tapi kok sekarang masih sendiri ya?

“Hmm , simple aja sih sebenarnya, aku pengen nikmati masa muda dulu, belom siap direpotin ngurus suami apalagi anak, terus mau jalan-jalan atau shoping gak bakalan sebebas saat kita single kan?” jelasnya dengan antusias, setelah itu … kriiingg …. ‘Handphone’nya berdering.

“Eh Girl, aku tinggal sebentar ya, ada yang telpon nih.” Kami berdua mengangguk.
Temanku yang sudah menikah itu menggelengkan kepala dengan napas berat.

“Rin, apa alasan kamu sama?” tanyanya lagi.

“Hmm … nggak juga sih. Ya selain calon suami yang belum datang aku juga belum siap, setidaknya masih ada waktu untuk memperbaiki diri dulu sampai pantas menjadi seorang istri yang sholeha untuk jodohku nanti.  Eaaaa ….”

Kali ini ia mengangguk sambil tersenyum, dan teman yang tadi sedang menerima telpon kembali datang.

“Eh, kamu beruntung banget ya dapet suami yang sholeh, dosen lagi, celetuknya sambil membenarkan posisi duduk.

“Alhamdulillah. Intinya sih selain berdo’a untuk jodoh yang terbaik, kita juga perlu memperbaiki diri jika ingin sesuai dengan calon suami kriteria kita, kalau ingin suami yang sholeh kita juga harus sholeha dong, nah … kalian kan masih jomblo nih, manfaatkan waktu jomblo kalian untuk memperbaiki diri, jangan jadi jomblo yang sia-sia.”

Temanku yang satunya termenung, hingga akhirnya mengangkat bahu lalu tersenyum, seperti baru menemukan sebuah solusi.

Ya benar, waktu kesendirian harusnya dimanfaatkan sebaik mungkin, bukan hanya untuk jalan-jalan atau ‘shooping’, walaupun Allah sudah menentukan jodoh kita bukan artinya kita harus berleha-leha, sibukkan diri juga untuk berbenah diri, terutama bagi para wanita, Seperti pada sabda Nabi : ”Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah” dan bukankah jodoh itu adalah cerminan diri?

Seperti tertera pada surah An-Nur ayat 26 : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”

Jadi … Muslim dan muslimah yang masih dalam penantian, mari kita berbenah diri, semoga kita mendapatkan jodoh sesuai dengan kriteria kita, dan segera dipersatukan dengan belahan hati kita dalam keadaan suci dan terikat dengan halal. Amiiiinn.

Tanpa ada unsur menggurui, semoga tulisan di atas dapat bermanfaat, dan ingat … ‘Jangan jadi jomblo yang sia-sia’ ya ….