Isu Wahabi, Strategi Licik Iran Untuk Hadapi Saudi

0
966
tentara

WahidNews, Akhir-akhir ini sedang ramai berita tentang perseteruan antara Arab Saudi yang sunni Vs Iran yang syiah. Seandainya kedua negara ini berhadapan langsung dalam peperangan, kira-kira siapa pemenangnya? Apakah Iran mampu membumi hanguskan Arab Saudi sebagaimana sesumbarnya selama ini?

Sebenarnya Iran tahu persis kekuatan militer Saudi sekarang ini. Sejak Abdullah bin Abdul Aziz menjadi Raja pada tahun 1995, Saudi melakukan upgrade besar-besaran pada peralatan militernya. Arab Saudi belanja peralatan perang yang super canggih dari AS dan negara barat lainnya sekaligus transfer teknologi dan pelatihan militer terhadap personil-personilnya. Bahkan saat ini pertumbuhan belanja militer Saudi merupakan yang terbesar di dunia seiring dengan semakin memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah. Dan Saudi saat ini merupakan negara dengan belanja militer terbesar ke-empat di dunia setelah Amerika, China dan Rusia.

Sementara Iran sejak diembargo oleh Amerika Serikat sejak tahun 1980, dan menyusul Uni Eropa pada 2012 praktis tidak bisa berbuat banyak untuk mengembangkan negaranya dibanding jika tidak diembargo. Peralatan tempurnya saat ini banyak mengandalkan persenjataan lama sisa perang Irak-Iran, sebagain hasil produksi sendiri dengan bantuan alih teknologi dari Rusia, China, Kuba dan negara-negara komunis sosialis lainnya sebagai sekutunya. Modernisasi alutsistanya sebagian besar dari Rusia dan China, dan baru dikembangkan akhir-akhir ini mengingat rivalnya (Saudi) telah lebih dulu melakukannya.

Jika melihat kekuatan blok masing-masing sekutunya-pun, Iran sepertinya ketar-ketir mengimbangi Arab Saudi.

★ Blok Iran; Rusia, China, Kuba, Venezuela, Korea Utara, Checnya dan kemungkinan India akan bergabung ke blok ini

★ Blok Arab Saudi; Amerika, Inggris, Prancis, Jerman, Turki, Qatar, Liga Arab minus Irak dan Suriah, Uni Eropa, dan Pakistan

Di kancah internasional pun, Iran sepertinya berat mengambil simpati umat islam dunia melebihi Saudi, dimana Saudi sudah seperti kiblat bagi umat islam karena didalamnya terdapat dua kota suci umat islam Mekah dan Madinah sekaligus dua masjid suci di kedua kota tersebut.

Untuk merebut simpati hati umat islam, Iran melancarkan salah satu strategi dengan menghembuskana isu wahabi, dan wahabi digambarkan sebagai takfiri, suka mengkafirkan, suka menyesatkan kelompok lain, ideologi wahabi adalah peletak dasar terorisme di dunia, wahabi bengis, kejam, haus darah, intoleran, radikal dan segudang kiasan buruk lain yang disematkan kepada paham wahabi. Hasilnya-pun cukup signifikan dan membuat sebagian umat islam meragukan Arab Saudi sebagai negeri islam, terutama kalangan pemuda yang penuh semangat namun tanpa dilandasi ilmu yang cukup.

Iran menggelontorkan dana besar-besaran untuk mengampanyekan isu wahabi ini ke seluruh dunia. Dana tersebut mengalir ke media, yayasan, NGO, sekolah, pondok pesantren, kampus dan institusi lain. Hasilnya-pun bisa Anda saksikan hari ini, betapa Iran dengan media-medianya di Indonesia begitu gencar menyebar fitnah dan membuat tuduhan serampangan kepada negeri Saudi dan kepada kelompok yang mereka namakan wahabi, hingga kadang anak kecil-pun tertawa membaca fitnah dan tuduhan mereka, karena saking ngawurnya!

Itulah cara Iran menjatuhkan musuhnya, isu wahabi menjadi senjata non militer yang ampuh untuk menjatuhkan Saudi. Karena Iran dengan syiahnya sadar, perang opini dan debat head to head melawan Saudi dengan ideologi wahabinya tidak akan menang. Demikian juga dengan perang militer, semakin remuk! Nasib bangsa Persia (Iran) memang tidak akan pernah baik, Persia akan selalu kalah dan dikalahkan, Persia tidak akan pernah bisa membangun imperiumnya lagi, karena dulu Raja Persia telah sombong dengan merobek surat ajakan masuk islam dari Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam, maka Allah-pun merobek-robek kerajaannya hingga hari ini.

(Dikutip dari masjumat.com)