Apakah Sahabat Dunia Maya, Sahabat di Surga Juga?

1
603
sahabat facebook

Apakah Sahabat Dunia Maya, Sahabat di Surga Juga?

Oleh : Farah Riza

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka ( orang-orang yang beriman ) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”
[Al Muthaffifin : 29 – 32]

Firman Allah tadi menjadi gambaran tentang adanya dua kelompok dalam memilih sahabat. Sahabat yang bersatu berdasar iman pada Allah dan sahabat yang bersatu bukan karena Allah. Terjadinya dua bentuk hubungan tersebut tidak hanya di dunia nyata, namun juga dunia maya.

Dunia maya yang terbentuk melalui media sosial tentu juga berisi dengan manusia dari dunia nyata meski sebagian tidak memakai identitas asli. Namun, apakah kita bisa menemukan teman di dunia maya selayaknya sahabat dunia nyata? Tentu bisa. Apalagi lewat dunia maya, seorang mukmin lebih mudah mendapat dan memilah banyak teman tanpa harus bergaul ke luar rumah. Bahkan banyak pula kisah pernikahan yang berasal dari perkenalan dunia maya.

Tidak seperti dunia nyata yang terbatas di beberapa tempat dan kuantitas orang yang bisa kita temui, di dunia maya punya zona lebih luas hingga ke ujung dunia, tempat kita bisa mencari teman. Namun, tentu saat mencari teman dunia maya, banyak hal yang harus diperhatikan. Dalam sebuah medsos, kepribadian hanya dikenal lewat kata-kata, mungkin pribadi seseorang tidak sesuai dengan yang isi tulisan status atau karya tulisnya, namun semakin dalam kita memahami dunia maya, akan mampu membuat kita memahami bagaimana pribadi seseorang. Sama halnya dengan dunia nyata maka pilihlah teman dunia maya yang baik dalam berkata-kata dan saling menghormati. Seperti tertulis dalam sebuah firman Allah :
“ Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu bersama orang-orang yang benar. ” (At- Taubah :119)
Berteman di dunia maya pun dapat berlanjut hingga menjadi sahabat di dunia nyata. Maka seharusnya kita lebih jeli melihat seperti apa sosok teman maya kita, apakah dengan bergaul bersamanya di dunia maya dapat membuat kita lebih mencintai-Nya atau malah ke jalan melupakan-Nya. Sebagaimana firman Allah yang dapat menjadi acuan kita dalam memilih teman.

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua jarinya (menyesali perbuatannya)  seraya berkata,” ‘Wahai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Wahai celakalah aku! Sekiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab (ku). Sungguh dia telah menyesatkan aku dari peringatan Al Qur’an ketika Al Qur’an telah datang kepadaku”. Dan setan memang pengkhianat manusia.” (Al Furqan : 27-29).
Tersebutlah sebuah kisah, bagaimana seorang muslimah yang menjadi syar’i dalam menutup auratnya dan ber-akhlaqul karimah setelah mengenal sahabat-sahabat dunia maya. Para sahabat yang lebih sering berbagi ilmu Islam daripada sekadar bercanda ria dalam dunia medsos. Saling menyemangati dalam berdakwah melalui tulisan. Semoga sahabat-sahabat kita adalah orang yang saling menasehati dalam kebaikan dan menyabarkan dalam sebuah musibah.
“Sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan saling menasehati supaya untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” ( Al Ashr : 2 – 3 )

“Dan bersabarlah engkau ( Muhammad ) bersama orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya.” (QS. Al-Kahfi : 28)

Dalam bersosialisasi di dunia maya, kita pun tentu mengenal dengan orang yang juga tak sejalan dalam agama. maka menghindari mereka adalah hal yang diperintahkan oleh-Nya, karena bisa saja kita terperangkap dalam sikap menjauhi-Nya bila terus-menerus bergaul dekat.

Yuk lihat, apakah sahabat dunia maya kita adalah mereka yang mengajak ke jalan-Nya?

Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, no. 239; Abu Dawud, no.4918 [Ash-Shahihah, no. 926])

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda :
“Orang itu mengikuti faham agama teman akrabnya, maka hendaklah salah seorang dari kamu semua memperhatikan, kepada siapa orang itu berteman akrab?.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi)

“Teman -teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf : 67)

Apakah sahabat dunia maya juga akan berkumpul bersama kita di surga? Sebuah hadist yang disepakati Bukhari, Muslim menjadi jawabannya.

Dari Anas r.a. bahwasanya seorang Arab Baduwi bertanya kepada Rasulullah s.a.w. : “Kapankah kimat itu? Sabda Rasulullah s.a.w. padanya : “Apavah anda telah mempersiapkan bekal untuknya? Sahutnya : “Hanya mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah s.a.w. bersabda : “Anda akan bersama orang yang anda cintai.”

Ketika dalam bersosialisasi kita saling menyayangi dengan orang-orang saleh, maka mereka kelaklah yang akan bersama kita bila di surga.  Aamiin.

Bersahabatlah tak hanya di dunia, namun juga hingga di akhirat kelak.

kediri, 19 Rabiul Akhir 1437