Kisah Dukun Penggugur Kandungan

0
3720
aborsi

WahidNews, Saya ingin menulis tentang pengalaman saya tadi siang. Kisah ini adalah kisah nyata. Mengisahkan tentang seorang wanita tua (nenek-nenek) yang berprofesi sebagai dukun beranak atau dukun bayi yang sangat populer di wilayah Priuk, namun sayangnya ia juga dikenal dengan keahliannya menggugurkan kandungan. Biasanya banyak orang terutama para ABG yang kurang bimbingan dan mengalami MBA (Married By Accident) kehamilan di luar nikah, datang ke rumah nenek itu untuk aborsi atau menggugurkan kandungan sebagai penutup aib perzinaan.

Meskipun demikian, ada sisi baik yang dia miliki. Saat saya datang berkunjung ke rumah sakit tempat ia dirawat, ternyata nenek itu tidak terlalu ‘menyeramkan’ seperti anggapan banyak orang. Justru nenek itu (menurut saya) berperangai baik dan ternyata juga rajin sholat 5 waktu. Tidak hanya itu, ia juga sering sedekah dan membantu orang yang kesusahan. Sungguh diluar persangkaan saya selama ini. Saya sempat menanyakan ke nenek, “Nenek tahu tidak kalau menggugurkan kandungan itu berdosa?”, Dia hanya menjawab, “Saya cuma menolong”. Dan setahu saya, nenek itu juga tidak pernah meminta upah dari pekerjaan menggugurkan kandungan.

Sampai pada akhirnya nenek itu menutup mata selama-lamanya pada hari ini, jum’at (25 Desember 2015). Sebelum meninggal, saya kemaren sempat menjenguknya bertepatan saat sakarotul maut. Saya berdoa kepada Allah agar nenek itu diberikan kemudahan dalam menghadapi sakarotul maut dan memohon kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa sang nenek.

Saat ditalqin, sang nenek meneteskan air mata sambil menggerakkan jari-jarinya dan bibirnya berusaha menirukan talqin laa ilaha illallah.

Kita semua akan mengalami seperti yang dialami nenek itu. Menghadapi sakarotul maut. Semoga Allah memberikan kita semua anugerah keistiqomahan dan husnul khotimah (akhir kehidupan yang baik).

Dari kisah pendek di atas, setidaknya akan menyadarkan kita semua bahwa manusia tidak ada yang hidup selamanya. Semua akan menemui ajal sesuai dengan takdir kematiannya. Dan tidak selayaknya kita terlalu membenci orang dari profesi yang dijalaninya. Sebenarnya nenek itu butuh orang-orang yang mampu menyadarkannya agar berhenti dari profesi menggugurkan kandungan.Semoga amal kebaikan yang pernah dilakukan oleh sang nenek menjadi pemberat timbangan amal kebaikannya di akhirat.Amin.

Artikel kiriman dari Inaya Ibrahim Mahfudz