Dinding Pemisah Dunia Akhirat

0
1164
kuburan

Oleh: Pipit Era Martina

Semua makhluk yang ada di dunia ini telah terlahir sebagai makhluk pengisi bumi, yang akan kembali pada pemiliknya di waktu yang telah ditentukan. Dunia beserta isinya tak pernah luput dari pandangan-Nya, sehingga jika tiba waktu itu tiada satu makhlukpun yang bisa lolos dari panggilan-Nya.

Kehidupan dunia bukanlah satu-satunya kehidupan, melainkan hanya sebagai tempat persinggahan sementara untuk meraih kehidupan yang sesungguhnya. Namun, sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna di antara makhluk lainnya, bukan hanya melewati dunia saja untuk bisa meraih kehidupan kekal di masa datang. Melainkan ada satu alam lagi, dimana mereka akan menunggu dalam waktu yang tidak sebentar untuk dipertemukan dan ditentukan, kehidupan seperti apa yang akan kita temui kelak.

Alam kubur ialah alam yang membatasi manusia dari dunia dan akhirat. Manusia yang telah masuk ke dalam kubur akan menanti datangnya hari kiamat sesuai dengan bekal yang ia dapat dari persinggahannya di dunia. Jika bekal yang ia bawa itu cukup, maka penantiannya tidak akan berasa lama, hanya sebentar saja. Tetapi berbeda dengan mereka yang tidak mencukupkan bekal semasa di dunia, penantian yang hanya sebentar itu serasa beribu-ribu tahun lamanya, bersama sengsara yang ia dapat akibat kelalaian dalam menyiapkan persiapan. Lalu, sudahkah kita menyiapkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju kehidupan berikutnya?

Alam kubur sering disebut juga sebagai alam barzakh (dinding). Disebut dengan dinding karena alam kubur ialah satu-satunya alam yang menjadi pembatas antara dunia dan akhirat seperti firman Allah SWT, “Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Ar Rahman: 22)

Dikatakan sebagai dinding pemisah atau penghalang, itu karena ketika manusia sudah berada dalam alam kubur, ia tak dapat berbuat apa-apa. Manusia tak memiliki daya upaya untuk kembali ke dunia dan juga tak memiliki kuasa untuk segera menghampiri akhirat.

Alam ini merupakan periode kehidupan antara dunia dan akhirat. Mereka diibaratkan berada dalam satu ruangan tunggu yang hanya berisi mereka sendiri, menunggu waktu datang menjemput. “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang. Tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah SWT membangkitkan semua orang dari dalam kubur.” (QS. Al Hajj: 7)

Pada hari kebangkitan nanti, semua manusia yang telah meninggal dari masa lalu hingga masa sekarang, akan kembali di hidupkan untuk menentukan kehidupan yang selanjutnya. “Berkatalah orang-orang kafir: ‘Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita, apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur).” (QS. Az Zukhruuf: 11)

Tidak semua manusia mau mengakui dan mempercayai akan adanya alam setelah dunia. Alam kubur, dianggap sebagai alam terakhir atau penutup kehidupan bagi beberapa manusia yang enggan atau tidak mempercayai akan adanya akhirat, surga dan neraka. Karena bagi mereka, kehidupan dimulai dari kita dilahirkan dan berakhir ketika jasad terkubur dalam liang lahat. Kehidupan setelah dunia hanyalah fiksi belaka dan tidak nyata. Oleh karena itu, mereka benar-benar mengabaikan risalah para rasul. Mereka beranggapan bahwa dunia ini satu-satunya kehidupan yang memenuhi segala ingin mereka, kehidupan yang kekal dan tak akan ada kehidupan selanjutnya setelah kematian.

Padahal, jika mereka mengetahui dan sedikit lebih memahami mengenai sakitnya sakaratul maut, pedihnya siksa alam kubur, maka tidak akan sekali-kali mereka mengabaikan persiapan menuju kehidupan selanjutnya. Semoga, kita termasuk orang-orang yang mau berusaha untuk terus mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang sebenar-benarnya kehidupan.

Di alam kubur, bukan hanya bekal yang dipertanyakan. Bukan hanya hasil dunia yang di rasakan dan juga bukan hanya tempat menunggu waktu dibangkitkannya lagi apa-apa yang telah mati. Melainkan juga sebagai tempat penentuan dimana dan bagaimana wujud dari kehidupan berikutnya. Apakah sebuah kehidupan yang penuh bahagia? Atau sebuah kehidupan yang bergelimang siksa serta air mata dosa. Wallahu a’lam

Sahabat, yuk mari kita sama-sama memperbaiki diri sembari berbagi. Mempercayai segala ketentuan Allah SWT, kiat menyiapkan segala sesuatunya untuk bekal kita menuju rumah-Nya. Dunia yang sebenar-benarnya dunia. Kehidupan yang sebenar-benarnya kehidupan.

Lampung, Selasa 16 Februari 2016

Incoming search terms: