Dahsyatnya Makna Syahadat

0
214
makna syahadat

WahidNews, Pada waktu itu seandainya ada sepotong daging diletakkan dipadang pasir, niscaya beberapa jam kemudian daging itu menjadi kering karena sangat panasnya. Dipadang itu, ia ditelentangkan menghadap matahari yang sangat terik itu, lantas diatas dadanya diletakkan sebuah batu besar. Tuannya berkata kepadanya, “Kamu tidak akan kulepaskan dari siksaan ini, melainkan jika kamu mau mendustakan Muhammad dan kembali mengikuti agamamu yang dahulu, menyembah berhala-berhala Latta dan Uzza!!.”

Bilal menjawab dengan tegas dan tidak gentar sedikitpun, “AHAD!! AHAD!! AHAD!!” (Satu!! Satu!! Satu!!) artinya, “Tuhan Yang Maha Esa!! Tuhan yang sebenarnya itu hanya satu!! Tuhan yang sebenarnya itu Maha Esa!!.”

Dengan siksaan yang amat berat itu, bukannya Bilal menjadi luntur imannya, melainkan makin meneguhkannya. Dengan takdir Allah Yang Maha Esa, secara kebetulan waktu itu Abu Bakar r.a. berjalan melalui tempat itu. Dan ia melihat Bilal sedang dianiaya begitu kejam oleh tuannya. Lalu ia menegur Umayyah (Tuannya Bilal) dan menanyakan perihal perlakuannya tersebut. Dan setelah mengetahui bahwa Bilal disiksa karena mengikuti Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar menyatakan sanggup mengganti harga Bilal sesuai waktu dibeli. Setelah melalui perundingan dengan Umayyah, akhirnya Abu Bakar mengganti harga Bilal dengan tunai dengan Umayyah saat itu juga sehingga bebaslah Bilal dari penyiksaan itu. Kemudian Bilal yang masih menderita sakit, diajak kerumah Abu Bakar dan dirawatlah sampai sembuh dan sehat. Kemudian Abu Bakar memerdekakannya dan Bilal tetap menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW serta pemeluk Islam yang sebenar-benarnya.

Begitulah saudaraku, perjuangan seorang sahabat yang begitu kuat memegang keimanannya, siksaan sekejam apapun tak mampu meruntuhkan keimananya. Meskipun dia tidak pernah mengucapkan syahadat secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi Nabi tetap mengakui keislamannya.

Kehidupan hamba yang shalih bersandar pada penerimaannya kepada Islam sebagai Agama. Tanpa Islam, seluruh amalan yang dilakukan sepanjang hidupnya akan berubah menjadi sia-sia, laksana debu yang berhamburan, alias tidak mendapat keuntungan sama sekali. Firman Allah :
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran ayat 85).
Sehingga petunjuk atau bukti pertama dari pengakuan terhadap Islam sebagai agama adalah ikrar dua kalimat Syahadat (Syahadatain) : yaitu persaksian, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah, ditambah persaksian, bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Maka seseorang yang telah mengikrarkan Syahadatain secara otomatis dia menjadi Muslim dan mendapatkan hak dan kewajiban yang sama sebagai muslim. Disini syahadatain berperan sebagai pintu masuk kedalam Islam (al-madkhalu ilal Islam). Karena pada hakekatnya, syahadat merupakan pemisah seseorang dari kekafiran menuju Iman. Artinya dengan sekedar mengucapkan syahadat, seseorang telah dapat dikatakan sebagai seorang muslim. Demikian pula sebaliknya, tanpa mengucapkan syahadat, seseorang belum dapat dikatakan sebagai orang muslim, kendatipun baiknya orang tersebut. (Ruby)

Sumber :
Islamic Motivation. 2012. STEI Yogyakarta