Pentingnya Memahami Al-Maqashid Asy-Syari’ah

Must Read

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar...

WahidNews, Syari’at Islam datang sebagai rahmat bagi manusia, menjaga kemashlahatan dalam semua hal dan keadaannya. Semua hukum yang ada, baik berupa perintah maupun larangan, yang terekam dalam teks-teks syari’at bukanlah sesuatu yang hampa tak bermakna. Namun semua itu mempunyai maksud dan tujuan, dan Allah Ta’ala menyampaikan syari’at-Nya dengan maksud dan tujuan tersebut. Oleh para ulama, maksud dan tujuan tersebut dinamakan dengan Al-Maqashid Asy-Syari’ah.

Pengertian Al-Maqashid Asy-Syari’ah 

Maqashid merupakan bentuk jamak dari maqshad, artinya adalah jalan yang lurus atau juga disebut dengan keadilan. Adapun Asy-Syari’ah, secara bahasa diartikan sebagai jalan atau sumber air. Sedangkan Al-Maqashid Asy-Syari’ah sebagai sebuah ilmu mempunyai definisi yang bermacam-macam. Bahkan imam Asy-Syathibi yang dianggap sebagai bapak maqashid, tidak memberikan batasan definisi yang jelas. [Abu Al-Fadl Jamaluddin Muhammad bin Mukarram bin Manzhur, Lisanul ‘Arab, vol. 7:5, Darul Hadits, Kairo, 2003, hal. 377;82]

Namun dari beberapa pokok pikirannya, pengertian Maqashid Asy-Syariah dapat disimpulkan sebagai ilmu yang ditujukan untuk mewujudkan kemashlahatan dunia dan akhirat bagi manusia berdasarkan pada aturan-aturan tertentu sehingga dengannya seseorang akan menjadi hamba Allah baik secara sadar (ikhtiyaran) maupun terpaksa (idhtiraran). [‘Izzudin bin Zagibah, Al Maqashid Al-‘Ammah li Al-Syari’ah Al-Islamiyyah, Dar Ash-Shafwah, Kairo, cet.I, 1996, hal 43].

Sejarah Al-Maqashid Asy-Syari’ah 

Hampir semua ulama Ushul kontemporer, termasuk Ibnu ‘Asyur, bersepakat bahwa Imam Asy-Syathibi adalah bapak Al-Maqashid Asy-Syari’ah pertama sekaligus peletak dasarnya. Namun itu tidak berarti bahwa sebelum beliau, ilmu maqashid tidak ada. Imam Asy-Syathibi lebih tepat disebut orang pertama yang menyusunnya secara sistematis.

Kata Al-Maqashid sendiri menurut Ahmad Raisuni, pertama kali digunakan oleh At-Tirmidzi dan Al Hakim, ulama yang hidup pada abad ke-3 H. Beliaulah – menurut imam Raisuni – yang pertama kali menyuarakan Al-Maqashid Asy Syari’ah melalui buku-bukunya, seperti : Al-Shalah wa Maqashiduh, Al Hajj wa Asraruhu, Al-‘Illah, ‘Ilal Asy-Syari’ah, ‘Ilal Al-‘Ubudiyyah, dan juga dalam kitab Al Furuq yang kemudian diadopsi oleh imam Al-Qarafi menjadi judul buku karangannya.

Setelah Al Hakim, munculah Abu Manshur Al-Maturidi (333 H) dengan karyanya yang berjudul Ma’khad Asy-Syara’. Disusul Abu Bakar Al-Qaffal Al-Syasyi (365 H) dengan bukunya yang berjudul Ushul Al-Fiqh dan Mahasin Asy-Syari’ah. Setelah Al Qaffal muncul Abu Bakr Al Abhari (375 H) dan Al-Baqilani (403 H). Sepeninggal Al-Baqilani, munculah Al Juwaini, Al Ghazali, Ar-Razi, Al-Amidi, Ibn Hajib, Al-Baidhawi, Al-Asnawi, Ibnu Subuki, Ibnu ‘Abdi As-Salam, Al-Qarafi, Ath-Thufi, Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim.

Sedangkan menurut Hammadi Al-‘Ubaidi, bahwa orang yang pertama kali membahas Al-Maqashid Asy-Syari’ah adalah Ibrahim An-Nakha’i (96 H), seorang tabi’in sekaligus guru Abu Hanifah, setelah itu baru muncul Al-Ghazali ‘Izzuddin Abdussalam, Najmuddin Ath-Thufi dan terakhir adalah imam Asy-Syathibi.

Meskipun versinya bermacam-macam, namun dapat diambil kesimpulan bahwa sebelum imam Asy-Syathibi, Al-Maqashid Asy-Syari’ah sudah ada dan sudah dikenal hanya saja susunanya belum sistematis. [Aep Saepullah Darusmanwiati, Imam Asy-Syathibi, Bapak Maqashid Al-Syari’ah pertama, Islib.com, Edisi Sabtu, 29 November 2003, http://www.pcimmesir.com]

Urgensi Al-Maqashid Asy-Syari’ah 

Ada beberapa manfaat secara umum bila kita mempelajari Al-Maqashid Asy-Syari’ah, antara lain adalah :

1. Al-Maqashid Asy-Syari’ah dapat membantu mengetahui hukum-hukum yang bersifat umum (kulliyah) maupun parsial (juz’iyyah).

2. Memahami nash-nash syar’i secara benar dalam tataran praktek.

3. Membatasi makna lafadz yang dimaksud (madlul al-alfadz) secara benar, karena nash-nash yang berkaitan dengan hukum sangat variatif baik lafadz maupun maknanya. Al-Maqashid Asy-Syari’ah berperan dalam membatasi makna yang dimaksud.

4. Ketika tidak terdapat dalil yang pasti dalam al-Qur’an dan as-Sunnah pada masalah-masalah yang baru (kontemporer), para mujtahid merujuk kepada Al-Maqashid Asy-Syari’ah dalam istimbath hukum setelah mengkombinasikan dengan Qiyas, ijtihad, istihsan, istislah, dll.

5. Al-Maqashid Asy-Syari’ah membantu mujtahid untuk mentarjih sebuah hukum yang terkait dengan perbuatan manusia (af’al mukallafin) sehingga menghasilkan hukum yang sesuai dengan kondisi masyarakat. [Prof. Dr. Muhammad Musthafa Az-Zuhaily, Maqashid Asy-Syari’ah Al-Islamiyyah, I/9, Maktabah Syamilah].

Sehingga dalam syariat dikenal dengan sebuah istilah Adh-Dharuriyat Al Khamsah, artinya adalah lima hal yang sangat penting. Diantaranya adalah : agama, jiwa, akal, keturunan, dan, harta . Kelima hal tersebut merupakan mashlahah yang senantiasa akan dijaga oleh syari’at meskipun dengan jalan yang berbeda-beda. Sehingga syari’at akan meletakkan dua sendi dasar yaitu mewujudkan hukum dan menjaga kesinambungan hukum tersebut.

(Majalah Hujjah, Edisi Januari 2015)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

Latest News

Terungkap, Ternyata Masker Kain Cukup Efisien Tangkal Corona

Wahidnews.com - Seluruh dunia sedang dilanda bencana dengan mewabahnya Virus Corona atau COVID-19, yang oleh World Health Organization (WHO)...

Terbukti Efektif Obati Covid-19, Interferon Buatan Kuba Dipesan Puluhan Negara

WAHIDNEWS.COM - Ditemukan satu obat yang diyakini ampuh untuk mengobati orang yang terkena virus Corona atau COVID-19. Obat itu disebut Interferon Alpha 2b Human...

Kabar Gembira, Semua Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Sembuh

Malang (wahidnews.com) – Alhamdulillah, akhirnya mulai bermunculan informasi yang tidak bikin panik masyarakat di tengah epidemi virus COVID-19. Kabar yang menggembirakan itu datang dari...

Positif COVID-19, Putri Spanyol Meninggal Dunia

SPANYOL (wahidnews.com) – Kabar duka datang dari Kerajaan Spanyol. Putri Kerajaan Spanyol, Maria Teresa dari Bourbon-Parma meninggal dunia pada hari kamis tanggal 26 Maret...

Komunitas Muslim di Inggris Bersatu Lawan Virus Corona

London (wahidnews.com) - Wabah virus covid-19 masih melanda negara Inggris. Dalam rangka merespon wabah tersebut, Badan amal Muslim Hands yang berbasis di Nottingham telah...

Popular Post

Selamat Jalan Malaikat Kecilku…

Oleh : Farah RizaTubuh mungil berbungkus kafan putih itu menebar aroma melati. Derai air mata pun membasah di dada kami kala itu. Melepasmu untuk...

Muhasabah : Makna Bertambahnya Usia

Oleh : Ova YantiHari ini, genap sudah usiaku tiga puluh tahun. Merenungi tentang usia, tidak salahlah kalau aku, menghubungkannya dengan hari yang biasa disebut...

Di Balik Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Kali ini kita membahas tentang kalimat, "akan indah pada waktunya". Menulis atau mengucapkan kata-kata merupakan hak yang bebas dilakukan oleh siapapun, tanpa terkecuali. Namun, pernahkah...

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para Wanita

33 Pesan Rasulullah SAW Untuk Para WanitaWanita, engkaulah racun, engkaulah madu. Dari dirimu pula generasi penerus akan dilahirkan, bahkan di tanganmu tempat pembentukan generasi...

Bersyukur Dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Oleh: Pipit Era MartinaMensyukuri nikmat yang telah Allah berikan, tidaklah cukup hanya dengan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saja. Namun, ternyata ada beberapa cara mensyukuri nikmat...

More Articles Like This

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com