Agar Amal Tak Sia-Sia

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

Oleh: Rina Perangin-Angin

Saat ini, banyak sekali saudara-saudara kita yang beribadah tanpa ilmu. Melakukan amalan inilah, ibadah itulah, yang dia sendiri tak tau apa dalilnya. Padahal Allah telah menegaskan dalam surah Al-Isra ayat 36, “Dan janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tidak kamu ketahui kebenarannya, karena penglihatan, pendengaran akan dimintai pertanggung jawabannya.”

Ayat tersebut seharusnya sudah cukup membuat kita sadar bahwa apapun yang kita lakukan harus ada dasarnya. Itulah yang membedakan kita dengan orang kafir. Kita bertindak dengan dasar dalil, sedangkan mereka dengan hawa nafsu. Dan yakinlah, apapun yang tidak didasari dalil akan mudah sekali setan ikut andil di dalamnya.

Lalu, bagaimana cara agar amalan kita tak tertolak? Ada dua syarat agar diterima suatu amalan, yaitu niatnya ikhlas dan caranya benar.

Niat merupakan pangkal dari ibadah. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa amal bergantung pada niat dan kita hanya menerima apa yang kita niatkan. Misalnya, kita beribadah karena ingin mendapat pujian orang lain, maka kita akan mendapat pujian tersebut. Jika kita beribadah karena ingin mendekati wanita, maka kita akan mendapatkannya. Namun ingat, kita hanya mendapatkan itu saja. Sedangkan pahala?? Sungguh tak akan kita dapatkan. Atau contoh lain, seorang ustadz yang mengisi ceramah dengan tujuan utama untuk mendapatkan uang, maka dia hanya akan mendapatkan sesuai yang diniatkannya. Tetapi pahalanya? Dia tidak dapat! Itu mengapa niat yang ikhlas menjadi penting diterima atau ditolak suatu amalan. Sudah seharusnya, seluruh ibadah kita hanya diniatkan untuk meraih ridha Allah semata. Tidak ada iming-iming lain.

Selanjutnya, bila niat kita sudah ikhlas karena Allah, maka langkah berikutnya adalah melakukan ibadah tersebut dengan cara yang benar. Di sinilah letak butuhnya kita terhadap ilmu. Untuk mengetahui bagaimana melakukan ibadah yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Jika tak berilmu, bagaimana kita mengetahui apa itu shalat, cara pelaksanaannya, atau yang lain-lain???

Misalnya, si Abdul sudah ikhlas ingin beribadah kepada Allah. Lalu dia shalat Maghrib empat rakaat. Apakah ibadahnya diterima?? Jelas tidak! Sebab caranya salah. Caranya shalat tidak mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Atau contoh lain, si B niatnya ikhlas menolong fakir miskin. Dia melakukan untuk memenuhi perintah Allah dalam hal tolong menolong. Ia merampok bank dan membagi-bagikannya kepada fakir miskin. Apa dia mendapat pahala? Justru dia mendapat dosa karena merampok, mengambil harta yang bukan haknya. Harta yang diberikannya kepada fakir miskin berstatus haram. Lalu pahalanya? Tidak dapat!

Ilustrasi sederhana di atas menggambarkan bahwa yang harusnya ibadah justru bisa menjadi dosa bila niatnya tidak ikhlas atau caranya yang tidak benar.

Apa sebenarnya standar ikhlas itu sendiri? Sebagian masyarakat berpikir bahwa ketika beribadah karena mengharapkan surga, atau takut neraka, maka tidak bisa disebut ikhlas. Ibadah haruslah bebas dari keinginan surga dan neraka semata. Benarkah?

Menutut Ibnu Taimiyah, orang yang beribadah karena takut pada neraka saja disebut Haruri, itu salah. Orang yang beribadah karena ingin masuk surga saja disebut Murji, itu juga salah. Orang yang beribadah karena cinta itulah zindiq, dan itu juga salah. Beribadah harus karena mencintai dan mengharap ridha Allah, baru kemudian belindung kepada-Nya karena takut azab neraka dan berharap kepada-Nya agar dimasukkan ke dalam surga. Inilah yang di sebuat ikhlas yang sempurna.

Beribadah hanya mengharap surga tanpa mengharap ridha Allah adalah hal yang tidak diperbolehkan. Demikian pula jika kita hanya meminta dibebaskan dari siksa neraka, namun tak pernah mengharap ridha Allah, itu pun tidak diperkenankan. Mengharap ridha Allah adalah tujuan utama kita, selanjutnya memohon agar dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari siksa neraka. Ini jelas membuktikan bahwa allah juga memotivasi kita dengan surga dan mengancam kita dengan neraka.

Jadi intinya, lalukanlah setiap ibadah dengan niat ikhlas dan cara yang benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dan dikatakan ikhlas ketika kita melakukannya karena mencintai dan mengharap ridha Allah. Insya Allah, kita semua bisa dan Allah yang akan memudahkan. Aamiin

1 COMMENT

1
Leave a Reply

avatar
0 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com