Inilah Alasan Wajibnya Birul Walidain

1
165
birul walidain

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadakulah kambalimu.” (QS Luqman ayat 14).

Dalam surat Luqman ini birr al-walidayn disebutkan dalam urutan kedua sesudah bersyukur kepada Allah SWT. Ini memberi arti, bahwa kesyukuran seseorang kepada Allah dinilai kurang sempurna sebelum disertai kesyukuran kepada kedua orang tua. Tuhan dengan segala kemutlakan-Nya menjadi penyebab awal keberadaan manusia di dunia, sedang orang tua terutama ibu dengan  sifat keibuannya telah bersusah payah (wahnan ‘ala wahnin) melahirkan, menyapih, dan membesarkan sang anak. Karena itu, berterimakasih kepada Allah dan orang tua adalah suatu keniscayaan dalam perspektif etika Islam.

Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang tidak berterimakasih kepada manusia, tidaklah berterimakasih kepada Allah.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Al-Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah SAW (artinya) : “ Al-Birr adalah baiknya akhlak.” (Diriwayatkan oleh Muslim).
Al-Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al’Uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan haq. “Al-Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al’Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.”

Berkata Imam Al-Qurtubi mudah-mudahan Allah merahmatinya : “ termasuk ‘uquuq (durhaka) kepada orang tua adalah menyelisihi/menentang keinginan-keinginan mereka dari (perkara-perkara) yang mubah, sebagaimana Al-Birr (berbakti) kepada keduanya adalah memenuhi apa yang menjadi keinginan mereka. Oleh karena itu, apabila salah satu atau keduanya memerintahkan sesuatu, wajib engkau mentaatinya selama hal itu bukan perkara maksiat, walaupun apa yang mereka perintahkan bukan perkara wajib tapi mubah pada asalnya, demikian pula apabila apa yang mereka perintahkan adalah perkara yang mandub  (disukai/disunahkan).

Para Ulama Islam sepakat bahwa hukum berbuat baik (berbakti) pada kedua orang tua hukumnya adalah wajib. Firman Allah SWT (artinya) : “ Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak.” (An-Nisa’:36).

Dalam ayat ini (berbuat baik kepada Ibu Bapak) merupakan perintah, dan perintah disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan meng-Esa-kan (tidak mempersekutukan) Allah, serta tidak didapatinya perubahan (kalimat dalam ayat tersebut) dari perintah ini. (Al-Adaabusy Syar’iyyah 1/434). (Oleh : Rubiyah)

Sumber :
Islamic Motivation. 2012. Yogyakarta: STEI Yogyakarta.