Yang Penting Allah Ridho

0
251
ikhlas lah

Oleh : Newisha Alifa

Dalam kehidupan dunia yang sejatinya amat singkat ini, apa sih yang mau kita cari?

Urusan dunia, semakin dikejar semakin kita kelelahan. Masalah dunia, semakin kita pikirkan semakin kita larut di dalamnya. Ada yang sering luput dalam benak kita, Allah ridho tidak dengan apa yang kita lakukan? Allah ridho tidak atas segala ketetapan-Nya dalam hidup kita?

Ya!
Jika segala sesuatu sudah kita niatkan agar bisa bermuara pada ridho Allah, harusnya sih akan membuat kita lebih mudah untuk menjalani kehidupan ini.

Apa yang kelihatannya baik di mata kita, belum tentu baik di mata Allah. Pun sebaliknya. Apa yang nampak buruk di mata kita, belum tentu buruk jika Allah yang menilai. Penglihatan dan pengetahuan kita amatlah terbatas. Sementara Allah, selalu tahu apa yang benar-benar terbaik untuk kita miliki. Hanya saja, meski tak sampai berkata-kata, kebanyakan manusia lupa akan hal itu.

Manusia sering kali tertipu oleh segala sesuatu yang ‘terlihat’ baik, enak, nyaman dan sejenisnya. Contohnya saja tentang harta. Umumnya … manusia mana sih yang akan menolak dilimpahi harta berlimpah dalam hidup ini? Dalam beberapa riwayat memang dikisahkan ada beberapa orang alim yang bersikap zuhud; alias kecintaannya pada dunia ini minim sekali. Mereka yang sibuk beribadah, dan cenderung menolak ketika diberikan banyak harta.

Yang penting Allah ridho!

Adalah salah satu kunci keberpasrahan hidup kita semata-mata hanya pada Allah. Aduhai … pusing sekali jika kita terus menuruti keinginan diri sendiri, pun kehendak orang lain. Takkan ada habisnya! Tapi coba kalau goal-nya adalah Ridho Allah. Standarnya jadi lebih jelas. Niat kita harus diluruskan terus. Kalau niat kita benar baik, yakinlah ketika melenceng sedikit, Allah pasti akan mengembalikannya ke jalan yang benar.

Ridho Allah itu adalah segala-galanya.

Sudah berapa lama kita diberi kesempatan untuk hidup? Kira-kira banyakan yang bermuara pada ridho-Nya atau justru murka-Nya? Dalam setiap fase kehidupan yang kita lalui, sejatinya nggak ada yang sia-sia. Allah bukan tanpa maksud menghendaki atau membiarkan semu itu terjadi. Tidak mungkin! Semua pasti ada hikmahnya. Tinggal kitanya, mau jeli atau tidak untuk memetik hikmah—yang jelas tergambar maupun kadang tersembunyi—itu?

Jadi jika saat ini kita kesulitan sesuatu, sedang menghadapi masalah yang kelihatannya berat. Merenunglah, bukan justru mengeluh. Masalah yang hadir itu sekonyong-konyong hadir atau karena apa? Misalnya harus kehilangan pekerjaan, karena menghindar dari transaksi korupsi. Jangan sedih.

Memilih untuk putus sama pacar karena apa? Menjalankan sholat tepat waktu biar apa? Menyingkirkan batu di jalan dasarnya apa? Mengerjakan sunnah untuk apa? Patuh terhadap orang tua, demi siapa?

Kalau dari awal diniatkan karena takut pada Allah, atau ingin menjalankan perintah-Nya, pastilah Allah ridho! Kalau Allah sudah ridho sama kita, yakin aja … nggak mungkin kita dibiarkannya terlantung-lantung dalam penderitaan yang seolah-olah tak berkesudahan.

Maka biasakanlah memulai aktivitas kita dengan mengucap ‘Bismillah’ dan niatkan: Semoga apa yang kujalani hari ini, akan membawaku pada keridhoan Ilahi. Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

Bekasi, 6 Rajab 1437H.