24.3 C
Jakarta
Tuesday, January 26, 2021

Besarnya Perhatian Islam Terhadap Akhlak

Must Read

Antara Banjir Dan Kegagalan Sistem Kapitalisme

Banjir Buah Kegagalan Sistem Kapitalisme Oleh: Devita Deandra (Aktivis Muslimah) Awal tahun 2021 ini di warnai duka dan bencana yang datang...

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat?

Golput Meningkat, Demokrasi Menuju Sekarat? Oleh : Fani Ratu Rahmani (Aktivis dakwah dan Penulis) Istilah golput atau golongan putih ini sudah...

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi

Kampus Merdeka: Kala Akademisi Tunduk pada Titah Korporasi Oleh : Ummu Hanan (Aktifis Muslimah) Konsep kampus merdeka memunculkan pro dan kontra....




WahidNews, Akhlaq berasal dari bahasa Arab, adalah bentuk jamak dari “khulq” yang berarti tabiat, watak, perangai, dan busi pekerti. Akhlaq bisa didefinisikan sebagai sikap yang tertanam dalam jiwa yang melahirkan perbuatan-perbuatan tertentu secara spontan (tanpa rencana dan rekayasa) dan konstan (tetap, tidak berubah-ubah). Tolok ukur atas standard nilai akhlaq adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Secara konkrit, tolok ukur akhlaq adalah pribadi Nabi Muhammad Saw. Selain sebagai teladan yang baik, beliau memiliki budi pekerti (akhlaq) yang luhur. Akhlaq Nabi Saw adalah Al-Qur’an itu sendiri. Ada beberapa ayat dan Hadist, diantaranya sebagai berikut:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya:“sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu,,,,”. (Q.S Al-Ahzab:21).

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya:“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (Q.S. Al-Qalam ayat 4).

Ada salah seorang bertanya kepada Aisyah: “Aku (Sa’d ibn Hisyam) mendatangi Aisyah dan bertanya: Hai Ummul Mukminin, beritahukan kepadaku tentang akhlaq Rasulullah Saw. Aisyah menjawab: Akhlaqnya adalah Al-Qur’an”. (HR. Ahmad).

Akhlaq mencakup semua sikap hidup seseorang, baik sikap terhadap Allah dan Rasulullah Saw (Al-Akhlaq Ad-Diniyyah), terhadap diri sendiri (Al-Akhlaq Al-Fardiyyah), terhadap keluarga (Al-Akhlaq Al-Usrawiyyah), terhadap masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional (Al-Akhlaq Al-Ijtima’iyyah), dan terhadap alam semesta serta lingkungan sekitar seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, laut, udara (Al-Akhlaq Al-‘alamiyyah) dan lain-lain.

Akhlaq memiliki kaitan yang erat dengan aqidah dan ibadah seorang Muslim. Agama Islam diturunkan salah satunya adalah untuk memberbaiki perilaku atau akhlaq umat manusia. Bahkan akhlaq menjadi tolok ukur kesempurnaan iman seseorang. Semakin baik akhlaqnya, semakin sempurna pula imannya. Hal ini ditegaskan dalam hadist Nabi Muhammad Saw yang artinya sebagai berikut: “Sungguh benar-benar aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”. (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

“Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya”. ( HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah Dan Ahmad). Akhlaq juga banyak dikaitkan dengan ibadah terutama pada persoalan dampak yang ditimbulkan dari ibadah yang dilakukan oleh seseorang. Sebagai contoh adalah:
1.Sholat mencegah dari perbuatan keji dan munkar

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Artinya:“Sesungguhnya Sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar”. (Q.S. Al-Ankabuut:45).

2.Puasa melatih diri menahan hawa nafsu dan meninggalkan sikap tercela
“Semua amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya, dan puasa itu adalah perisai. Pada hari seseorang dari kamu berpuasa janganlah ia berkata kotor dan berbuat gaduh, dan apabila ada orang mengajak berbantah dan bermusuhan hendaklah ia mengatakan: saya sedang berpuasa”. (HR. Jamaah ahli hadis selain At-Tirmidzi).

3.Zakat membersihkan jiwa dari penyakit-penyakit hati seperti sifat kikir, cinta yang berlebihan kepada harta dan menyuburkan sifat-sifatkebaikan dalam hati manusia dan memperkembangkan harta mereka.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Ambillah zakat dai sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Q.S.At-Taubah:103). by : Rubiyah

0
0
vote
Article Rating

1 COMMENT

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
- Advertisement -

Latest News

Antara Banjir Dan Kegagalan Sistem Kapitalisme

Banjir Buah Kegagalan Sistem Kapitalisme Oleh: Devita Deandra (Aktivis Muslimah) Awal tahun 2021 ini di warnai duka dan bencana yang datang...

More Articles Like This

0 0 vote
Article Rating
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x