Inilah Pribadi Muslim Sejati

1
161
akhlak muslim

WahidNews, “Kuntum khaira ummatin, ukhrijat linnaas,,,”artinya: “kalian adalah umat terbaik, yang diturunkan ke tengah-tengah manusia,,,.” (qs 3:110). Akhlak adalah bagian utama bagi ajaran Islam sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW bahwa tujuan diutusnya Rasulullah SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak, sebagaimana termaktub dalam hadis dari Abu Hurairah r.a. sabda Nabi SAW : “Innamaa bu’istu liutammima makarimal akhlaq”artinya : sesungguhnya, aku diutus untuk menyempurnakan keluhuran budi pekerti. H.R. Ibnu Sa’ad, Al Hakim, dan Al-Baihaqi hal ini dipertegas lagi di dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj:41 dan Al-Baqarah:177 bahwa kemuliaan akhlaq adalah tanda keimanan seseorang, karena ia adalah hasil keimanannya. Tidak sempurna dan bahkan dapat berakibat hilangnya keimanan seseorang yang tidak berakhlaq. Rasulullah SAW menyatakan : “Bukanlah iman itu hanya dengan angan-angan, tetapi iman itu ialah keyakinan yang tertanam di dalam hati.dan dibuktikan dengan perbuatan.” (HR Ad-Dailam).

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang apa itu agama? Beliau menjawab : kemuliaan akhlaq (Husnul Khuluq). Dan ketika ditanya tentang apa itu kejahatan, beliau menjawab : Akhlaq yang buruk (Su’ul Khuluq). Akhlaq mulia yang dimiliki oleh seorang hamba merupakan perbuatan yang paling berat dalam timbangan dihari kiamat nanti. Oleh karena itu, barangsiapa yang rusak akhlaqnya dan buruk perbuatannya tidak akan dimuliakan hisabnya, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada sesuatu yang lebih berat diatas neraca timbangan seorang hamba di hari kiamat selain dari akhlaq yang baik.” (HR Abu Daud dan Tirmizi).

Setiap muslim dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan berakhlaq sebaik mungkin. Karena diakhirat orang beriman yang paling baik akhlaknya, akan ditempatkan Allah bersama kekasih-Nya, Rasulullah SAW. Hal ini bisa kita lihat dari hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Hibban dalam shahihnya dari Abdullah bin Amru, bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku kabarkan kepadamu tentang orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat tempat duduknya kepadaku pada hari kiamat nanti?” beliau mengulangi perkataan ini sampai tiga kali. Para sahabat brkata, “ya, kami mau, Rasulullah.” Beliaukemudian menjawab, “yaitu orang yang paling baik akhlaknya.” Didalam Islam, akhlak yang mulia itu lahir sebagai hasil dari berbagai ibadah yang dilakukan. Tanpa hasil ini, tinggalah ibadah-ibadah itu hanya sebagai ritualisme belaka dan amalan yang tidak memiliki nilai dan tidak membawa faedah. (Rubiyah)

Sumber :
Islamic Motivation. 2012. STEI Yogyakarta.