Belajar Ikhlas Melalui Cermin

1
258
cermin

WahidNews, Manusia sebagai makhluk sosial pastinya tidak lepas ketergantungannya dengan manusia lain, mereka saling berinteraksi dan bergaul untuk menunjang kehidupannya. Hubungan manusia dengan manusia (hablu minannas) ini tidak bisa dipungkiri akan timbul perasaan merujuk pada sifat yang menguras hati. Sifat-sifat tersebut adalah, iri dan dengki.

Iri hati adalah sifat tidak senang kepada orang lain atas rezeki yang diperoleh. Orang yang memiliki sifat demikian selalu membandingkan atas kepemilikannya dengan orang lain. Padahal Allah melarang kita iri melalui ayatnya pada surat Annisa : 32.
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Begitu pula larangan mengenai dengki, sifat yang dimiliki manusia karena tidak mau diungguli orang lain dalam kebaikan apapun. Sifat iri dan dengki ini akan menjadikan manusia tidak nyaman dalam hidupnya. Untuk itu, perlu adanya rasa ikhlas agar menerima semua hal yang diberikan Allah kepada nya. Ikhlas adalah buah dari iman, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak. Sebagai manusia biasa, mengucapkan kata  ikhlas sangatlah mudah namun untuk mengamalkannya banyak kendala dalam menerapkannya. Lantas, bagaimana cara untuk menerapkan ikhlas dikehidupan sehari-hari.

Melalui cermin manusia bisa belajar ikhlas. Cermin adalah benda yang dapat memantulkan apapun didepannya tanpa berbohong. Untuk itu bercerminlah, dan lihatlah apa yang dimiliki serta  renungkanlah. Bandingkan dengan mereka yang masih kurang dalam hal material, lalu bersyukurlah. Allah berfirman “janganlah kamu berasa lemah dan jangan pula kamu bersedih hati kerana kamulah orang yang paling tinggi darjatnya jika kamu oarng orang yang beriman”. [ surah ali-imran ayat 139 ] Tetapi, bandingkan dengan orang yang memiliki banyak ilmu agar merasa bodoh dan terus belajar.

Konsep ikhlas  tidak hanya menerima saja tetapi, juga harus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Melihat cermin, pastinya akan terlihat apa yang kurang dan apa yang mesti diperbaiki. Seperti kebanyakan orang tahu, “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.” Untuk itu, mari perbaiki! (Nida)

*Pengguna Cermin