Cara Berdzikir Yang Manakah Yang Utama?

1
304
berdzikir

WahidNews, Mungkin pernah kita temui kenapa ada orang yang berdizikir hanya dengan diam, namun sebenarnya dia sedang berdzikir dan di lain waktu kita temui ada orang yang berdzikir dengan lisannya ikut melafalkan dan jahr. Pernahkah muncul pertanyaan di benak kita, manakah di antara keduanya yang benar? Atau manakah dari keduanya yang lebih utama? Sebenarnya ini adalah persoalan yang sudah biasa muncul di masyarakat, karena yang terjadi memang demikian. Berikut sedikit ulasan mengenai dzikir.

Dzikir berasal dari kata dzakara – yadzkuru – udzkur – dzikr yang berarti mensucikan atau memuji, ingat, mengingat, peringatan, menutur, menyebut dan melafalkan. Al Qur’an juga mempunyai nama lain yaitu adz dzikr. Dari asal maknanya, dzikir bisa berarti mengingat Allah bisa pula menyebut nama Allah. Dalam QS: Ali Imran: 191 Allah SWT berfirman:

“Meraka yang mengingat Allah di waktu berdiri, duduk dan berbaring…”
Allah SWT juga berfirman di QS. An Nisa: 103
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat, ingatlah diwaktu berdiri, duduk maupun berbaring…”

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh At-Turmudzi dari sahabat Abdullah bin Busr Ra berkata:
يا رسول اللّه, انّ شرائع الإسلام قد كثرت عليّ فأخبرني بشيء أتشبّب به؟ قال لايزل لسانك رطبا من ذكراللّه
“Ya Rasulallah ajaran-ajaran Islam telah banyak padaku, maka beritahukanlah padaku yang dapat aku jadikan pegangan. Rasulullah SAW bersabda: biarkanlah lisanmu terus basah menyebut Allah SWT (HR. At-Turmudzi)”

Hadits lain yang juga diriwayatkan At-Turmudzi dari sahabat Jabir Ra berkata:
سمعت رسول اللّه (ص) يقول : أفضل الذّكر لاإله ألاّاللّه
“Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Dzikir yang paling utama adalah Laailaaha illallah (HR. At-Turmudzi)”

Dari keduanya (dzikir menyebut-nyebut nama Allah dan mengingat-ingat Allah) adalah benar, karena sama-sama memiliki dasar. Tidak satupun yang salah. Namun demikian, dzikir yang paling utama adalah dzikir yang dilakukan dengan hati dan lisan. Misal lisan menyebut Laailaaha illallah hati mensucikannya, lisan mengucap Alhamdulillah hati memuji-Nya, dan kalimat-kalimat Thoyibah yang lain. Wallahu a’lam

by : Sarah Ufaira