Konspirasi Untuk Menghancurkan Islam

0
269
konspirasi

Oleh : Afdalil Zikri

Konspirasi, sebagian dari kita sering mendengar kata ini. Banyak literatur, seminar diskusi publik yang membahas tentang konspirasi. Sekilas sebagian kita menganggap bahwa konspirasi adalah sesuatu yang biasa saja dan adalah hal lumrah. Santayana, seorang filsuf mengatakan bahwa “Dia yang tidak mengetahui sejarah ditakdirkan untuk mengulanginya”. Hanya keledai yang jatuh pada lubang yang sama. Sejarah membuktikan bahwa konspirasi adalah sesuatu yang berbahaya, dilakukan secara terstruktur dan masif dengan melibatkan para konspirator (sebutan untuk pelaku konspirasi).

Konspirasi (sebagai kata benda) didefenisikan sebagai: “Suatu rencana dan tindakan bersama secara rahasia, khususnya untuk tujuan melanggar hukum dan berbahaya seperti pembunuhan dan pengkhianatan”. Salah satu periset konspirasi Edward Griffin yang meramu pemikiran Carrol Quigley menjelaskan bahwa untuk dapat disebut konspirasi, terdapat tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, harus ada dua atau lebih orang yang terlibat. Kedua, orang-orang itu menggunakan tipuan atau kekuatan. Ketiga, orang-orang itu mengembangkan untuk tujuan menghancurkan atau melanggar hukum.

Aksi konspirasi dalam menghancurkan umat Islam

Hakikatnya suatu konspirasi harus ditutup dari publik. Pemikiran dan penggiringan opini publik mereka kendalikan dan dialihkan dengan informasi yang dibuat keliru. Dalam melancarkan aksinya konspirator menggunakan dua cara besar yang memang harus diakui  bahwa cara ini berhasil mereka lakukan, yaitu melalui media dan pendidikan.

Media dan pendidikan sangat membantu untuk mempermudah pengendalian pemikiran serta opini publik sesat. Umat Islam dibuat terlena dengan berbagai program yang mereka bungkus sedemikian rupa melalui media, seperti acara TV, musik, pencarian bakat, olahraga bahkan budaya ataupun seni.

Informasi yang disampaikan kepada publik terutama kita umat Islam banyak unsur kebohongan. Ulasan ekonomi, politik, sosial dan budaya yang ditampilkan di TV tidak masuk kepada substansi masalah yang sebenarnya. Semua itu hanyalah senda gurauan biasa sehingga kita sulit untuk mengklarifikasi kebenaran masalah tersebut.

Hal itu merupakan bagian dari Ghazwul Fikri atau perang pemikiran dengan mengendalikan pemikiran kita sebagai umat Islam. Sebagai contoh kasus kekerasan di Tolikara yang membuat publik terutama kita umat Islam bertanya-tanya mengapa pelaku kekerasan justru diundang makan-makan ke istana negara? Bukan bermaksud lain tapi sebagai warga negara kita patutlah bertanya mengapa hal ini terjadi.

Perpanjangan kotrak Freeport yang beredar di media online sampai tahun 2041 seakan ditutupi dengan ledakan bom di pusat ibukota negara yang terjadi pada hari yang sama dengan deadline perpanjangan Freeport. Bahkan anehnya lagi ini dikaitkan dengan kaum radikalisme yang mengatasnamakan Islam.

Di negara-negara Timur Tengah dibuat perang sesama mereka dan para konspirator dengan leluasa menguasai minyak mentah dunia. Dan riset ini telah sering dipublikasikan di berbagai forum resmi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa konspirator akan mengobrak-abrik negara di dunia dengan mendorong menyebarkan isu buruk dan berbau permusuhan dengan negara-negara lainnya dengan konsep bahwa mereka mampu menciptakan revolusi.

Bila ada negara yang menentang kebijakan mereka maka mereka akan meluncurkan propaganda dengan menghasut negara tetangga menyebar api permusuhan yang nantinya kedua negara ini berperang dan itu sudah terjadi utamanya di Timur Tengah.

Dalam pendidikan contohnya konspirator memberikan biaya pendidikan gratis untuk menuntut ilmu ke luar negeri untuk mendidik mereka dengan paham-paham yang berbau isme seperti sosialisme, komunisme, materialisme, individualism dan kapitalisme. Ini mereka lakukan agar terjadi perpecahan di antara kita dalam beragama, berbangsa dan bernegara.

Menanamkan pemahaman bahwa agama dan idelogi yang kita anut ini sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, lalu timbul pertentangan dan akhirnya terjadilah permusuhan sesama kita. Adu domba dalam bidang pendidikan adalah hal sangat mudah dilakukan karena ini menyangkut pola pikir kita. Dan saat terjadi permusuhan, konspirator masuk sebagai jalan penengah yang membuat ketergantungan kepada mereka dan akhirnya dengan mudah mengendalikan kita.

Contoh lain misalnya penciptaan bantuan ekonomi yang pada awalnya adalah sebagai hibah namun pada akhirnya mereka membuat syarat-syarat tertentu. Sehingga negara yang miskin tidak mampu membayar hutang dan akhirnya tunduk dan patuh kepada kaum konspirator.

Sebenarnya banyak bidang lain lagi yang mereka kuasai dalam menjalankan konspirasi ini yaitu berupa pembuatan symbol-simbol di berbagai media seperti lambang segitiga, lambang mata satu. Symbol itu dijadikan ikon sebuah acara atau media yang acaranya sangat menarik perhatian publik, tentunya kita semua bisa menduga acara apa itu.

Lalu pertanyaannya adalah target terbesar mereka dalam menjalan konspirasi ini siapa? Telah menjadi rahasia public bahwa target terbesar mereka adalah umat dengan pemeluk ajaran Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam yaitu Islam. Menuduh Islam sebagai agama radikal, ekstrim dan intoleran terhadap agama lain. Menciptakan informasi seakan Islam adalah agama perang dan kekerasan sehingga Islam dimusuhi oleh umat lain di dunia.

Padahal Islam adalah agama yang “rahmatan lil ‘alamin”. Dengan hebatnya mereka melancarkan aksi ini umat Islam dibuat bermusuhan, saling menyalahkan satu sama lain. Menjalankan syariat menurut prinsip masing-masing. Penterjemahan Al Quran menurut interpretasi masing-masing, sehingga muncul pemahaman yang berbeda-beda dan akhirnya saling menyalahkan. Tapi kita umat Islam tidak sadar akan hal itu.

Lalu mengapa kita umat Islam terlena dengan permainan mereka? Dalam hadits dari Tsauban diriwayatkan bahwa Rasululllah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“hampir saja bangsa-bangsa memangsa kalian sebagaimana orang-orang lapar menghadapi meja penuh hidangan, “Seseorang bertanya, apa kami saat itu sedikit,”? Jawab beliau, “bahkan ketika itu kalian banyak, akan tetapi kalian ibarat buih di tengah lautan. Allah sungguh akan mencabut rasa takut dari dada musuh kalian dan Allah sungguh akan mencampakkan penyakit Wahn kepada hati kalian, “Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apa itu wahn, beliau menjawab “Cinta dunia dan takut mati”.

Aksi kaum konspirasi akan lebih mudah berhasil dengan melihat kondisi umat Islam sekarang yaitu saat ummat Islam terlalu cinta akan dunia dan takut akan mati. Kecintaan terhadap dunia menutup hati seseorang untuk berbuat baik bahkan rela melakukan apapun agar cita-cita dan tujuan tercapai.

Budaya korupsi yang terjadi kebanyakan di negara Islam adalah bukti bahwa umat Islam cinta akan dunia. Pola hidup hedonisme dan materialisme mengantarkan kepada perbuatan yang merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga timbul kebencian antara kita umat Islam.

Semua yang telah mereka rencanakan bisa kita gagalkan asalkan kita tahu cara mereka dalam menjalankan aksinya. Berikut hal yang dapat kita lakukan dalam mengahadapi kaum konspirasi ini. Pertama, memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam. Dengan bersatu dan saling mengingatkan menutup kemungkinan mereka dengan leluasa menjalankan aksinya. Kedua, mengenal musuh, sikap ini akan membuat kita lebih berhati-hati dalam menjalin kehidupan sosial yang dapat mengancam stabilitas politik, agama dan bangsa. Ketiga, kembali ke jalan yang diajarkan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam, mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan pemahaman Salafus sholeh, ahlus sunnah wal jamaah.

Solok, 2 Februari 2016