Expired Cobaan

1
329
cobaan

Oleh : Indri Novia Miranti

Masa cobaan ada expired-nya? Memangnya makanan ada tanggal kadaluarsa segala. Ups, tunggu dulu! Pernah ada yang dengar “Laa Yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”(QS. Al Baqarah : 286)

Ya! Ada yang masih mau mangkir dari janji Allah? “Aku sesuai prasangka hamba-Ku”. Be phositif thinking! Apapun cobaan yang Allah berikan pasti akan ada akhirnya. Kuncinya, asal kita yakin bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Habis gelap terbitlah terang.

Kehidupan di dunia pun bak sinetron, berepisode. Ada cobaan yang menyedihkan, juga  menggembirakan. “…Kami akan Menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)…”. Semua telah dipergilirkan, sebagaimana bergantinya siang dan malam. Dan pada akhirnya, satu persatu cobaan itu akan THE END.

Saat diuji dengan keburukan berupa musibah, coba tengoklah ke atas. Di mana masih banyak orang lain yang cobaannya lebih besar dari kita. Mungkin cobaan yang menimpa kita belum seberapa, bila dibandingkan dengan ujian yang dialami oleh para Nabi, Sahabat dan Salafus-Shalih di zamannya.

Kisah kesabaran Nabi Ayub as yang paling menohok. Bagaimana ia bertubi-tubi di uji oleh Allah. Dari mulai kehilangan harta benda, anak, bahkan yang terberat berupa sakit kulit yang menderanya. Ia sampai dikucilkan, namun ia tetap bertahan dalam kesabarannya. Hingga di saat istrinya sendiri hendak meninggalkannya, Nabi ayub as berdoa memohon kesembuhan kepada Allah. Terpancarlah air dari telapak kakinya, dan air tersebut pula yang dipakai untuk membasuh seluruh badannya.

Sedangkan saat di uji kesenangan, coba lihatlah ke bawah. Di mana masih ada saudara kita yang dilanda kesedihan. Sehingga kita pun tidak jumawa melainkan berempati kepadanya. Ujian pun tidak akan salah alamat, disesauikan dengan tingkat keimanan masing-masing. Manakala seseorang sudah berada pada titik nadir, saat di mana ia telah memasrahkan diri, di situlah Allah akan menunjukkan Kuasa-Nya. Diantaranya dengan kekuatan doa.

Teringat dengan kisah tiga sahabat yang terjebak di dalam gua karena ada batu besar yang menghalangi jalan keluarnya. Di sana mereka menyebutkan amal masing-masing yang pernah dikerjakan, sehingga pada akhirnya batu yang menutupinya pun bergeser dengan izin Allah.

Ya, kekuatan doa begitu dahsyat pengaruhnya. Sampai-sampai ilmuwan dari Jepang, meneliti langsung tentang air. Ketika air ditiupkan doa, hasilnya air tersebut akan membentuk partikel-partikel kristal yang indah. Bukan kita menghitung-hitung amal, tetapi semoga doa yang kita panjatkan tersebut bisa menjadi wasilah dicabutnya cobaan yang sedang mendera kita saat ini. Sehingga Allah pun menganggapnya sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi alias expired atau kadaluarsa.