Surat Terbuka Dari Seorang Muslimah, Untuk Ahok

0
185
ahok marah besar

Pemilihan gubernur DKI Jakarta sudah digelar. Dengan menghidangkan tiga pilihan kandidat yang siap untuk disantap.  Dengan menggunakan hak suara masing-masing dalam pemilihannya. Dan dalam hal ini, izinkanlah saya menuangkan isi tulisan ini tentangnya. Tentagnya yang tak se-booming akhir-akhir ini. Berisi pengandaian-pengandaian dan alasanku yang lemah ini.

“Jika Ahok itu muslim!” Ini memungkinkan saya untuk mendukungnya. Memilih pemimpin muslim, terlepas apakah ia baik atau tidak. Karena sungguh jauh di luar kemampuan kita untuk benar-benar tahu orang itu baik atau tidak. Makanya di dalam Al-Qur’an jelas mengintruksikan untuk tidak memilih pemimpin kafir, melainkan orang berimanlah yang kita pilih. Karena kafir dan beriman inilah yang bisa kita lihat dengan jelas bedanya. Dari pada baik atau buruk dalam pandangan manusia yang itu belum tentu menurut pandangan Allah.

“Jika Ahok itu muslim!” Tentunya juga penistaan itu tidak akan terjadi. Karena jelas dalam ayat itu berupa larangan memilih pemimpin kafir. Hal ini tentu menguatkan posisinya karena mendapat dukungan berupa intruksi dari Allah langsung.

“Jika Ahok itu muslim!” Maka tidak akan mungkin rasanya ia keras mengancam KH. Ma’ruf Amin dalam persidangannya waktu lalu. Karena tentu ia tahu keras itu terhadap kaum kafir, dan berlemah lembut terhadap sesama muslim. Nah, sekali lagi karna tulisan ini hanya berisi “Jika”.

“Jika Ahok itu muslim!” Itu artinya, sangat disayangkan pada kenyataannya ia bukan muslim. Ini yang membuat saya tidak bisa mendukungnya. Manusiawi rasanya jika saya mungkin menginginkan hal itu. Saya yakin di luar sana juga mengharapkan demikian.

Ini saya kembalikan kepada kehendak Allah dan ketentuan-Nya. Bukan kehendak dan ketentuan manusia. Karena hendaklah keinginan itu disesuaikan dengan aturan Allah. Bukan sebaliknya, membuat dalil-dalil sendiri untuk membela keinginan. Jelaslah bagi saya tidak bisa mendukungmu bukan lantaran kita tak se-visi misi untuk DKI Jakarta yang lebih baik. Melainkan, kita tak se-iman. Itu saja. Sungguh!

Larangan memilihmu itu tidak hanya tertera pada surar Al-Maidah 51, tetapi juga ada pada surat Ali Imran 28, “Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin…..” Serta masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an memberikan larangannya dalam hal ini, melebihi banyaknya larangan memakan babi. Hendaknya janganlah kau ingkari ayat-ayat Allah itu, wahai diri. Dengan argumen-argumen yang kau paksakan. Karena sungguh mustahil kecerdasanmu mampu menentangnnya, kecuali kesombongan-bodohlah yang menguasaimu untuk mengingkarinya.

Allah berfirman dalam surat Al-Kahfi 103-105, tentang orang paling rugi. Yakni, orang yang sia-sia amalnya lantaran mereka mengingkari ayat-ayat Allah.

Dan wahai Ahok, maaf. Aku lebih memilih taat kepada Allah, Rabbku, dari pada dirimu. Sebagaimana kau begitu kuat memegang teguh keimananmu. Begitu juga adanya dengan diriku. Biarkanlah kita saling berpegang teguh dengan keimanan kita masing-masing. Seperti dulu kau pernah berucap tentang iman. Hatiku bergetar mendengarnya mengakui keteguhan imanmu, sungguh Itu sangat aku hargai. Maka, hargailah pula prinsipku kini tentangmu.

Wallahu a’lam.

 

Dari aku, wanita yang sempat terpesona padamu.

Ditulis Oleh: Laila Husna