Memilih Pemimpin Dalam Pandangan Islam

0
463
pemimpin

Oleh : Newisha Alifa

Beberapa hari yang lalu, hati saya seketika terasa nyeri, mendapati sebuah tulisan di salah satu forum yang isinya membanding-bandingkan pencapaian salah seorang pemimpin daerah yang agamanya bukan Islam, dengan pemimpin daerah lain yang beragama Islam. Sebenarnya, pesan yang hendak disampaikan oleh si penulis itu relatif sederhana dan baik. Dia menginginkan agar orang muslim bercermin, ‘Yang nonmuslim saja bisa amanah jadi pemimpin, kenapa yang mengaku muslim malah khianat?’

Namun, hal yang saya dan sebagian besar anggota grup lainnya sayangkan adalah, opini tersebut dipublikasikan di sebuah forum umum. Ya… Bukan di forum atau grup khusus muslim!

Akhirnya tanpa disadari oleh si penulis, dia telah menggiring opini publik bahwa seakan-akan memilih pemimpin nonmuslim, selama orangnya baik dan dapat dipercaya itu TIDAK APA-APA. Innalillahi! Di sinilah sumber masalahnya!

Miris sekali, betapa masih banyak umat Islam yang belum mengetahui, bahwa perkara memilih pemimpin dalam Islam, sudah dijelaskan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُوْنَ الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ  وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰ لِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللّٰهِ فِيْ شَيْءٍ اِلَّاۤ اَنْ تَتَّقُوْا مِنْهُمْ تُقٰٮةً  وَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهُ وَاِلَى اللّٰهِ الْمَصِيْرُ

“Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali.” (QS. Ali ‘Imran : 28)

Subhanallah!

Tak percayakah kita akan peringatan Allah ini? Jelas, Allah sudah melarang kita untuk memilih pemimpin yang kafir atau bukan Islam! KECUALI memang kondisinya sudah sebegitu mendesak, seperti zaman Fir’aun dulu. Dimana Fir’aun mengaku sebagai tuhan dan rakyatnya harus patuh padanya, jika tidak? Kalian tentu tahu kisah diceburkannya Masyitoh ke dalam kuali berisi air mendidih karena tidak mau mengakui Fir’aun sebagai tuhan, kan?

#

Ada sebagian anggota yang menanyakan, “Lantas bagaimana jika dia bos kita? Kan pemimpin juga?”

Sahabat…

Pemimpin yang diharuskan muslim dalam QS. Ali Imran ayat 28 di atas adalah pemimpin yang memiliki kekuasaan yang luas. Memiliki teritorial atau singkatnya, berhubungan dengan politik. Ada pun yang sifatnya bos atau atasan, maka hukumnya sudah muamalah. Sama saja seperti hukum kita berjual beli dengan nonmuslim. Apa ada larangannya berjual beli dengan selain muslim?

KECUALI, atasan atau bos tempat kita bekerja, sudah mengeluarkan kebijakan atau peraturan-peraturan yang bertentangan dengan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Misalnya, dilarang berhijab bagi perempuan, atau jam kerja yang menyulitkan kita untuk melakukan shalat tepat waktu. Nah! Baru di situ kita dianjurkan untuk hijrah! Mencari pekerjaan yang lebih baik.

#

Kita sebagai seorang muslim harus paham betul akan hal-hal besar seperti ini, loh! Bahkan, jika dimulai dari lingkup sepele seperti pemilihan ketua RT, RW, lurah… Yaa, kita harus tahu dulu apa dan bagaimana agama calon pemimpin kita?

CAMKAN INI …

Tidak ada rumusannya, orang yang bukan Islam, bisa punya akhlak Islami! Syarat seseorang dikatakan Islami, yaa… dia mesti islam dulu, lah!

Mau beliau pintar, tegas, dapat dipercaya, baik, kreatif… kalau dia bukan muslim, maka semuanya jadi tak berarti! Karena syarat utamanya saja sudah tidak dipenuhi. Yakni muslim.

Kita harus yakin, bahwa masih banyak calon pemimpin muslim yang memiliki akhlak Islami; amanah, shiddiq, tabligh dan fathanah. Hanya saja, media-media sekuler saat ini menenggelamkan prestasi dan profil baik mereka. Sebaliknya, berita-berita pemimpin nonmuslim yang berprestasi digembar-gemborkan, dilebih-lebihkan.

Tujuannya apa?

Ya supaya orang Islam mulai percaya dan tidak masalah, kemudian bersedia dipimpin oleh orang nonmuslin. Subhanallah.

Bekasi, 8 Pebruari 2016