Cara Mudah Terhindar dari Label Kafir

0
15
kamu kafir

Di social media sering saya jumpai komentar para netizen yang melarang penggunaan istilah “kafir” untuk non muslim dengan alasan menjaga persatuan NKRI.

Padahal istilah kafir itu sudah jelas disebutkan di dalam Al Qur’an untuk menyebut orang-orang yang bukan beragama Islam.

Dan orang-orang yang tidak bersyahadat atau non muslim memang disebut “kafir” menurut ajaran Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak menyebutkan kata “kafir” di dalam Al Qur’an, diantaranya:

لَّقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putra Maryam’.” (al-Maidah: 17, 72)
لَّقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٖۘ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۚ وَإِن لَّمۡ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٧٣

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Rabb Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (al-Maidah: 73)
لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَۚ

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani Israil dengan lisan Dawud dan ‘Isa putra Maryam.” (al-Maidah: 78)
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ ٦

“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (al-Bayyinah: 6)

Dan masih banyak jumlah ayat yang menyebut kata “kafir” bagi orang yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di dalam hadits pun juga cukup banyak.

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata : Barang siapa yang mengingkari kafirnya Yahudi dan Nasrani yang tidak beriman kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebaliknya malah mendustakannya, berarti ia mendustakan Allah subhanahu wa ta’ala. Adapun mendustakan Allah subhanahu wa ta’ala adalah kekafiran. Barang siapa yang ragu terhadap kekafiran Yahudi dan Nasrani maka tidak ada keraguan tentang kafirnya dia.

Jadi sudah sangat jelas bahwa label kafir ini memang untuk mereka yang tidak beriman kepada Allah dan Rasulu-Nya (non muslim). Namun perlu diperhatikan bahwa label “kafir” jangan digunakan untuk membully orang-orang non muslim, karena Islam sangat menentang keras perbuatan mengolok-olok atau membully seseorang.

Kepada saudara-saudaraku yang non muslim, kalian tidak perlu cemas dengan label kafir, karena label kafir memang ada dalam kitab suci kami. Sebagaimana kami juga tidak cemas atas label domba-domba tersesat atau label-label lain yang ditujukan terhadap kami sesuai dengan kitab suci yang kalian pelajari.

Cara Mudah Terhindar dari Label Kafir

Jika memang benar-benar terganggu dengan label kafir, ada satu solusi yang bisa dibilang simple tapi berat untuk dijalankan. apa itu? Ucapkanlah dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan dan siap menjalankan konsekuensi sebagai seorang muslim. Simple kan? Tapi itu hanya saran, jika tidak berkenan juga tidak apa-apa. Tidak ada paksaan dalam beragama. laa ikroha fid diin.

Mari kita jaga persatuan dan kesatuan NKRI, dan jauhkan diri dari kebiasaan membully. Karena Islam sangat membenci perbuatan yang satu ini.