Inilah Karakter Penghafal Al-Qur’an

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...
Karakter Penghafal Al Qur’an

Oleh : Alya Adzkya

Sebelum membahas tentang karakter penghafal Al Qur’an, mari kita simak hadits berikut, “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia. Mereka adalah Ahlul Qur’an, Keluarga Allah dan orang-orang yang dikhususkan-Nya” ( H.R. Abu Dawud)

Penghafal Al-Qur’an. Adalah sebuah label yang amat prestisius di kalangan masyarakat kita saat ini. Anggapan masyarakat bahwa penghafal Qur’an itu pasti hebat, akhlaknya terjaga, lisannya terjaga dan seabrek titel lainnya.

Namun terkadang kita lupa bahkan para penghafal Qur’an juga manusia. Tempatnya khilaf dan salah Tak ada manusia yang sempurna, bukan? Begitu pula dengan para penghafal Al-Qur’an.

Dalam Al-Qur’an  Allah telah menjelaskan beberapa karakter penghafal Al-Qur’an.
Yang pertama ; Dzholimun linafsihi. Yang artinya mendzolimi diri sendiri. Ini adalah karakter penghafal Al-Qur’an yang ingin serba instan. Inginnya cepat menghafal tanpa memedulikan muraja’ah, atau pengulangan hafalan. Akibatnya, hafalan-hafalan yang sudah ia hafal terbengkalai begitu saja.  Sehingga terkesan menzhalimi dirinya sendiri. Padahal Al-Qur’an itu bukanlah seperti buku-buku pelajaran yang bisa seenaknya ditinggalkan setelah selesai ujian. Al-Qur’an itu pecemburu. Dan selalu ingin diutamakan dari hal yang lainnya.

Karakter penghafal Al-Qur’an yang kedua : Muqtashid. Atau pertengahan. Inilah karakter penghafal
Al-Qur’an yang biasa-biasa saja. Bila ia berada di lingkungan pesantren yang kondusif dan mendukung dia untuk rajin berinteraksi dengan Al-Qur’an. Maka ia akan semangat untuk menghafal, dan mengulang hafalannya. Karakter penghafal Qur’an yang satu ini, biasanya belum timbul rasa tanggung jawab untuk menjaga hafalannya sendiri. Padahal Al-Qur’an adalah amanah yang harus dijaga seumur hidup. Sampai helaan nafas terhenti.

Karakter penghafal Al-Qur’an yang ketiga ; Sabiqun Bil Khairaaat. Atau berlomba-lomba menuju kebaikan. Inilah karakter penghafal Qur’an yang sesungguhnya. Saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Terus menguang hafalannya. Tanpa harus dipantau guru atau suasana sekitarnya. Ia benar-benar merasa bahwa Al-Qur’an adalah amanat besar yang harus ia pertanggung jawabkan kelak.

Sehingga muncul kesadaran untuk terus melisankan ayat-ayat suci setiap waktu. Lalu setiap anggota badannya membenarkan hati dan lisannya. Jadilah seluruh karakter dan kepribadiannya serupa Al-Qur’an berjalan.

Maka berada di posisi manakah kita saat ini? Masih mendzolimi diri sendiri? Masih stuck di pertengahan? Atau sudah sempurna berlomba-lomba dalam kebaikan?

Ada baiknya kita terus memperbaiki niat. Bila niat awal kita karena ingin membuktikan bahwa kita bisa. Atau hanya sekedar menaati kemauan guru dan orang tua. Tak apa, kita masih bisa meluruskan niat. Luruskan niat kita karena Allah ta’ala. Bukan karena penghargaan di mata manusia. Allah telah menjanjikan berbagai kemudahan bagi orang-orang yang mau menghafal ayat-ayat suci-Nya.

Para penghafal Al-Qur’an adalah orang-orang yang terpilih. Karena ayat-ayat Allah yang mulia takkan sembarangan bisa dijaga oleh hati-hati yang berdosa. Maka kita harus terus bermuhasabah. Mengoreksi diri sendiri. Sembari terus berusaha menjadi golongan penghafal Al-Qur’an yang istiqomah, termasuk keluarga Allah juga Ahli Syurga.

Dalam hadits qudsi Rasulullah menyampaikan. “Pada hari kiamat kelak Allah akan berkata pada para penghafal Al-Qur’an. “Bacalah!” Lalu naikklah derajat para penghafal Al-Qur’an itu. “Karena sesungguhnya kedudukanmu sampai pada ayat terakhir yang engkau baca.”

1 COMMENT

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com