Rasulullah SAW Pun “Takut” Gerhana

0
1551
gerhana matahari

Oleh : Riska Kencana Putri

Gerhana matahari total akan melintas di 12 provinsi di Indonesia pada tanggal 9 Maret 2016. Indonesia merupakan negara satu-satunya yang dapat menikmati gerhana matahari total di wilayah daratan. Oleh karena itu, banyak wisatawan maupun ilmuwan yang datang ke Indonesia untuk menyaksikan fenomena alam tersebut secara langsung.

Gerhana matahari merupakan peristiwa di mana matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis lurus. Saat itu, bulan berjalan melintas di antara matahari dan bumi, sehingga bayangan matahari tertutup oleh bulan. Hasilnya, bagian bumi yang dilewati bayangan ini akan menjadi gelap.

Banyak mitos mengenai gerhana yang beredar di masyarakat. Di jaman jahiliyah, mereka percaya bahwa gerhana menandakan akan kelahiran atau kematian seseorang. Sedangkan di Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, meyakini bahwa saat terjadi gerhana, matahari sedang dimakan oleh Bathara Kala. Namun semua itu hanya dongeng yang sudah dipatahkan oleh hasil penelitian ilmuwan bahwa tidak ada hubungannya antara gerhana dengan mitos.

Berbeda zaman, berbeda cara penyikapan. Kini masyarakat Indonesia sangat antusias dengan kabar adanya gerhana matahari total. Seolah-olah ini adalah fenomena keren yang wajib mereka abadikan dengan cara selfie dan sejenisnya. Padahal, jika kita membaca sirah, Rasulullah SAW ketika gerhana justru merasa takut. Ketakutan beliau membuat tubuh beliau gemetar. Bukan takut kepada makhluk, melainkan takut jika kiamat disegerakan.

Abu Musa Al Asy’ari ra menuturkan, “Pernah tejadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah SAW. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau melakukan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikia rupa.” Nabi SAW kemudian bersabda, “Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah.” (HR Muslim)

An Nawawi rahimahullah menjelaskan mengapa Rasulullah SAW takut dan khawatir terjadi kiamat, di antaranya karena gerhana merupakan tanda yang muncul sebelum tanda-tanda kiamat seperti terbitnya matahari dari barat, keluarnya Dajjal atau bahkan tanda kiamat itu sendiri. (Syarh Muslim, 3/322)

Hendaknya seorang muslim merasa takut dan khawatir dengan datangnya gerhana sebagaimana Rasulullah SAW juga demikian. Bukan sebaliknya, merasa senang dan gembira karena bisa melihat fenomena langka. Tidakkah kita takut jika ini merupakan azab Allah atas dosa yang kita lakukan? Jadi, marilah perbanyak dzikir, berdoa, bersedekah dan memohon ampun kepada Allah sebagaimana yang telah Rasulullah SAW contohkan.