Beginilah Cara Rasululullah Saw Berzikir Usai Shalat

0
233
dzikir usai shalat

Oleh: Aannisah Fauzaania

Shalat merupakan tiang penyangga dalam Islam. Sebagai pondasi yang menopang kuat, maka sebuah istana keimanan akan mudah rapuh jika seseorang yang mengaku beriman namun belum melaksanakan shalat dalam kesehariannya.

Dalam pemaknaan lebih dari itu, shalat pun menjadi sarana waktu ketika kita bisa sepenuhnya bercengkerama dengan yang Maha Pencipta, mengadukan segala keluh kesah dan berharap banyak permintaan dapat diwujudkan. Sarana pemaknaan dari rindu pada yang Maha Suci, dan pembuktian bahwa Ia benar yang utama dalam hati.

Setelah shalat, biasanya kita membaca beberapa dzikir sebagai penguat hati. Melafadzkan untai kalimat suci, berharap setelahnya akan penuh ridha dari illahi.
Rasulullah Saw pun mengajarkan kita dalam kesehariannya untuk senantiasa berdzikir setelah shalat. Menjadikan sumber ladang pahala agar istimewa saat ditimbang di yaumul hisab.

Lalu, bagaimanakah cara Rasulullah dalam berzikir setelah shalat?

Bacaan yang dilafadz Rasulullah Saw pertama adalah istighfar.
Setelah salam, membaca istigfar sebanyak tiga kali kemudian mengucapkan, “Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.” Artinya, “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.” (HR. Muslim, no. 591)

Kedua, membaca “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
Artinya:
“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” (HR. Bukhari, Muslim no. 593, An-Nasa’i no.1341).

Ketiga, Membaca tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali dan digenapkan menjadi seratus dengan membaca do’a setelahnya, sesuai hadits dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim no. 597).

Keempat, Membaca ayat kursi, “Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir, no. 7532, Shahih).

Kelima, Membaca tiga surat pendek yaitu surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. Dari Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku agar membaca surat Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (HR. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no.1348,Shahih).

Sahabat, begitu banyak sumber kebaikan yang sebenarnya dapat dengan mudah kita lakukan. Salah satunya dengan mengamalkan apa yang dikerjakan Rasulullah pun dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk cara beliau berzikir setelah shalat. Anjuran dari Rasulullah tak akan salah, bahkan perspektif pandangannya di masa itu pun bisa menjangkau jauh ke depan. Selain itu, isi pesannya pun menjangkau dan berguna untuk semua kalangan.

MasyaAllah, betapa Rasulullah menjadi sebaik-baiknya murabbi, pemberi contoh yang benar.

Dan karena Allah menjanjikan banyak pahala di tiap lafadz yang kita ucap, mari berdzikir setelah shalat.