Begini Jadinya Jika Islam Ditinggalkan

1
169
islam memberi solusi

Oleh :Rina Perangin-Angin

Ketika Islam sudah “Hilang” dari kancah kehidupan dan tak lagi  sebagai “dasar peraturan”, maka dapat diprediksi, kehancuran dan kekacauan segera terjadi dalam seluruh aspek kehidupan

Nilai-nilai kemanusiaan akan hilang, batasan dalam masyarakat menjadi tak jelas, standar aturan pun menjadi rancu. Sesuatu yang hari ini haram, besok bisa jadi halal. Hal yang hari ini baik, besok menjadi buruk. Aturan yang baru di “sah” kan, besok sudah di amandemen, lusa diganti sebab ternyata tak sesuai dengan kondisi masyarakat yang ada. Lalu di buat lagi aturan yang lain, ketika tak cocok atau ada aturan yang lebih menguntungkan, aturan lama pasti di buang. Dan sudah tak asing, dalam proses pembuatan aturan, ada yang namanya “Waktu Percobaan” selama beberapa bulan. Tujuannya, bila aturan itu tak cocok masih bisa di ganti dengan aturan baru. Masyarakat yang harusnya mendapat kesejahteraan justru di anggap sebagai “kelinci percobaan aturan”.

Itulah yang “pasti” terjadi bila Islam hanya di buat sebagai status dalam KTP, bila aturan Islam hanya di pakai sebatas mengurusi jenazah, menentukan waktu sholat, puasa dan haji. Karena pada hakikatnya, tanpa Islam, maka “hawa nafsu” manusia lah yang bermain mengendalikan segala keputusan manusia, termasuk dalam hal membuat peraturan yang hampir semua di dasari oleh hawa nafsu, oleh keinginan perseorangan maupun kelompok. Kita tentu tau, bila hawa nafsu si A dan si B jelas berbeda, hingga atutran yang berasal dari hawa nafsu tersebut jelas lah tak mampu menyejahterakan seluruh masyarakat.

Standar aturan yang di pakai selain hawa nafsu yaitu “asas manfaat”. Inilah yang sebenarnya sangat berbahaya. Apapun itu, tak peduli halal atau haram akan di ambil. Misalnya, pelegalan miras di Jakarta beberapa waktu yang lalu yang di ambil karena bermanfaat menambah devisa Negara. Atau pelegalan lokalisasi pelacuran Karena memberi banyak pemasukan devisa.  Atau perjudian yang di perbolehkan di tempat-tempat tertentu karena memiliki “pajak” yang besar. Semua karena manfaat.

Contoh lain yang beredar dalam masyarakat seperti “perzinahan’ yang bila suka sama suka tak akan di hukum. Astaghfirullah, padahal dalam Islam, hukuman pezina sangat jelas, yaitu di campuk 100 kali  bagi yang belum menikah, dan di rajam sampai meninggal bagi yang sudah menikah, ini jelas terdapat dalam sebiuah hadits yang artinya “Ambillah dariku. Ambillah dariku. Jejaka dengan gadis cambuk100 kali dan pengasingan selama setahun. Laki-laki yang sudah menikah dan perempuan yang sudah menikah adalah rajam: (1) ( HR Muslim)

Sekali lagi, sebab aturan yang tak memakai Islam  sebagai asasnya, maka Islam tak boleh di pakai. Dengan dalih keragaman Agama, akan egois jadinya bila hanya memakai aturan satu agama saja. Bukankah itu alasan yang konyol? Atau ada juga dalih lain yang bilang aturan dalam Islam terlalu kejam, tidak manusiawi, melanggar HAM. Masa sampai mati sih?

Mari lah  berpikir cerdas. Aturan di katakan baik bila memnuhi 2 standar, yakni memberi efek jera bagi pelaku sehingga tak mengulanginya, dan memberi efek takut bagi masyarakat. Coba bayangkan, bila pezina di beri hukuman rajam? Adakah masyarakat yang akan mengikutinya? Tidak, bahkan berpikir untuk berzina pun tak akan, sebab mereka takut. Sehingga setelah itu, tak akan ada perzinahan-perzinahan lain yang terjadi, tak akan ada pemerkosaan-pemerkosaan lain yang terjadi. Perkara melanggar HAM, dibagian mana yang melanggar? Kita ambil contoh kasus pemerkosaan, si pemerkosan di hukum rajam, apa itu tidak manusiawi? Sangat manusiawi. Karena dia sudah memperkosa seorang wanita. Tak adakah yang memikirkan nasib wanita itu? Wanita itu di renggut mahkotanya. Dia butuh keadilan. Belum lagi trauma yang mungkin dialami di kemudian hari. Jadi sangat manusiawi bila yang telah merenggut mahkotanya di rajam sampai mati.

Dengan berbagai teori yang “rancu” manusia pasti mengalami kebingungan. Dimana sisi kemanusiaan hilang entah kemana dan yang tertinggal hanya sisi kebinatangannya. Ketika sisi kemanusiaan telah lenyap, kemampuan akal , pikiran dan ilmu akan menurun drastic. Kalau sudah begini, kemungkinan apa lagi yang bisa terjadi selain kehancuran?

Dan inilah realitas yang terjadi di masyakat sekarang yang akan terus bertambah buruk. Prediksi ini di kuatkan dengan berbagai fenomena menyimpangnya perilaku manusia namun dianggap hal biasa. Seperti semakin marak tindak criminal padahal aparat dimana-mana, hancurnya akhlak generasi ke generasi, maraknya perilaku seks pra nikah, munculnya homo dan lesbi yang hewan saja tak mau melakukannya. Dan dalam islam sendiri, perilaku homo-lesbi sangat dimurkai Allah. Kita bisa menjumpai ayat nya yakni dalam surah Al-A’raf : 81 yang isinya sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsumu, bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”(2). Naudzubillah min zalik

Itulah yang terjadi bila Islam di abaikan. Tanpa Islam, kita tak akan menemukan kondisi yang stabil, yang keamanan di jamin di dalamnya,

Sekali lagi, hanya Islam lah solusi rahmatan lil alamin. Sebab Islam di turunkan oleh Allah yang menciptakan kita. Dia-lah yang paling mengerti fitrah kita sebagai manusia dan aturannya yang paling sesuai dengan fitrah tersebut.

Untuk itu, ayo berjuang, dakwahkan Islam. Sesungguhnya kewajiban mendakwahkan Islam tak hanya terletak pada Kyai, Ustadz atau guru agama saja. Tapi kita semua yang mengaku Islam memiliki kewajiban yang sama. Lihatlah seruan Allah dalam surah Ali Irom ayat 104 yang berbunyi “ Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung” (3)Atau dia ayat-ayat lain yang bermaksud sama seperti surah Fushislat :33,  Surah Ali Imron :110, dll.

Rasulullah sendiri juga telah menegaskan kewajiban berdakwah inni melalui hadits “ Sampaikan lah dariku walau satu ayat” (4) ( HR Bukhari)

Maka apakah yang lebih kuat selain Ayat alquran dan hadist? Mulailah  berdakwah, dimanapun kapanpun. Bangun kembali citra Islam agar mereka yang di luar sana bisa melihat betama Islam memuliakan manusia. Ingatlah, ini kewajiban kita bersama

Sumber Rujukan
1. Al Quran surah Ali Imron ayat 103 dan 110
2. Al Quran surah  Fushislat ayat 33
3. HR Bukhari
4. HR Muslim
5. Kitab Nizhamul Islam BAB Hadlarah