Pola Makan Sehat ala Rasulullah SAW

1
213
tips sehat islami

WahidNews, Rasulullah Saw adalah suri tauladan yang baik bagi pimpinan umat muslim pada masa Rasulullah dan sampai saat ini. Semua yang dilakukan Rasulullah sesuai dengan petunjuk Allah yang sudah tertulis dalam Al-Qur’an maka setiap yang dilakukan Rasulullah selalu menjadi panduan bagi sahabat serta umat muslim pada zaman Rasulullah. Cara pola hidup yang sehat juga dilakukan oleh Rasulullah agar menjaga kesehatan tubuh agar tidak sakit dan tidak mengganggu dakwah Rasulullah maka dari itu Rasulullah punya Tata cara pola makan tersendiri sesuai dengan ajaran Allah SWT. “ sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (Al-Ahzab : 21).”

Kesehatan adalah aset kekayaan yang tak ternilai harganya karena ketika hidup kita sehat akan mudah menjalani kehidupan di dunia ini, dan ketika nikmat sehat didunia ini telah dicabut oleh Allah SWT, maka berbagai cara kita untuk menyembuhkan tubuh kita dengan biaya yang mahal dan ketempat yang sangat jauhpun akan dilalui agar mendapatkan kesembuhan. Sayangnya bayak orang tidak memperhatikan kesehatan diri sendiri dan tidak memperdulikan nikmat Allah yang telah memberikan kesehatan tubuh kita, ketika kita sudah jatuh sakit baru kita sadar. Karena Allah telah menegaskan kepada kita bahwa Beliau (Rasulullah) adalah teladan, inilah teladan yang bisa kita ikut bagaimana pola makan Rasulullah Saw. Agar sehat dan berkah serta mendapatkan amal.

Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksankan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lan, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh. Rasulullah Saw. Pernah bersabda : “ Dua nikmat yang seringkali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412).

Dengan mencontoh pola makan Rasulullah Saw. Kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza). Beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut :
1. Pada waktu pagi hari Rasulullah Saw. Menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut merupakan organ yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka akan mengganggu proses konsumsi makanan.

2.Pada waktu pagi hari juga Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesondok madu asli, khasiatnya yang luar biasa. Dalam Al-Qur’an madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan Islam Nakiroh menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Pada dasarnya, bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

3.Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang) Rasulullah senantiasa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah Saw. Bersabda: “ barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun.”

4.Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengkonsumsi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh dimusim dingin.

5.Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. Secara umum sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

6.Rasulullah tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktifitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan sholat.

7.Disamping menu wajib diatas ada beberapa makanan yang disukai Rasulullah tetapi tidak rutin mengkonsumsinya. Diantaranya tsarid yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian beliau juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu).

8.Rasulullah sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil berman dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan istri tercintanya, Aisyah Radiyallhu’anha.

9.Rasulullah Saw. Tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang. Hal itu yang melatari, beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.

10.Pola makan Rasulullah Saw. ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis).
Selain itu ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain:
Jangan minum susu bersama makan daging
Jangan makan ayam bersama minum susu
Jangan makan ikan bersama telur
Jangan makan ikan bersama daun salad
Jangan minum susu bersama cuka
Jangan makan buah bersama minum susu

Demikian pola makan Rasulullah semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
(Ruby)

Sumber :
Dikutip dari daulahislam.com