Hadiri Taman Syurga di Dunia

0
261
taman surga

Oleh : Rina Perangin-Angin

“Apabila kamu melewati taman-taman syurga, minumlah hingga puas.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang di maksud dengan taman-teman-syurga tersebut?” Nabi SAW menjawab, “Majelis-majelis ilmu.” ( HR Ath-Thabarani)

Menuntut ilmu sangat penting dalam Islam. Bahkan Islam sendiri memberi motivasi dengan mengibaratkan majelis ilmu sebagai taman syurga.

Ilmu, merupakan satu-satunya jalan bagi kita untuk melakukan ibadah. Dari mana kita tahu bahwa shalat subuh dua rakaat, riba itu haram, puasa itu wajib? Jelas dari ilmu. Maka wajarlah bila kedudukan orang berilmu sangat mulia di dalam Islam.

Imam syafi’i pun mengajarkan kepada kita tentang keharusan haus ilmu. Semakin banyak ilmu yang kita miliki justru membuat kita semakin merasa kurang ilmu sehingga keinginan untuk belajar dan belajar senantiasa ada. Ketika kita merasa telah memiliki ilmu yang cukup, maka itulah tahap bahwa ilmu kita sebenarnya sangat dangkal. Ketika kita menutup mata dari ilmu, syetan lah yang akan mengisi hati kita. Astaghfirullah.

Begitu indahnya Rasulullah menyebut majelis dengan sebutan “taman-taman syurga”. Untuk itu mulai sekarang, detik ini juga, rajinlah mendatangi taman-taman syurga. Jika belum bisa menikmati apa yang di sampaikan sang ustadz, cukup duduk tenang. Pahala akan dengan segera hadir walau tentu tak sebesar orang yang mendengar dan mengaplikasikannya. Ingatlah, untuk memulai kebiasaan baik memang harus sedikit dipaksakan. Lama-lama akan terbiasa. Insya Allah. Ketika malas tiba-tiba hadir dalam diri, atau syetan mulai berbisik pada hati, jangan dengarkan!!! Lawan sekuat mungkin!

Ingatlah, bahwa hidup kita begitu singkat. Kita tak punya waktu untuk bersenang-senang dalam maksiat. Semua yang kita lakukan pasti di mintai pertanggungjawabannya. Semuanya, tanpa ada yang terlewat. Jangan biarkan majelis-majelis yang sia-sia menjadi tempat favorit. Akan menjadi aneh bila kita muslim tak suka majelis ilmu, tapi suka ikutan nonton konser. Sungguh, kemurkaan Allah tinggal menunggu waktu.

Terkadang saya menangis bila mendatangi pengajian yang pesertanya sangat sedikit. Sedangkan bila artis yang datang, berdesakan membeli tiket pun nggak masalah. Astaghfirullah, dunia mulai terbalik. Datang ke majelis ilmu yang gratis dan dapat pahala menuju syurga pada malas. Eh, pas ke tempat maksiat, bayar mahal-mahal, jalan menuju neraka, malah pada heboh ikut. Mungkin inilah tanda-tanda akhir zaman. Semoga kita bukan tergolong di dalamnya.

Dengarlah sebentar hadits yang begitu indah ini, “Barang  siapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga”. ( HR Muslim)

Masya Allah. Begitu indahnya janji Allah. Di padang mahsyar kelak kita akan merasakan panas yang luar biasa membakar, menghadapi persidangan di hadapan Allah. Alangkah sulitnya urusan pada saat itu. Dan Allah berjanji memudahkannya jika kita mau mencari ilmu dengan sungguh-sungguh.

Lalu, apakah secara otomatis jalan kita ke syurga menjadi mudah? Tentu tidak. Tetap akan ada proses perhitungan perbuatan baik dan buruk. Hanya saja ketika berilmu, maka kita mampu membedakan mana baik-buruk, halal-haram. Dengan begitu, kita mampu mempersembahkan amalan-amalan yang “terbaik” kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin

Dan satu hal yang tak kalah penting, dalam menuntut ilmu kita harus senantiasa ikhlas untuk mendapat keridhaan Allah, bukan untuk menumpuk apalagi untuk pamer di depan orang lain. Karena Allah akan murka nantinya. Terakhir, saya berharap kita tergolong dalam golonga orang-orang yang senantiasa haus ilmu, memahami, dan mengaplikasikannya.

Cukuplah hadits ini menjadi pengingat “Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya kepada para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-oorang yang bodohdan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmuuntuk penampilam dalam majelisdan untuk menarikperhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa begitu maka baginya nerak, neraka!’ (HR Tirmidzi)