Indahnya Bersyukur

0
220
syukur

Oleh : Newisha Alifa

Seorang perempuan di usianya yang hampir 45 tahun, mengeluhkan keadaan suaminya yang tidak bekerja. Sementara ia sendiri punya posisi cukup tinggi di kantornya.

“Aku sejak nikah sama suamiku, ndak punya apa-apa. Tabungan pun aku ndak punya,” keluhnya pada Ajeng yang sebenarnya juga tak kalah pusing dengan masalah rumah tangganya sendiri.

Ajeng takut salah bicara. Karena seniornya yang bernama Bu Wati itu, cenderung sensitif. Tiba-tiba saja, terlintas bagaimana dulu Bu Wati ini menginginkan pernikahan di usianya yang sudah kepala empat. Terakhir yang Ajeng tahu, wanita itu sedang program untuk bisa segera punya anak. Lah, sekarang belum punya anak saja, dia sudah mengeluh kekurangan begitu. Bagaimana nanti jika sudah punya anak? Tentu Ajeng hanya membatin.

#

Sejurus kemudian, pandangannya beralih pada rekan kerjanya yang lain. Mba Marni. Usianya kini sudah 43 tahun dan masih melajang. Sebagai anak tertua, ia sibuk mengurus sang ibu yang penyakitnya sudah komplikasi. Di saat ketiga adiknya yang lain sudah berumah tangga, Mba Marni seakan menjadi satu-satunya anak yang bisa diandalkan untuk merawat ibunya.

Pernah Mba Marni bercerita pada Ajeng, bahwa ada kemungkinan ibunya itu belum siap mendapati ia menikah. Boleh jadi, keberatan ibundanya untuk melepas putri sulungnya tersebut lah, yang membuat wanita berkacamata tebal itu, mengalami kesulitan dalam menemukan jodoh di usianya yang semakin rawan.

#

Berbeda dengan Bu Wati yang mudah mengeluh. Ajeng melihat sosok Mba Marni jauh lebih tegar dan pasrah. Dari cerita-ceritanya tentang bagaimana sang ibu semakin bertingkah seperti anak kecil. Jam tiga pagi ia sudah terbangun untuk bersiap-siap mengurusi ibunya. Hingga tak jarang, Mba Marni ambruk dan jatuh sakit.

Pernahkah Bu Wati berpikir, bahwa ketika ia sedang mengeluhkan kondisi rumah tangganya dan seolah menyesal dengan lelaki pilihan hatinya. Di saat yang sama Mba Marni justru tengah merindukan posisinya sebagai seorang istri?

#

Percayalah, kita takkan pernah merasa cukup dan bersyukur, jika hanya sibuk memikirkan apa yang belum, bahkan tidak akan pernah bisa kita miliki seumur hidup.

Sebelum mengeluh, ingatlah.
Pasti, selalu ada orang lain yang tengah menginginkan kehidupan seperti kita.

#

#SelfReminder
#Newishalifa