Cendikiawan Muslim Itu Bernama Dr. Zakir Naik

0
1427
zakir naik

Oleh : Newisha Alifa
==========================================

Apa yang pertama terlintas dalam benak Anda ketika mendengar sosok bernama Dr. Zakir Naik?

Kalau saya, “Ma Syaa Allah, amazing person!”

2008 adalah kali pertama saya mengetahui sosok beliau lewat sebuah video yang menayangkan debat terbuka antara Dr. Zakir Naik dengan Dr. William Campbell. Materi debatnya adalah tentang “Perbandingan Agama”.

Kali pertama, tapi sudah begitu berkesan. Sosok beliau yang begitu cerdas, tegas, lugas, dan kharismatik sukses membuat orang di berbagai belahan dunia, tertarik untuk mempelajari Islam lebih dalam.

Yang saya tahu, Dr. Zakir Naik adalah salah satu murid dari Syeikh Ahmad Deedat yang kini sudah tiada. Misi keduanya sama. Menyebarkan Islam seluas-luasnya. Mengenalkan apa itu Islam pada mereka yang non-muslim. Dan seolah ‘menggebrak’ orang-orang yang sudah Islam sejak lahir, untuk kembali lagi menggali ilmu tentang Islam yang mungkin sudah sering diabaikan lantaran hanyut dalam ilmu-ilmu keduniawian lainnya.

Salah satu hal yang melekat pada pendebat, penceramah, sekaligus Dokter ini adalah : beliau tidak hanya hapal Al-Qur’an & Hadist. Tapi juga bible, wedha dan tripitaka. Ma Syaa Allah! Luar biasa!

Tidak hanya itu, pengetahuannya tentang ilmu keduniawian juga tak bisa dipandang sebelah mata. Sosoknya berhasil membuktikan bahwa apa yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan disampaikan oleh Rasulullah Saw dalam hadist-hadistnya, bisa dibuktikan menurut fakta ilmiah.

Lancar dan sangat percaya diri setiap menerangkan, atau menjawab sesuatu. Wajar. Orang cerdas memang begitu. Seingat saya, beliau hampir tak pernah ragu dalam menjabarkan suatu hal. Selalu yakin dan lugas.

Di beberapa video, saya dapati sosoknya terkesan sombong. Pernah seorang pastur menantangnya berdebat, namun dengan pede, beliau menjawab.

Dr. ZN : Jika mau, Anda bisa menghadapi murid-murid saya.

Penantang : Tidak mau. Saya maunya berdebat dengan Anda.

Dr. ZN : Oh, boleh. Tapi Anda harus menyewa satu gedung besar dan mengumpulkan ribuan orang dulu. Itu syarat untuk mengajukan debat dengan saya. Karena untuk apa saya meladeni Anda? Hanya untuk membuat Anda terkenal?

Pernyataan yang menohok.
Sang penantang pun, langsung terdiam membisu. Kalah dan malu telak. Dr. William Campbell yang sudah terkenal saja, dibuatnya mati kutu sedangkan ini hanyalah orang asing. Orang yang tidak terkenal tiba-tiba menantang debat seorang Zakir Naik. Ibarat anak SMA yang dengan ‘pede’ menantang Dosen Universitas untuk berdebat.

Namun, JANGAN MEREMEHKAN ORANG.
Iya benar.
Tapi saya sangat yakin, beliau punya pertimbangan sendiri mengapa bersikap demikian.

#

Dr. Zakir Naik laksana oase bagi umat muslim di dunia! Catat! Di dunia! Bukan hanya di negara asalnya, India. Beliau lah sosok cendikiawan muslim sesungguhnya. Beliau berjihad dengan ilmu. Meneruskan tonggak perjuangan Rasulullah Saw. Berdebatnya bukan asal debat, tapi sarat makna. Tak heran jika dalam berdebat pun, beliau tak mau sembarangan.

Untuk debat terbuka, beliau hanya bersedia disandingkan dengan tokoh dari agama lain yang punya power untuk mempengaruhi pengikutnya. Dan memang begitu seharusnya.
Jangan mempermalukan diri sendiri dengan nekat berdebat sama yang levelnya tidak setara dengan kita.

Anak SMP menantang mahasiswa? Nyalinya besar sekali.
Mahasiswa kok ‘ngeladenin’ anak SMP? Naif!

#

Ketika membahas suatu perkara, beliau sandingkan pandangan dari berbagai mahzab. Terbuka terhadap kritik dan saran, selama memiliki hujjah yang kuat. Tidak fanatik terhadap salah satu mazhab atau fatwa dari para Syeikh pendahulunya. Logikanya dipakai betul, agar tak sampai taqlid buta.

#

Seorang atheis datang ke acaranya dengan alasan BELUM MENDAPATKAN jawaban tentang takdir, ujian, mengapa Tuhan membiarkan sebagian hamba-Nya masuk neraka. Si atheis berkata di awal, bahwa selama ini menilai penjelasan Dr. Zakir Naik sangat logis dan bisa diterima oleh akalnya. Dan ia pun akhirnya merasa puas dengan jawaban yang diberikan oleh pendebat internasional tersebut.

#

Faktanya!
Di tengah kemajuan pola pikir manusia saat ini, teknik berdakwah yang diterapkan oleh Dr. Zakir Naik memang sangat dibutuhkan. Orang-orang tidak lagi merasa cukup dengan hanya dibacakannya dalil. POKOKNYA HARUS ADA ALASANNYA, begitulah tuntutan yang diusung para ilmuwan/scientist dalam usahanya menyerang Islam.

Orang-orang cerdas tak mudah menerima suatu pendapat. Dalam pikiran mereka akan berkecamuk banyak hal, sebelum akhirnya mantap memeluk hidayah itu. Tahu kan kisah Neil Armstrong, astronot yang masuk Islam karena mendengar suara adzan menggema di bulan?

Orang-orang yang sulit mendapatkan sesuatu, biasanya ketika sudah memeluknya, akan lebih total dan tak mudah goyah untuk melepaskannya. Begitulah juga kita seharusnya smile emoticon

#

Ma Syaa Allah.
Semoga Allah terus merahmati beliau.
Menjaga hati dan pikirannya untuk terus menyampaikan kebenaran agam Allah, hingga husnul khotimah.

Aamiin Yaa Robbal Alamiin.